Immortality Flower

Immortality Flower
Petinggi Surga Qi Dao


__ADS_3

Kaisar Iblis tengah bermeditasi menyerap jiwa-jiwa pendekar yang mati akibat jejak energi gelap miliknya. Pemadatan energi jiwa hitam terganggu hingga Kaisar Iblis menyadari ada sesuatu yang salah. Matanya tertutup melihat kejadian yang sebenarnya. Berbagai kilasan potongan hingga munculnya dua api suci ia melihatnya.


"Sepertinya tindakanku terlalu implusif, " ucap Kaisar Iblis.


Permaisuri Wu mendengar berita tentang terlukanya Wen Qiong yang merupakan adik kandungnya marah namun tak ada yang bisa ia lakukan sekarang. Gurunya yang merupakan Kaisar Iblis tengah bermeditasi dan juga kemunculan Kong Wei membuatnya terkejut. Bertahun-tahun semenjak berakhirnya pemerintahan suaminya, Kong Wei tidak pernah menampakkan dirinya secara terang-terangan.


"Kong Wei, apa yang membuatnya muncul kembali, " ucap Permaisuri Wu bertanya-tanya.


Lou Shi berbincang sedikit dengan Lin Huang hingga ia bertanya apa yang terjadi pada puncak tertinggi dunia.


"Apa yang terjadi disana hingga seluruh akses ditutup? " tanya Lou Shi.


"Aku tidak mengetahui apapun yang terjadi, namun guru memberitahuku bahwa jangan pernah kembali ke sana, " ucap Lin Huang.


"Lantas dimana selama ini kau berada? " tanya Lou Shi.


"Puncak Ilahi Duniawi, " jawab Lin Huang.


"Apa! " ucap Lou Shi beserta Jendral An Ning.


"Puncak misterius di sekte mulia? Kau berada di sana! " ucap Lou Shi terkejut.


Lin Huang menganggukkan kepalanya mengiyakan pernyataan Lou Shi. Jendral An Ning berpamitan terlebih dahulu menemui Zhuo Qian seperti yang diamanahkan oleh Fei Lian. Lou Shi menceritakan tentang penemuannya kepada Lin Huang.


"Dekrit Kaisar Wu? " tanya Lin Huang.


Lin Huang mencoba mengalirkan hawa murni pada dekrit tersebut membuat cahaya keluar dari dalam dekrit hingga tulisan aksara kuno muncul melingkar.


"Aura naga suci Kaisar! " ucap Lou Shi.


Aksara kuno dengan aura naga suci Kaisar menguar dari dekrit Kaisar Wu. Lou Shi dan Lin Huang menyerap aura naga suci Kaisar tersebut. Jiwa Kaisar Naga yang berada di dalam lautan kesadaran jiwa Lin Huang merasakan serpihan aura naga dari salah satu putranya.


Kaisar Naga meniupkan aura miliknya memperkuat aura naga yang masuk ke dalam tubuh Lin Huang. Lou Shi yang memiliki berkah dari Kaisar Li Ming merasakan hal yang sama seperti yang dialami Lin Huang.


"Aura naga suci Kaisar memang hebat, " ucap Lou Shi memuji.


Aura naga suci yang mereka serap akan menciptakan kejadian luar biasa suatu saat nanti. Aura naga suci yang murni dan sempurna akan memiliki kekuatan besar yang sama halnya dengan kekuatan seorang Kaisar sejati.

__ADS_1


Lou Shi berpamitan kepada Lin Huang untuk melanjutkan perjalanannya begitupun dengan Lin Huang sendiri yang akan kembali ke puncak Ilahi Duniawi.


Jendral An Ning menuntun kudanya menyusuri sungai mencari dimana Zhuo Qian berada. Dikejauhan, sosok anak kecil memandangi jasad seorang pria yang membuat Jendral An Ning yakin bahwa anak tersebut adalah Zhuo Qian.


Jendral An Ning menghampiri Zhuo Qian yang tengah memandangi jasad ayahandanya sendiri. Zhuo Shan mati ketika energi iblis menggerogoti tubuh dan jiwanya. Jendral An Ning menjelaskan dengan perlahan bahwa ibunya Fei Lian telah tiada. Sesuai dengan amanah yang diberikan, Jendral An Ning memberikan kalung tersebut dan memakaikannya di leher Zhuo Qian.


"Paman, kita akan kemana? " tanya Zhuo Qian.


"Jangan panggil paman, panggil ayah saja, " ucap Jendral An Ning.


Semua orang yang tidak mengetahui bahwa Jendral muda An Ning mengadopsi seorang anak, pasti mereka akan mengira bahwa selama ini diam-diam Jendral An Ning memiliki seorang istri.


"Kita akan pulang," jawab Jendral An Ning.


"Baik ayah, " balas Zhuo Qian.


Jendral An Ning menggendong Zhuo Qian mengendarak kuda dengan kecepatan sedang sembari menikmati pemandangan. Lin Huang membuat lingkaran di tanah menggunakan ujung pedang cahaya kebajikan hingga formasi teleportasi tercipta. Lin Huang kembali ke puncak Ilahi Duniawi menggunakan pedang cahaya kebajikan sebagai perantara.


Lonceng berdentang keras. Langit terbelah, pasukan berzirah naga datang membawa pesan. Zheng He yang berdiri tegap di puncak tertinggi Ilahi Duniawi melihat pasukan yang datang tersebut.


"Aku datang untuk membawa seorang bocah yang memiliki aura naga, " ucap Qi Dao.


Pemimpin Young datang berdiri di hadapan Zheng He dan menjawab pertanyaan dari Qi Dao.


"Tidak ada bocah yang anda maksud ada di sini, " ucap Pemimpin Young.


"Aku merasakan jejak keberadaanya ada disini beberapa saat yang lalu, " ucap Qi Dao.


"Petinggi Dao, bocah yang anda maksud tidak ada di sini dan sekteku tidak pernah ikut campur dengan urusan alam surga, " jawab Pemimpin Young.


Tekanan kekuatan tiba-tiba dari Qi Dao membuat murid puncak terkena dampaknya karena tidak bersiap-siap.


"Mohon kerjasamanya atau anda akan menerima masalah, " ucap Qi Dao.


"Tuan ini mengatakan yang sebenarnya, " jawab Pemimpin Young.


"Aku sudah memperingatkanmu, " ucap Qi Dao.

__ADS_1


Qi Dao memerintahkan prajurit menyerang. Zheng He memerintahkan murid elite membuat formasi perlindungan di seluruh bagian puncak. Lonceng emas berdentang sekali lagi merasakan energi kuat menerpa dirinya.


Aura surga berkumpul diseluruh tubuh Qi Dao menyelimutinya layaknya kepompong. Kekuatan jiwa menyelimuti tubuhnya dengan lambaian tangannya membuat formasi yang dibuat oleh murid elite puncak tergoncang.


Zheng He memanggil pedang cahaya kebenaran miliknya yang merupakan pasangan dari pedang cahaya kebajikan. Rambutnya berkibar, tangannya menggenggam erat pedang dengan mata tajamnya menatap Qi Dao.


"Pedang cahaya kebenaran milikmu akan cacat tanpa adanya pedang cahaya kebajikan, " ucap Qi Dao.


Lin Huang yang merasa dirinya telah kembali namun ternyata tidak. Lin Huang berada di tempat yang sama membuatnya terheran.


"Apa yang terjadi? " tanya Lin Huang.


Pedang cahaya kebajikan pemberian Zheng He bergetar hingga lepas terbang melesat menembus langit. Lin Huang ingin mengejarnya namun hatinya mengatakan tidak.


"Pedang pemberian guru He bergerak sendiri tanpa aku perintah yang kemungkinan guru He sendiri yang memanggil pedangnya untuk kembali, " ucap Lin Huang berasumsi mengenai pedang cahaya kebajikan yang lepas dari tangannya.


Lin Huang duduk diam menunggu pedang cahaya kebajikan kembali padanya sembari bermeditasi menyerap energi langit dan bumi yang seharusnya tak perlu ia serap.


Pedang cahaya kebajikan melesat menembus langit hingga sampai ditempat Zheng He berada.


"Kau mencari pedang ini bukan? " tanya Zheng He.


Zheng He melihat pedang cahaya kebajikan yang keluar dari sarungnya teringat akan partnernya.


"Kalian akan menerima hukuman! " ucap Qi Dao.


Qi Dao mengangkat kedua tangannya menyebabkan langit bergemuruh yang tak lama kemudian langit terbelah dengan aura surga yang menyeruak keluar. Pedang berselimut aura surga turun dari langit dan mendarat di tangan Qi Dao.


Zheng He melakukan persiapan dengan menggabungkan pedang cahaya kebenaran dan pedang cahaya kebajikan menjadi satu. Teknik yang digunakan Zheng He seharusnya dilakukan dua orang yaitu partnernya. Cahaya emas melesat menembus langit. Persatuan kedua pedang telah berhasil.


"Kau akan merasakan hukuman menentang perintah Kaisar Naga. Pedang Guntur Surga akan menghukummu! " ucap Qi Dao.


Zheng He memegang pedang erat ditangannya. Kekuatan pedang yang berpuluh-puluh kali lipat dari sebelumnya membuatnya yakin menang melawan Qi Diong.


"Izinkan Tuan ini mencoba Pedang Cahaya Buddha melawan Pedang Guntur Surga milik tuan, " ucap Zheng He.


"Aku izinkan! " balas Qi Dao.

__ADS_1


__ADS_2