
"Serahkan harta itu! " marah Fang Xiao.
"Tidak akan pernah, " jawab Lin Huang.
"Kau akan menyesal! " ucap Fang Xiao.
Fang Xiao dan pemimpin lainnya berada diposisi masinh-masing. Formasi besar tercipta dibelakangnya mengeluarkan pedang raksasa yang memiliki aura suci hebat.
"Formasi empat sekte suci, aura pedang cahaya Buddha," ucap Mu Jian Kai.
Pedang penghukum iblis melayang di depan Lin Huang. Jarinya menyentuh pedang tersebut yang kemudian formasi besar tercipta dibelakangnya. Lima lapisan lingkaean formasi muncul.
"Tuan Yang Shan, serahkan ini kepadaku, " ucap Lin Huang.
"Hukuman iblis:Teknik lapisan pertama, jiwa penghancur! " ucap Lin Huang.
Lapisan pertama formasi mengeluarkan getaran jiwa yang mempengaruhi jiwa dari pemimpin sekte suci. Fang Xiao membuat perlindungan meminimalisir dampak serangan dari Lin Huang.
"Kau akan merasakan aura suci dari pedang Cahaya Buddha! " ucap Fang Xiao.
Pedang raksasa melesat ke arah Lin Huang. Aura suci keluar menerangi seluruh daratan. Lima lapisan formasi Lin Huanh bercahaya, terdapat sajak penyegel di setiap lingkaran lapisan formasi.
"Teknik ribuan pedang penghukum! " teriak Lin Huang.
Ribuan pedang muncul dari setiap lapisan formasi yang memiliki sajak penyegel di dalamnya. Ribuan pedang Lin Huang tak dapat menghancurkan pedang raksasa tersebut. Fang Xiao tertawa keras melihat usaha yang dilakukan Lin Huang gagal.
"Kau akan mati, " ucap Fang Xiao.
"Belum tentu, " balas Lin Huang.
Langit terbuka dengan pedang penghukum iblis turun dari langit mengeluarkan energi sucinya. Sajak penyegelan iblis yang ada pada bilahnya menyadarkan Gao Er Yu.
"Pedang penghukum iblis, " ucap Gao Er Yu.
"Kau tidak salah? " tanya Mu Jian Kai.
"Dia tidak salah, sajak penyegelan iblis ada pada pedang itu, " ucap Yang Shan.
__ADS_1
Pedang penghukum iblis turun dari langit menghantam pemadatan aura suci dari pedang cahaya Buddha. Kekuatan besar bertabrakan dengan pedang raksasa ciptaan pemimpin sekte hancur hingga formasi mereka terganggu. Darah keluar dari sudut mulut mereka. Fang Xiao merada tertantang dengan Lin Huang.
"Pedangmu cukup hebat, tapi aku belum sepenuhnya menunjukkan kekuatanku, " ucap Fang Xiao disambut oleh pedang Lin Huang.
Lin Huang bergerak maju mencoba menghancurkan formasi, salah satu pemimpin perguruan meninju Lin Huang namun tidak ada rasa apapun yang ia rasakan.
Fang Xiao menghindari pedang Lin Huang menyamping mengeluarkan pedangnya menyambut serangan kedua. Pemimpin lainnya mengelilingi Lin Huang mencoba menyerangnya secara bersamaan. Ledakan terjadi dan Lin Huang mundur ke belakang.
Para pemimpin perguruan kembali membentuk formasi dengan Fang Xiao sebagai titik formasi tersebut. Mengetahui keseriusan Fanh Xiao, Yang Shan menyuruh pemimpin klan lainnya berada di posisi dengan Lin Huang sebagat mata formasi inti.
Dua kubu mengumpulkan kekuatan besar. Yang Shan membuka kitab ramalan bintang menggunakan teknik pengumpulan aura langit dan bumi. Gao Er Yue membuka kitab sajak keabadian miliknya membuka halaman yang berisi sajak ilahi langit. Mu Jian Kai menyatukan kedua tangannya mentransfer tubuh ilahi miliknya kepada Lin Huang. Kekuatan besar berkumpul di dalam tubuh Lin Huang. Visual seorang Raja ada pada tubuh Lin Huang yang tengah menyatukan kedua tangannya.
Formasi yang dibuat oleh Yang Shan dan lainnya mengandalkan medan gravitasi gunung suci memadatkannya hingga membentuk visual Raja Ilahi. Fang Xiao mengaktifkan pusaka leluhur perguruan suci yaitu sebuah lonceng yang terbuat dari aura langit yang memadat.
Lin Huang menggenggam pedang penghukum iblis mengeluarkan kekuatan sucinya yang berasal dari Kaisar Zhang Jun. Visual Raja Ilahi membuka matanya berdiri dengan gagahnya. Kedua telapak tangannya terbuka dengan tangan kanan memegang sebuah pedang.
Suara dentangan lonceng keras menghempaskan salju-salju di gunung suci. Kekuatan dari lonceng pusaka perguruan adalah bunyinya yang mampu menghancurkan jiwa dan merusak aliran qi di dalam tubuh. Lin Huang mengangakat pedanhnya berniat menghancurkan lonceng tersebut. Kedua kekuatan bertabrakan menghancurkan beberapa bagian gunung.
Fang Xiao merasa bangga karena Lin Huang tak dapat menghancurkan formasi lonceng pusaka miliknya. Pedang di tangan Lin Huang menghilang.
"Teknik seribu tapak penghancur! " ucap Lin Huang.
"Tapak Naga Suci! " teriak Lin Huang.
Telapak raksasa dengan aura naga yang terkandung di dalamnya menekan seluruh kekuatan untuk tunduk kepadanya. Fang Xiao mengerahkan kekuatan penuhnya bersiap menahan serangan akhir Lin Huang.
"Blarrrr!!! "
"Boommm!!! "
Angin berhembus kencang menerbangkan salju beserta dengan pohon-pohon yang terbawa oleh angin. Semua orang terpental termasuk Fang Xiao yanh memuntahkan darahnya. Pedang berada di leher Fang Xiao.
"Menyerah atau mati!" ucap Lin Huang tegas.
"Seumur hidupku aku tak akan pernah tunduk pada siapun! " marah Fang Xiao.
"Srrasshhh"
__ADS_1
Lin Huang menebas kepala Fang Xiao dan mengumumkan bahwa empat perguruan suci akan di pimpin oleh klan suci dan Yang Shan adalah pimpinan utama. Kabar mengenai kematian Fang Xiao terdengar sampai ke telinga De Yuan.
"Aku berysukur dia mati, " ucap De Yuan.
Suara ringkikan kuda terdengar. Derap kakinya secepat kilat. Lou Shi mengendarai kudanya dengan kecepatan tinggi.
"Kau bisa meninggalkan serpihan jiwamu disini, mereka tak akan menyadarinya, " ucap An Ning.
"Aku telah memikirkannya," balas Lou Shi.
"Sialan!" maki Lou Shi.
Ia mendapatkan surat bahwa Kaisar memerintahkan melalui ayahnya untuk segera kembali. Lou Shi menyadari bahwa ia telau diketahui namun siapa yanh memgetahui duluan tidak ia ketahui.
Sekelompok orang mencegat perjalanan Lou Shi. Pedang ia acungkan membantai orang-orang yang menghalanginya.
"Sekte mulia? Kalian sungguh berani! " ucap Lou Shi.
Kediaman Lou, Mentri Lou berada di ruang kerjanya mendengae kedatangan kembali putranya. Lou Shi memasuki halaman kediaman turun dari gunung berjalan ke arah ruangan kerja ayahnya.
"Apakah surat itu dikirim olehmu? " tanya Lou Shi.
"Surat? Aku tidak pernah mengirimkan surat. Keberadaanmu ayah tidak mengetahuinya dan ketika kau memasuki ibukota, seseorang melapor, " jawab Mentri Lou.
"Lantas siapa yang mengirimkan surat itu? " batin Lou Shi.
"Aku yang mengirimkannya, masalahmu harus segera diselesaikan, " ucap Raja Jin.
"Kebetulan jika kau kembali, Yang Mulia Kaisar meminta percepatan keputusanmu. Pesta dilaksanakan dua hari lagi sebelum berperang. Dalam pesta itu, Yang Mulia Kaisar menunggu keputusanmu, " ucap Mentri Lou.
"Berita peperangan telah tersebar? " tanya Lou Shi.
"Semua orang tahu dan Yang Mulia Kaisar menginginkan pesta kemenangan dirayakan sebelum berperang, " jawab Mentri Lou.
Lou Shi pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya. Ia benci dengan ayahnya yang tak dapat menentang otoritas Kaisar yang berusaha mengikatnya. Lou Shi mulai berpikir bagaimana mungkin Raja Jin menyetujui pernikahan dengan Mentri Lou.
Hari dimana pesta dilaksanakan tiba. Aula utama kerajaan telah siap dengan hidangan serta hiasan mewah. Lou Shi bersiap di kamarnya mengenakan busana terbaik.
__ADS_1
"Peranku akan dimulai hari ini, " ucap Lou Shi.