
Petaka surga datang. Bai Yifeng membuat gerakan tangan mengeluarkan pedangnya untuk melindungi dirinya sendiri. Pedang membelah membuat perlindungan pedang. Petir melesat turun menghantam perlindungan pedang. Lin Huang melihat Bai Yifeng mengalami cobaan petaka surga di depannya. Ia merasa bahwa kultivasi yang ada di alam manusia hanyalah secuil dari jalan kultivasi sesungguhnya.
Alam manusia yang sekarang dipimpin oleh Kaisar Duniawi Lou Shi. Ia telah melihatnya dalam mata batin takdir hidup dan mati. Dirinya bertekad untuk menjadi kuat menaiki lapisan kesembilan bertanya kepada Kaisar Naga Zhang Jun kenapa dia menjadikan dirinya sebagai wadah.
Petir terakhir dalam cobaan petaka surga melesat menghancurkan pertahanan pedang Bai Yifeng. Aliran aura langit memenuhi pembuluh darahnya. Kultivasinya meningkat beberapa tingkat dan memenuhi syarat untuk naik ke lapisan kedua. Bai Yifeng membuka matanya menghembuskan nafas lega.
"Kau menungguku? " tanya Bai Yifeng.
"Ya. Sebelum ayah keluar mendengar berita, aku ingin bertanya mengenai tulisan kuno yang ada disini, " ucap Bai Yanglan.
Bai Yifeng beranjak berdiri. Ia berjalan mendekati Lin Huang dan memulai bercerita.
"Leluhur sekte pedang surgawi yang meninggalkan teknik pedang tertingginya pada dinding batu ini dan berharap generasi selanjutnya dapat mempelajarinya. Teknik dalam aksara kuno ini adalah lima lapisan pedang. Masing-masing pedang memiliki namanya tersendiri. Mereka tidak memiliki wujud fisik melainkan terbentuk dari energi jiwa pedang penggunanya. Aku hanya bisa menguasai tiga dari lima pisan pedang, " ucap Bai Yifeng menunjukkan tiga wujud pedang yang dia peroleh dan berhasil dikuasai.
Lin Huang mengamati tiga wujud pedang yang tercipta dari energi jiwa pedang Bai Yifeng. Memiliki ketajaman serta energi jiwa yang kuat.
"Aku hanya bisa tiga, kau pasti dapat melampauiku. Kau adalah pewaris sekte pedang surgawi. Darah leluhur klan Bai pada pada dirimu, " ucap Bai Yifeng menepuk pundak Lin Huang.
"Apa aku boleh mempelajarinya? " tanya Bai Yanglan.
"Tidak ada yang bisa melarang keinginanmu. Selagi kau merasa mampu kau dapat mempelajarinya kapanpun, " jawab Bai Yifeng.
"Apakah ada turunan dari teknik ini? " tanya Bai Yanglan.
Bai Yifeng terdiam sejenak mendengar pertanyaan Lin Huang. Bai Yifeng mengajak Lin Huang untuk berjalan mendekati sebuah dinding batu.
"Dalam catatan pada dinding batu ini ada turunan dari teknik ini yang telah dikembangkan dan saling melengkapi. Namun tidak disebutkan namanya beserta dimana catatan ataupun buku dari teknik tersebut, " ucap Bai Yifeng.
Lin Huang semakin yakin bahwa teknik lima langkah pedang adalah teknik turunan dari lima lapisan pedang.
"Tenang, aku akan mencarikan teknik pedang terbaik dari seluruh penjuru lapisan untukmu, " ucap Bai Yifeng.
Lin Huang tersenyum membalas ucapan ayahnya Bai Yifeng. Lin Huang berniat pergi keluar dari sekte beberapa tahun.
"Kau bisa pergi dengan tenang, sekte akan aku urus semuanya. Pasti tak mudah bagimu untuk mengurus sekte selama aku berkultivasi tertutup, " ucap Bai Yifeng.
Lin Huang berada di pinggiran gunung menatap luasnya hutan belantara dan kota Jiancheng dibawahnya. Kota yang dikelilingi hutan belantara dan menjadi kota terdekat dari sekte pedang surgawi.
"Rencanaku adalah sekte angin suci, " ucap Bai Yanglan.
Lin Huang mendengar kabar angin bahwa sekte angin suci mengadakan pengetesen kualifikasi untuk memasuki tempat harta karun. Lin Huang terbang ke arah sekte angin suci berada.
__ADS_1
Kembalinya Bai Yifeng serta keberhasilannya dalam kultivasi disambut oleh para tetua dan petinggi klan Bai.
"Hari ini, aku akan menangani masalah-masalah sebelum putraku Bai Yanglan mengambil posisi, " ucap Bai Yifeng.
"Apa yang terjadi satu tahun kebelakang? " tanya Bai Yifeng.
"Tuan Muda Yanglan mengambil alih posisi pemimpin sekte berhasil melakukan gerakan besar. Pengendalian hewan monster di wilayah utara sekte berhasil dilakukan dan perluasan wilayah sekte akan dilakukan, " ucap Bai Shisu.
"Bai Yifeng, putramu diincar oleh Xiao Qian, " ucap petinggi klan Bai. Bai Yuang.
"Maksud Tuan Yuang? " tanya Bai Yifeng.
"Xiao Qian mengincar kedudukan pemimpin sekte. Keluarga Xiao berada di bawah kendali klan Bai selama ratusan tahun. Mereka pasti berniat memberontak dengan membunuh Bai Yanglan pasti akan menyebabkan kekacauan, " ucap Bai Yuang.
"Apa! Beraninya mereka memberontak! " marah Bai Yifeng.
"Aku menyuruh pengawal rahasia menyelidiki mereka. Dimana Yanglan sekarang? " tanya Bai Yuang.
"Dia meminta izin kepadaku untuk pergi beberapa tahun setelah dia bertanya mengenai teknik leluhur, " jawab Bai Yifeng.
"Dia pasti mengalami hal berat hingga ia memilih pergi dari sekte. Xiao Ling adalah hasil penyelidikanku yang paling dekat dengan percobaan pembunuhan Yanglan, " balas Bai Yuang.
Lin Huang turun di sebuah hutan. Ia membunuh ratusan monster guna melatih ketajaman ilmu pedang. Kecepatan yang konstan dan ketajaman yang luar biasa membuatnya sedikit demi sedikit berhasil mempelajari teknik lima langkah pedang.
Pembantaian monster hutan oleh Lin Huang menarik seorang pendekar yang kebetulan lewat. Berpakaian tertutup mengenakan caping serta membawa sarung pedang tipis.
"Langkah tebasan pedang tajam! " ucap Bai Yanglan.
Kecepatan Lin Huang meningkat dengan tebasan yang tajam membuat beberapa monster mati seketika. Orang yang mengawasi Lin Huang menembakkan kekuatannya.
Lin Huang menghindari serangan tersebut kemudian orang misterius turun. Lin Huang bersikap waspada kepada orang tersebut.
"Siapa kau? " tanya Bai Yanglan.
Orang tersebut melangkah kakinya hingga sedetik kemudian berada di depan Lin Huang. Ia terkejut mundur ke belakang. Orang tersebut bergerak secepat kilat menyerang menggunakan pedangnya yang ringan menyerang Lin Huang.
Kesulitan ia hadapi namun sedetik kemudian ia tersadar dan mulai bisa mengimbangi gerakannya. Tekni lima langkah pedang tahap ketiga berhasil ia lakukan.
"Teknik langkah pedang bumi! " ucap Bai Yanglan.
Melesat menghunuskan pedangnya ke tanah hingga bergetar yang tak lama kemudian retak menyebar ke segala arah. Lin Huang melancarkan aksinya menggunakan gerak ilusi yang merupakan teknik kedua.
__ADS_1
"Langkah tebasan pedang tajam!! " ucap Bai Yanglan.
Bilah tebasan pedang berhasil di tangkis oleh orang tersebut hingga menbuatnya mundur kebelakang. Kecepatan Lin Huang konstan namun memiliki irama yang berbeda dalam setiap gerakannya.
Teknik keempat yaknik tebasan pedang tirani. Lin Huang berada dibelakang orang tersebut mengayunkan pedangnya. Merasa berhasil, Lin Huang tersenyum puas. Namun hasilnya ternyata salah, ia menyerang bayangannya.
Tubuh asli orang tersebut berads di balik batu. Lin Huang tanpa sadar marah hingga ia membangkitkan teknik kelimanya. Putaran pedang waktu.
Puluhan pedang tercipta. Lin Huang mengangkat pedangnya ke atas dan roda jam muncuk dibelakangnya. Lin Huang mengayunkan pedang membuat waktu berhenti sejenak. Ia melesat ke arah orang tersebut dan menyerangnya secara langsung.
Pedang Lanjie bertabrakan dengan pedang orang tersebut. Lin Huang menggertakak giginya merasakan sensasi tertantang. Kedua belah pihak mundur kebelakang.
"Teknik langkah lima pedang yang termasyur. Sudah lama aku tak melihatnya" ucap orang tersebut.
"Siapa anda? " tanya Bai Yanglan
"Gu Jiang, " ucapnya memperkenalkan diri.
"Junior memberi hormat, " ucap Bai Yanglan.
Gu Jiang. Pendekar dari aula pedang yang misterius konon berada di lapisan kedelapan dihormati dan disegani oleh semua orang.
"Kau dari klan Bai? Sekte pedang surgawi? " tanya Gu Jiang.
"Benar, junior Bai Yanglan"
"Teknik pedang yang kau pelajari barusan adalah salah satu teknik pedang hebat. Aku pernah melawan seseorang pengguna teknik ini, " ucap Gu Jiang.
"Apakah dari sekte pedang surgawi? " tanya Bai Yanglan.
"Benar. Dia adalah pendekar hebat. Pedangnya mampu menutupi langit dengan bayangannya. Sosok yang sempurna mengimplementasikan teknik lima langkah pedang. Bai Yingyu, aku mengingat namanya hingga sekarang, " ucap Gu Jiang.
"Junior mendapatkan pengalaman baru dengan melawan senior, " ucap Bai Yanglan.
"Harapanku kau dapat membuat prestasi lebih darinya. Kelak kau bisa menantangku, " ucap Gu Jiang pergi meninggalkan Bai Yanglan.
Sebuah plakat terjatuh yang ditujukan kepada Lin Huang.
"Kau bisa menggantungkan plakat itu di menara langit bila kau ingin menantangku, " ucap Gu Jiang.
Plakat yang bertuliskan Gu Jiang disimpan oleh Lin Huang dan mengingatnya mulai hari ini ia akan menjadi orang kuat serta mampu bertanding dengan Gu Jiang.
__ADS_1