
Lin Huang mendarat di wilayah tengah yang memiliki kota Zhongyang sebagai pusat kegiatan wilayah tengah. Gerbang kota Zhongyang berdiri megah dilewati oleh Lin Huang. Kedatangannya kali ini tanpa menyamar menyandang gelarnya sebagai Tuan Muda sekte.
Terdapat sebuah pilar yang menjulang tinggi ke langit hingga tak terlihat ujungnya. Pilar yang dikenal sebagai pilar menara langit. Kota Zhongyang yang dijaga oleh tiga kekuatan utama menjadikan kota termakmur diseluruh lapisan pertama. Berbagai orang membentuk aliansi hingga praktisi manusia yang berkeluarga dan mampu naik ke langit bersama membentuk sebuah klan-klan kecil hingga beberapa klan besar.
Lin Huang mendengar kota Zhongyang menyimpan tanah rahasia fondasi menari langit. Kontes tersebut diikuti oleh berbagai aliran termasuk sekte pedang surgawi sendiri. Daerah disekitar menara langit dikosongkan hingga membentuk sebuah daerah yang cukup luas dimana tempat tersebut yang akan menjadi tempat berkumpulnya para peserta.
"Tanah netral. Pasti menyimpan rahasia besar di dalamnya, " guman Bai Yanglan.
Lin Huang berjalan-jalan di sekitar menara langit menemukan sebuah tempat peristirahatan yang menghadap ke menara langit. Menyewa untuk beberapa waktu ke depan. Lin Huang masuk ke dalam dimensi kompas Xunbao ketika merasakan sesuatu. Shenglu tengah tertidur pulas di samping tungku ilahi.
Lin Huang melihat dimana tungku ilahi seakan mengalami perubahan. Lin Huang yang penasaran akan tungku ilahi pun terbang mendekatinya menjulurkan tangannya untuk menyentuh tungku ilahi tersebut. Jantung Lin Huang seakan berhenti dan kesadarannya di tarik paksa oleh sesuatu. Ia membuka matanya dan terkejut ketika melihat sekitarnya.
Hamparan tempat luad beribu-ribu mil jauhnya hanya terdapat tanah luas. Lin Huang melihat tungku ilahi yang melayang di udara dan bayangan raksasa layaknya dewa tengah mengelilingi tungku ilahi. Tungku ilahi membentuk perlindungan diri dengan berputar mengeluarkan kekuatan dahsyatnya mengalau orang-orang tersebut untuk mendekat.
Seluruh tanah disekitar retak hingga hancur ketika bayangan raksasa tersebut melambaikan tangannya. Lin Huang melihat pemandangan yang takjub. Sedetik kemudian seorang wanita agung berdiri di atas teratai mengeluarkan aura suci dengan selendang putihnya meniupkan udara hingga para bayangan raksasa tersebut hancur dan menghilang.
Tungku ilahi berputar dengan cepat dan aksara-aksara kuno melayang-layang di ruang kehampaan. Jumlah yang dapat Lin Huang hitung adalah 100.000 aksara kuno yang ada di sekelilingnya. Lin Huang melihat beberapa aksara yang menceritakan kejadian sesuatu ataupun teknik ilahi tertinggi. Menyadari bahwa para bayangan raksasa tersebut mengincar tungku ilahi guna mendapatkan isi yang ada di dalamnya. Salah satu paragraf aksara kuno tersebut menarik perhatian Lin Huang.
"Kata dirangkai menjadi kalimat. Kalimat dirangkai menjadi paragraf. Aksara berasal dari lisan yang kemudian tercipta sebuah tulisan. Berbicara dengan lancar layaknya burung bernyanyi. Sebuah kalimat berisi nyanyian makhluk abadi yang tertuang dalam sebuah puisi. Segala pengetahuan tertulis abadi dalam karya sastra sajak ilahi"
"Apakah ini sajak ilahi yang sebenarnya, kumpulan sajak ilahi dari para makhluk abadi? " ucap Bai Yanglan bingung ketika membacanya. Pencerahan agung yang dia dapatkan seakan hanya bisa membaca setengah dari seperkian paragraf tersebut.
__ADS_1
Sosok wanita agung tersebut seakan memberitahu Lin Huang bahwa dunia ini memiliki sejarah yang panjang dengan beribu kejadian menyertainya. Lin Huang melihat sosoo tersebut yang menghilang secara perlahan. Kesadarannya kembali dari tempat misterius tersebut. Nafasnya terengah-engah ketika melihat kejadian di luar pikirannya. Menatap tangan yang masih menyentuh tungku ilahi, Lin Huang merasakan kesadarannya diperlihatkan batu prasasti takdir kedua telah terlihat.
"Apakah batu prasasti takdir ada di lapisan kedua? Ketika aku berada di dekat menara langit aku bisa merasakannya, " ucap Bai Yanglan.
Memikirkan hal yang sebelumnya terjadi, ia menatap lekat tungku ilahi sembari berpikir keras.
"Apakah tiga dunia ini ada dunia lain?" pikir Bai Yanglan.
Sebuah kalimat terlintas di benak Lin Huang yang dimana kalimat tersebut tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Zaman pra-sejarah! Benar, pasti zaman itu. Awal mula penciptaan dunia! "ucap Bai Yangan.
Mengetahui bahwa tungku ilahi merupakan benda zaman pra-sejarah, Lin Huang tampak bersemangat namun tiba-tiba ia mendadak lesu ketika mengingat kembali bahwa zaman pra-sejarah tak tercatat dalam manuskrip yang dia ketahui.
Tungku ilahi tak merespon seperti sebelumnya, ia diam sembari mengeluarkan kekuatan jiwa seperti sebelumnya.
" Sepertinya aku memang harus ke perpustakaan surgawi. Aku belum kuat, tidak ada gunanya bila mengetahui. Aku harus segera mencapai lapisan ke delapan dan menerobos ke surga, "ucap Bai Yanglan membulatkan tekadnya.
Kesadarannya kembali, ia merasakan berbagai kekuatan kuat disekitarnya bercampur menjadi satu. Aura keluarga Fang bahkan dapat ia rasakan.
" Ternyata mereka kemari dan ayah juga? "ucap Bai Yanglan ketika merasakan aura dari ayahnya Bai Yifeng.
__ADS_1
Pintu terbuka dengan seseorang masuk ke dalam kamar. Bai Yifeng menyapa putranya.
" Tidak menyangka aku menemukanmu disini, "ucap Bai Yifeng.
" Ada apa ayah kemari, apakah ada sesuatu yang besar?"tanya Bai Yanglan.
"Kau tahu bahwa wilayah tengah kota Zhongyang adalah kota termakmur di lapisan pertama. Dasar dari menara langit ada di sini, setiap 100 tahun mereka generasi muda akan mencoba peruntungannya di dalam menara, " balas Bai Yifeng.
"Tanah rahasia yang dimaksud adalah wilayah disekitar menara langit? " ucap Bai Yanglan.
"Ya. Menara langit pada lapisan pertama total memiliki 1.800 ruangan. Ketika mencapai batas lantai teratas, maka tidak akan pernah bisa melanjutkannya karena lapisan pertama hanyalah sampai disitu. Di dalamnya memiliki berbagai macam rintangan dan harta, konon dewa yang telah naik ke surga meninggalkan barang-barang atau hal-hal duniawi mereka dan dijatuhkan pada menara langit yang kemudian tersebar di dalamnya di setiap lapisan langit, " jawab Bai Yifeng.
"Apakah ada persyaratan khusus? Ayah kemari apakah ingin menonton? " ucap Bai Yanglan ketika melihat ayahnya seperti antusias terhadap kejadian ini.
"Tidak ada, siapapun dapat mencobanya. Aku datang kemari karena yakin kau ada disini, harta yang menarik tentu saja kau ada di sana, " balas Bai Yifeng.
"Memang ayah yang terbaik, " ucap Bai Yanglan.
Bai Yifeng berbincang sebentar dengan Bai Yanglan bertanya kepadanya mengenai konfliknya dengan aula seni bunga serta keluarga Fang. Bai Yifeng menawarkan pembantaian terhadap orang-orang tersebut namun Bai Yanglan menolaknya dengan alasan menyakinkan bahwa kejadian tersebut memiliki konspirasi dibelakangnya dan berhubungan dengan keluarga Xiao.
"Kau tenang saja, klan Xiao akan tetap berada di bawah kendali klan Bai. Aku akan menyingkirkan segala rintangan sebelum kau menjabat sebagai ketua sekte selanjutnya. Sebelum waktunya tiba bagiku untuk naik ke lapisan selanjutnya, aku berjanji akan membereskannya, " ucap Bai Yifeng
__ADS_1
Lin Huang menganggukkan kepalanya tak lama kemudian Bai Yifeng pergi meninggalkan kamar Lin Huang.