
Sebuah pisau muncul yang diselimuti kekuatan hebat. Mei Fei mengulur waktu demi Fang Xiu dengan menyerang Lin Huang secara langsung.
"Teknik ilusi bunga! " ucap Mei Fei.
Bunga-bunga bermekaran di langit mengeluarkan serbuj sari yang membuat seseorang berhalusinasi. Mei Fei melesat mengayunkan pedangnya, tanpa diduga ditangkis oleh Lin Huang.
"Lemah! " ucap Bai Yanglan menampar Mei Fei hingga ia terjatuh.
Pisau pusaka Fang Xiu melesat ke arah Lin Huang yang ditahan olehnya. Pisau yang membelah diri mengelilingi Lin Huang berniat menusuk di setiap inci tubuhnya.
"Terlalu mudah! " ucap Bai Yanglan menghempaskan semua pisau yang mengelilinginya.
Lin Huang disambut serangan gabungan yaknik formasi melingkar rubah. Visual rubah keluar dari formasi meliuk-liukkan ekornya sesekali menyerang di sekitar Lin Huang.
"Shenglu! Tunjukkan pesonamu! " perintah Bai Yanglan.
Shenglu terbang membuka ekornya. Bulu-bulu indah terlihat dan tanpa sadar menjebak seseorang ke dalam ilusi. Shenglu bertarung dengan visual rubah tersebut yang menyebabkan pertarungan sengit.
Tendangan dari Shenglu menghancurkan visual rubah tersebut dan teriakannya mampu memecah gendang telinga Fang Xiu dan Mei Fei. Shenglu kembali ke dalam dimensi kompas Xunbao.
"Memang tidak bisa ditoleran, " ucap Bai Yanglan memerintahkan pedang Lanjie untuk membunuh mereka berdua.
Serangan tangkisan dari seseorang menghentikan pedang Lanjie. Pria tua mengenakan pakaian mulia berjalan dengan bijak sembari mengelus janggutnya menatap Lin Huang.
"Ampuni mereka, " ucapnya dengan nada pelan namun mengandung nada ancaman beserta nafas spiritual kuat.
"Siapa kau? " tanya Bai Yanglan.
"Orang-orang memanggilku sebagai Fang Bingyu, kau bisa memanggilku si tua Bingyu"
"Leluhur keluarga Fang? " ucap Bai Yanglan.
"Ternyata kau cukup pandai dan berwawasan, " puji Fang Bingyu.
Fang Ge muncul berdiri di samping Fang Bingyu melihat Lin Huang.
"Aku tak mencari masalah dengannya namun mereka bersikeras membunuhku. Tak akan salah jika aku membunuhnya, " ucap Bai Yanglan.
"Tentu jika yang kau bunuh adalah orang lain, namun mereka bukan sembarang orang yang bisa kau bunuh. Mereka berada di bawah perlindunganku, " ucap Fang Bingyu.
"Kompensasi apa yang akan aku dapatkan? " tanya Bai Yanglan.
"Kau tak akan mendapatkan kompensasi apapun, " balas Fang Bingyu.
"Maka aku tak akan melepaskan mereka, " ucap Bai Yanglan.
Pedang Lanjie kembali ke tangannya. Kekuatan pedang Lanjie meningkat di tandai dengan gelombang aura pedang yang kuat.
__ADS_1
"Anak muda yang ceroboh, " ucap Fang Bingyu.
Telapak tangan Fang Bingyu diselimuti aura kekuatan. Mereka beradu tinju. Ledakan disekitar terjadi sangat kuat hingga Fang Ge membuat perlindungan untuk mereka.
"Tak kusangka anak ini memiliki pencapain fisik yang mumpuni, " batin Fang Bingyu.
"Teknik tapak emas sakti memang kuat, " batin Bai Yanglan.
Mereka mundur ke belakang. Lin Huang mengusap pedang Lanjie hingga sepuluh pedang pembunuh muncul dibelakangnya. Fang Bingyu menyambutnya dengan mengeluarkan pedang kebanggannya.
"10 pedang pembunuh, aku menantikannya, " ucap Fang Bingyu.
Lin Huang melesat mengayunkan pedang Lanjie dihindari oleh Fang Bingyu yang menyamping. Berhasil mengecoh lawan, Lin Huang memerintahkan salah satu pedang pembunuhnya menyerang Fang Bingyu dari samping.
Seperkian detik Fang Bingyu hampir tersayat oleh pedang. Lin Huang menggunakan pedang Lanjie untuk bertahan dari pedang Fang Bingyu.
"Aku suka kepintaranmu, " ucap Fang Bingyu.
"Terimakasiu atas pujianmu, " balas Bai Yanglan mundur.
Pedang Lanjie ia angkat ke udara memerintahkan sepuluh pedang pembunuh menyerang secata bersama-sama ke arah Fang Bingyu. Satu per satu pedang pembunuh melesat ke arah Fang Bingyu.
"Anak itu bahkan terlihat mirip seperti saat Bai Yifeng masih muda, " batin Fang Ge.
"Pedang apa itu? " tanya Fang Xiu.
"Sepuluh pedang pembunuh. Pedang yang disempurnakan tetua sekte pedang surgawi digunakan turun-temurun oleh pewaris sekte. Sepuluh pedang yang dapat digerakkan oleh qi dari seseorang yang mampu memahami tubuh, jiwa dan hati pedang, " ucap Fang Ge.
Fang Bingyu menangkis setiap pedang pembunuh yang datang menyerangnya. Dentingan pedang dengan kecepatan tinggi dilakukan oleh Fang Bingyu.
"Dia mampu memahami tiga inti pedang, sungguh didikan yang sempurna, " gumam Fang Bingyu.
Pedang ia usap menggunakan tangannya membuat tubuhnya diselimuti oleh api yang kemudian visual burung rajawali api keluar dari dalam tubuhnya melesat ke arah pedang pembunuh.
Serangan tersebut disambut oleh pedang pembunuh dengan formasi gabungan meruncing. Fang Ge yang melihatnya teringat akan sesuatu dimana Bai Yifeng pernah bertarung menggunakan teknik ini.
"BLAMM!!!! "
Lin Huang memerintahkan sepuluh pedang pembunuh kembali kesisinya. Sebuah pisau melesat dari samping yang berhasil di hindari oleh Lin Huang. Fang Ge ikut serta dalam pertarungan ini.
"Hmmm... "
Lin Huang mengubah metode sepuluh pedang pembunuh yang kemudian berubah menjadi sayapnya. Fang Bingyu mengerutkan dahinya ketika melihat perubahan pada Lin Huang.
"Sayap pembunuh adalah transformasi dari sepuluh pedang pembunuh. Harap leluhur hati-hati, " ucap Fang Ge.
"Bocah itu pintar bahkan mampu mentransformasikan pedangnya, " ucap Fang Bingyu.
__ADS_1
Leluhur Fang Bingyu mengeluarkan teknik andalannya yaknik pedang ilusi hati. Fang Ge mengeluarkan pisau terbangnya untuk melawan Lin Huang. Kedua belah pihaj beradu dengan Fang Ge yang mendominasi menggunakam serangan jarak dekat. Pisau terbang terlempar kembali secepat kilat. Lin Huang salto melemparkan pedangnya ke arah Fang Ge.
Pisau terbang kembali kepada pemiliknya membentuk pertahanan formasi melawan pedang Lanjie. Fang Bingyu turun dengan mengayunkan dan menebas pedangnya. Berbagai bilah kekuatan pedang menyerang Lin Huang.
"Pedang ilusi hati memilik ketrampilan khusus. Aku menggunakan teknik ini untuk mengukir namaku, " ucap Fang Bingyu.
"Anda lupa bagaimana sekte pedang surgawi selalu mendominasi, " ucap Bai Yanglan menyatukan kedua tangannya dan pedang muncul yang diselimuti oleh aura jiwa yang kuat.
"Pemadatan jiwa pedang. Tubuh sebagai ganggang, jiwa sebagai tubuh, hati sebagai mata! " ucap Bai Yanglan.
Ribuan pedang jiwa muncul menyerang pedang ilusi hati Fang Bingyu. Tabrakan kekuatan yang dahsyat menimbulkan hempasan angin besar.
Pedang Lanjie menyerang Fang Ge memisahkannya dari Fang Bingyu. Fang Ge menyadarinya kemudian melemparkan pisau terbang miliknya ke arah Lin Huang. Kecepatannya seperti kilat. Pisau terbang di tahan oleh tangan kanan Lin Huang.
Tubuh Fang Bingyu di penuhi oleh kekuatan api yang tak lama kemudian membentuk sebuah burung garuda melesat ke arah Lin Huang. Fang Ge berhasil lolos dari kepungan sepuluh pedang pembunuh dengan membuat duplikat tubuhnya sendiri. Menyiapkan kekuatan terbesarnya guna menghancurkan pedang jiwa milik Lin Huang.
"Shenglu! " panggil Bai Yanglan.
Teriakan nyaring di langit disertai mekarnya bulu merak raksasa menutupi sebagai langit. Matanya menunjukkan amarah hebat. Bulu-bulu merak terbang di angkasa yang kemudian meledakkan diri secara beruntun. Shenglu hanya menunjukkan bayangan dirinya sesuai perintah Lin Huang.
"Teknik pusaran pedang pemusnah! " ucap Fang Bingyu sebelum terpental ke belakang.
Ribuan pedang terangkat membentuk pusaran raksasa berkeinginan melahap Lin Huang. Tubuh Lin Huang diselimuti oleh aura emas yang perlahan membentuk zirah yang merupakan evolusi dari tubuh surgawi. Teknik pertahanan zirah emas. Tubuh yang diperkuat oleh lembaran kekuatan dari teknik legendaris aliran Buddhis membuat Lin Huang unggul dalam segi fisik.
Menyatukan kedua tangannya seakan mengumpulkan energi besar. Langit muncul pusaran spiral misterius. Pusaran pedang pembunuh mulai menyerang Lin Huang dengan ribuan pedang menyerangnya secara bersamaan.
"Aku memberimu sebuah teknik perlindungan diri, kau bisa menggunakannya, " ucap Biksu Yuan Ying.
"Terimas kasih, aku akan mengingat kebaikan anda, " balas Bai Yanglan.
"Aku bisa mencoba teknik itu, " guman Bai Yanglan.
"Teknik lonceng kebenaran!! " ucap Bai Yanglan.
Lonceng raksasa berwarna emas turun dari pusaran spiral tersebut dan menghempaskan pusaran pedang serta mematahkan setiap pedang menyebarkannya ke segala arah.
Kedua telapak tangan bersatu diselimuti aura emas. Lin Huang membelah dirinya menjadi empat bagian mengeluarkan masing-masing lima tapak penghancur.
"Ayah!! Dia akan mengeluarkan teknik itu!! " teriak Fang Xiu.
"Teknik lima tapak penghancur!! " teriak Bai Yanglan.
Lima tapak raksasa mengarah ke Fang Bingyu secara bersama-sama.
"Apa!! Dia bisa menggunakan teknik aliran Buddhis! " ucap Fang Ge terkejut.
"Teknik aliran Buddhis! " ucap Fang Bingyu.
__ADS_1