
Kaisar merasa sedikit tidak tenang hatinya ketika Raja Jin mengaktifkan formasi tersebut. Formasi kuno yang ditunjukkan Raja Jin adalah formasi besar Wangchao yang dapat menghancurkan seluruh wilayah dinasti Wu. Orang yang dapat mengaktifkan tersebut tentunya adalah Kaisar pertama dan Kaisar ketiga dan Raja Jin. Kaisar Wu Jing Ren bahkan hanya bisa mengaktifkan formasi Wangchao dalam lingkup yang kecil. Hal ini membuktikan bahwa Raja Jin telah mencapai manusia abadi atau bahkan lebih. Kaisar Wu Jing Ren mengandalkan dukungan kepala kelarga besar untuk mengaktifkan formasi Wangchao.
"Bawa Permaisuri ke penjara bawah tanah!" perintah Kaisar.
Kaisar mengurung Permaisuri menggunakan aura suci naga kekaisaran dan membawanya kembali ke istana.
"Permaisuri akan dijatuhi hukuman mati sebagai ganti nyawa putri Raja Jin, " titah Kaisar.
Kasim Liu Ni mengumumkan titah penghukuman Permaisuri di depan publik bertempat di alun-alun ibukota kekaisaran. Ping Yin dibunuh di tempat oleh She Han dan mengambil jiwanya dibawa pergi. Xia Cheng dan Chen Lie yang berada tak jauh dari tempat persembunyian merasa nyawa mereka di ujung tanduk.
"Kita harus lapor Tuan besar, " ucap Chen Lie.
Mereka mengeluarkan jimat teleportasi menuju perguruan lembah racun. Lembah kabut hijau dengan bangunan megah tertutupinya merupakan tempat dimana perguruan lembah racun berada. Murid-murid perguruan lembah racun sebenarnya adalah seorang alkemis namun memiliki pengajaran yang berbeda dari alkemis umumnya. Mereka disebut sebagai alkemis pembunuh dan juga dibekali dengan ilmu beladiri yang membuat perguruan lembah racun mampu bersaing dengan kekuatan lainnya.
Keluarga Wen, keluarga Du dan keluarga Xiang adalah penopang dari perguruan lembah racun yang berdiri ratusan tahun bersama dengan ketua perguruan lembah racun. Xia Cheng dan Chen Lie muncul dan terjatuh dari langit tepat di dalam aula saat para pemimpin keluarga berkumpul dan juga ketua sekte beserta tetua lainnya.
"Lancang! " ucap tetua.
"Ampun,,, hamba Xia Cheng"
Kedatangan Xia Cheng dan Chen Lie mengejutkan semua orang. Ketua sekte yang merupakan ayah dari Wen Xi Meng dan juga mantan kepala keluarga Wen bertanya atas kedatangan mereka berdua.
"Apa maksudmu, putriku berlatih kultivasi iblis dan ingin di eksekusi mati oleh Kaisar? Bedebah!! " ucap Wen Guang Qing.
"Ketua, meskipun Xi Meng putrimu namun dia berlatih kultivasi iblis dan bila berita ini tersebar ke luar maka sesuai perjanjian Dayue, dia akan menjadi buronan seluruh daratan, " ucap kepala keluarga Du.
"Dia tidak sebodoh itu menyebarkan berita ini, eksekusi mati putriku demi meredam amarah kekuatan di dalam ibukota kekaisaran Wu, " balas Guang Xing.
"Siapkan pasukan rahasia, aku akan menyelamatkan putriku dengan tanganku sendiri! " perintah Guang Xing.
"Tunggu! " ucap kepala keluarga Xiang.
"Apa kau ingin menentangku, Xiang Ji Leng? " tanya Guang Xing.
"Bukan begitu ketua, namun tidak sembarangan kita bisa memasuki wilayah Wu. Terdapat batasan dalam dunia beladiri dengan pemerintahan dan jangan lupa, dia adalah seorang Kaisar, " jawab Ji Leng.
"Aku tahu, nyawa putriku diujung tanduk tidak peduli larangan apa akan aku hancurkan bahkan laut pun aku balik, " ucap Guang Xing pergi bersama dengan Xia Cheng dan Chen Lie.
"Apakah dia bodoh dan merasa begitu hebat hingga larangan wilayah dia langgar, lebih baik dia mati dan perguruan lembah racun hanya dimiliki oleh dua keluarga saja, " batin Ji Leng.
Guang Xing merobek ruang demi menghindari larangan batasan wilayah sembilan kekuatan dengan wilayah luar. Seluruh pasukan masuk ke dalam ruang tersebut. Permaisuri di ikat pada batang kayu di tengah alun-alun. Raja Jin tidak menghadiri acara tersebut dan menganggap tengah berduka. Kasim Liu Ni mengumumkan titah Kaisar untuk mengeksekusi mati Permaisuri di depan publik.
__ADS_1
"Guru, tubuhku terasa amat sakit dan jiwaku terluka parah, " gumam Permaisuri.
"Kau tenang saja, kau tak akan mati hingga tujuh kali karena jiwa setan akan menggantikan kematianmu. Pada saat kau berhasil menggabungkan kedua api neraka teknik rahasia di dalamnya terbuka, kau tunggu saja nanti saat aku bertindak"
Algojo mengangkat goloknya berniat memenggal kepala Permaisuri. Robekan ruang muncul membunuh algojo tersebut.
"Siapa yang beraninya membunuh putriku!! " marah Guang Xing.
Pasukan rahasia keluar dari robekan ruang membunuh prajurig yang berjaga. Kekacauan melanda membubarkan penduduk yang ingin menonton pertunjukan.
"Kaisar yang menurunkan titah eksekusi mati Permaisuri," ucap Kasim Liu Ni.
"Orang rendahan bahkan berani berbicara denganku, " ucap Guang Xing melemparkan bola kekuatan ke arah Kasim Liu Ni.
Kipas Gulao berputar menangkis serangan tersebut. Xing Jiao Lao muncul dengan kipas Gulao kembali ke tangannya.
"Xing Jiao Lao, beraninya kau mencampuri urusanku! " marah Guang Xing.
"Kau ingin membunuh Kasim kepercayaan Kaisar, apakah kau ingin memancing amarah Kaisar? " tanya Xing Jiao Lao.
"Aku tidak peduli dengannya, dinasti Wu hanyalah sampah yang tidak sebanding dengan sembilan kekuatan utama yang menggerakkan benua Feichang! " balas Guang Xing.
"Siapa! "
Ling Mei turun membawa guqin berdiri di samping Xing Jiao Lao yang disusul oleh lima bawahan kepercayaannya.
"Ling Mei, ketua paviliun Changge"
"Kalian berdua benar-benar bersekongkol melawanku, " ucap Guang Xing.
"Tuan Xing Jiao Lao tak dapat ikut campur karena dia bukan bagian dari Wu bukan berarti aku tidak boleh. Paviliun Changge cukup terpandang di wilayah Wu, kau menjadi ketua perguruan seharusnya kau tahu batasanmu, " ucap Ling Mei.
"Nona, aku memandangmu karena kau memiliki bakat bagus namun sepertinya kau menyia-nyiakan belas kasihanku, " ucap Guang Xing.
"Aku tidak butuh belas kasihanmu!" balas Ling Mei memainkan nada pembunuh menggunakan guqin miliknya.
"Senjata langit? Dinasti Wu ternyata tak semua sampah, " ucap Guang Xing.
Bilah-bilah jiwa keluar dari guqin menyerang Guang Xing namun ditangkis dengan mudah olehnya. Ling Mei membalikkan nada ketika Guang Xing telah mencapai jarak yang dia inginkan. Tali jiwa muncul dari dalam tanah menjerat Guang Xing. Ling Mei membalikkan guqinnya kemudian panah-panah kayu beracun muncul menyerang ke arah Guang Xing. Salah satu anak panah mengenai tubuhnya dan racun pun bekerja.
"Terlalu naif, racunmu tak bekerja untukku!" ucap Guang Xing menyerap racun Ling Mei menjadi aura kekuatan..
__ADS_1
"Wu Jing Ren!! Keluar atau aku hancurkan dinastimu!!" teriak Guang Xing.
Aura emas naga kekaisaran muncul. Raungan naga ke langit mengglegar hingga Kaisar Wu Jing Ren muncul di langit.
"Kau lupa akan janjimu! " marah Guang Xing.
"Putrimu berlatih jalan iblis, aku tak bisa apa-apa. Perjanjian Dayue mengatakan bahwa siapapun yanh berlatih jalan iblis akan diburu sampai ia mati, putrimu tidak mati ditanganku bukan berarti ia selamat" ucap Kaisar.
"Bedebah!! Kau naik ke langit hingga lupa siapa yang membuatkanmu tangga, " balas Guang Xing.
"Teknik angin racun!"
Kaisar membuka telapak tangannya menyerap energi racun tersebut berniat memurnikannya namun aura naga yang membungkus racun tersebut meledak.
"Kau terlalu meremehkanku, " ucap Guang Xing.
"Putrimu membunuh Raja Jin, jika aku tak memberikan kepalanya untuknya maka dinastiku akan hancur! " ucap Kaisar.
"Persetan dengan Raja Jin. Hanya seorang Raja bodoh bahkan kau takuti, " balas Guang Xing.
Petir mengglegar. Wilayah Eu berguncang hingga kekuatan tipis mulai terlihat di atas langit Wu. Formasi besar Wangchao telah aktif hingga bagian dalam. Kaisar menyadari tindakan Raja Jin segera melesat ke arah Permaisuri berniat membunuhnya secara langsung.
"Jing Ren!! Kau akan mati hari ini!! " teriak Guang Xing melemparkan belati racun pusaka miliknya sendiri.
Belati racun yang memiliki roh sendiri segera muncul menghadang Kaisar. Formasi besar Wangchao aktif mengumpulkan energi besarnya yang menyerap energi langit dan bumi di seluruh wilayah Wu bersatu pada titik penyerangan formasi Wangchao.
"Blarrrr!!! "
Petir menyambar ke arah Guang Xing yang menahannya menggunakan aura racun miliknya yang telah ia ubah menjadi tameng. Setelah berhasil memukul mundur Kaisar, belati racun kembali ke tangannya. Guang Xing menyuruh belati racun mengeluarkan rohnya menghancurkan petir tersebut. Petir formasi Wangchao hancur akibat belati tersebut.
"Apakah ini formasi Wangchao yang mereka sebut sebagai formasi pelindung dan pembunuh Wu? " batin Guang Xing.
"Aku menginginkan kepala putrimu sebagai persembahan untuk putriku! " ucap Raja Jin.
Raja Jin datang mengendarao angin dengan sepuluh prajurit elit dibelakangnya serta ratusan prajurit dibelakang mereka. Istana Raja Jin muncul setelah formasi dihilangkan. Jika seseorang melihat dengan seksama, maka posisi istana Raja Jin berhadapan langsung dengan istana utama kerajaan. Istana Raja Jin mewah dengan aura suci serta aroma obat abadi.
"Aku Jin Dan Yi, putrimu membunuh putriku Jin Yu Mei. Kau pergi dan tinggalkan putrimu atau aku bunuh kau bersamanya, " ucap Raja Jin.
"Aku akui kau kuat, tapi kau terlalu meremehkanku" balas Guang Xing.
"Manusia abadi, dia telah mencapainya meskipun aku samar-samar merasakan bahwa tingkatannya lebih dari itu. Sepuluh prajurit dibelakangnya berada pada tingkatan manusia abadi yang samar aku merasakan bahwa mereka bersiap naik ke alam selanjutnya. Aku tidak boleh meremehkannya. Aku tahu kenapa Jing Ren mengatakan bahwasannya dia dapat menghancurkan dinasti. Aku harus mencari kesempatan menyelamatkan putriku, " batin Guang Xing.
__ADS_1