Immortality Flower

Immortality Flower
Istana Jiwa


__ADS_3

"Bai Yanglan. Kita akan bertemu tak lama lagi, " ucap suara tersebut lembut nan halus.


Kekuatan mengalir perlahan menenangkan amarah dari jutaan jiwa pedang meminta mereka untuk kembali ke Tuannya masing-masing.


Peri Dong Lian melesat ke arah portal tersebut namun berhenti sejenak.


"Kami menunggu kehadiranmu," ucap peri Dong Lian yang ditujukan kepada Lin Huang. Ia melesat masuk ke dalam portal tersebut kemudian menghilang. Peri Yu Huan menerima berkah dengan ia berani menentang menegakkan istana awan.


Sayap peri Yu Huan mengalami evolusi bertingkat dengan ia mampu mengendalikan sulur memberikan mereka jiwa kehidupan yang lebih kuat.


"Tangga ilahi akan dibuka. Keberuntungan menapaki jalan menjadi dewa tergantung kalian, "ucap peri Yu Huan membuka sebuah portal di langit disusul dengan anak tangga keluar dari dalam hingga berada di tanah.


Yu Lian Lu pertama kali menapaki anak tangga tersebut di susul oleh Li Fuyao berikutnya. Chun Yan melihat Lin Huang sebelum ia manapakkan kakinya. Shenglu kembali ke dalam tubuh Lin Huang.


"Anak tangga itu menuju dimensi kekosongan. Kau bisa menaikinya secepat cahaya menuju istana jiwa, " ucap Lingxiao.


Kedua kaki Lin Huang menapaki anak tangga tersebut hingga kekuatan suci mengalir melesat dengan sangat cepat melewati semua orang. Lin Huang berada di dimensi kekosongan dengan anak tangga yang menjulang ke atas. Di sekelilingnya hanya terdapat pemandangan awam putih dengan suasana sunyi. Lin Huang menapaki anak tangga tersebut satu per satu. Sebuah gerbang yang sangat indah muncul ketika Lin Huang berada di atas.


"Gerbang immortal jiwa. Konon tempat dimana gerbang masuk istana jiwa, " ucap Lingxiao.


Lin Huang masuk ke dalam gerbang tersebut. Ketika ia membuka matanya, sebuah tempat bak istana surga dengan pemandangan indah disekelilingnya. Pilar-pilar tinggi menjulang ke langit.


"Selamat datang di istanaku,"ucap seorang wanita dengan suara lembutnya.


Lin Huang mendongak melihat ke atas tangga dimana bayangan seorang wanita di balik tirai duduk menghadapnya.


" Anda siapa? "tanya Bai Yanglan.


" Aku yang menyelamatkanmu sebelumnya."jawabnya membuat Lin Huang tahu siapa wanita itu.


"Tenang saja. Zhu Changyi tak akan berani menginjakkan kakinya di istana ini, " ucap wanita tersebut.


"Apa tujuan anda membawaku kemari? " tanya Bai Yanglan.


Kekuatan besar keluar dari tubuh wanita itu memadat membentuk sebuah formasi kemudian gulungan dengan jejak aura kuno menguar dari dalamnya.


"Apakah anda tidak akan menampakkan diri di sini? " tanya wanita tersebut.


"Siapa? " tanya Bai Yanglan.


Seberkas cahaya keluar dari dalam tubuh Lin Huang. Lingxiao muncul dalam bentuk jiwanya yang tampak seperti makhluk abadi mulia.

__ADS_1


"Shuang Er.... Sudah lama tidak bertemu setelah kejatuhanku, "ucap Lingxiao.


Tirai terbuka lebar. Shuang Er, penguasa istana jiwa berdiri melayang di udara melangkah turun ke arah Lin Huang.


" Anda bertemu Feng Lian? "tanya Shuang Er.


" Dia sama seperti dulu. Padahal kita hidup dalam generasi yang sama, "jawab Lingxiao.


" Tunggu! Kalian saling mengenal? "tanya Bai Yanglan.


" Tentu. Aku Shuang Er. Peri Abadi dan juga penguasa istana jiwa. Aku hidup dari zaman beliau, yakni zaman primordial. Istana jiwaku setara dengan kekuatan besar lainnya di zaman itu, "jawab Shuang Er.


" Dan kau? "tanya Bai Yanglan kepada Lingxiao.


" Kau akan tahu nanti, "balas Lingxiao datar.


" Gulungan jiwa primordial. Apakah kau menyimpannya?"tanya Lingxiao.


Shuang Er mengadahkan telapak tangan dan gulungan kuno tersebut melesat ke arahnya.


"Sembilan jiwa abadi. Tubuh giok murni dan pencerahan sejati. Gulungan jiwa primordial tetap aku simpan karena aku yakin anda akan kembali, " ucap Shuang Er.


"Apa itu gulungan jiwa primordial? " tanya Bai Yanglan.


"Gulungan jiwa primordial adalah kumpulan dari jiwa-jiwa murni dan menjadi harta ilahi yang langka. Kekuatan yang terkandung dari gulungan ini mampu menembus belenggu jiwa abadi palsu. Istana jiwa aku tugaskan menjaganya, " ucap Lingxiao.


"Jiwa abadi palsu? Apakah kultivasiku dan mereka hanyalah palsu? " tanya Bai Yanglan.


"Bukan seperti itu. Istanaku menyebarkan ajaran immortal kepada para manusia ataupun makhluk lainnya. Tingkatan kultivasi mereka telah aku tentukan dengan tersebarnya catatan-catatan pelatihan jalan kultivasi. Bahkan dewa sekalipun. Mereka tanpa sadar berada dalam belenggu jiwa abadi palsu. Dewa sesungguhnya bukan mereka. Kaisar Langit yang kalian anggap hanyalah raja surgawi, bukan Kaisar. Dia tak pernah tahu wujudku dan istanaku, " jawab Shuang Er.


"Jadi semuanya telah berada dalam kendali?" ucap Bai Yanglan.


Shuang Er menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Lin Huang.


"Dewa takdir adalah mata istana jiwa di dalam kekuasaan Zhu Changyi. Kelahiranmu adalah awal kehancuran yang telah ditentukan, " ucap Lingxiao.


"Empat pilar langit. Formasi Agung Yin-Yang dan lima elemen. Bunga teratai putih sembilan kelopak dan selendang suci adalah sisa dari pertempuran kuno. Bukankah begitu? " ucap Shuang Er kepada Lingxiao.


"Selendang suci telah diambil. Aku harus mendapatkan kembali teratai putih sembilan kelopak agar bisa kembali pada masa kejayaanku. Kutukan reinkarnasi lahir mati ada pada dirimu. Kau tak akan pernah bisa lepas dari kutukan ini karena kau ditakdirkan mati demi orang lain. Kau tenang saja. Aku dan dia akan melindungimu apapun yang terjadi. Satu-satunya cara agar kau bisa terlepas dari kutukan ini adalah menggulingkan salah satu takhta Kaisar Primordial, "ucap Lingxiao dengan nada penekanan penuh emosi.


" Apaka tungku ilahi ada pada anda? "tanya Shuang Er.

__ADS_1


Lingxiao menganggukkan kepalanya.


" Aku akan membantu anda dengan tungku itu, "ucap Shuang Er.


Mereka menghilang dan muncul dalam ruang rahasia istana jiwa. Altar dengan tujuh tungku di sekelilingnya terlihat mengeluarkan aura kuno.


" Aku teringat akan Kaisar Obat yang selalu menggodamu untuk menjual tujuh tungku bintang, "ucap Lingxiao.


" Hubunganku dengannya tak lagi sama, "balas Shuang Er.


Lingxiao mengeluarkan tungku ilahi yang kemudian melayang di tengah-tengah altar. Shenglu muncul terkejut akan aura dua orang tersebut.


" Kongque ya. Keturunan phoenix primordial? "ucap Shuang Er.


" Bantu aku dengan api Tianhuolu milikmu arahkan ke tujuh tungku itu, "ucap Shuang Er diangguki oleh Shenglu.


Tujuh tungku bintang menyala berkorbar dengan api surgawi Tianhuolu milik Shenglu. Lingxiao melayang berdiri tepat di atas tungku ilahi.


" Mungkin aku tak dapat membantu banyak dalam penyempurnaan jiwa. Mungkin anda bisa menemuinya suatu saat nanti, "ucap Shuang Er.


" Tak apa. Aku mengerti keterbatasanmu, "balas Lingxiao.


Shuang Er menggerakkan tangannya dan melemparkan bola api ke dalam tungku ilahi. Tujuh tungku menyala membentuk formasi ilahi dengan api Tianhuolu sebagai api surgawinya membantu nyala api tungku ilahi.


" Api pelahap langit! "ucap Shenglu terkejut.


Urutan tertinggi dari sembilan api surgawi adalah api pelahap langit yang mampu menelan seluruh api yang ada di semesta. Tungku ilahi memanas. Jiwa Lingxiao mulai disempurnakan menggunakan tungku tersebut. Api mulai membakar pakaiannya.


" Agak kuranh pantas aku lihat,"ucap Bai Yanglak berbalik.


Vitalitas jiwa Lingxiao dipulihkan beberapa persen dengan kekuatan Shuang Er. Gulungan primordial terbuka lebar memanjang memenuhi ruangan. Sembilan jiwa kuno, sembilan tubuh giok dan seratus pengetahuan makhluk hidup keluar masuk ke dalam jiwa Lingxiao. Shuang Er mengeluarkan sembilan jarum akunpuntur miliknya memerintahkan jarum tersebut menusuk beberapa titik jiwa Lingxiao.


"Teknik sembilan jarum Tianwu, " ucap Shuang Er.


Sembilan jarum tersebut bersinkronisasi memperlancar kekuatan dari gulungan primordial terserap dengan lancar. Perlahan kelopak bunga teratai muncul membungkus jiwa Lingxiao. Bunga teratai tertutup dengan sempurna.


Tanda pada dahi Shuang Er bercahaya mengeluarkan api jiwa primordialnya memantik kekuatan suci Lingxiao. Bunga teratai perlahan terbuka dan meledak. Lingxiao keluar dengan penampilan berbeda. Aura agung menguar namun samar. Vitalitasnya perlahan dipulihkan. Ia menapakkak dirinya di tanah. Lin Huang berbalik melihat pemandangan tersebut kagum untuk sesat.


"Aku butuh penjelasan semua ini, " ucap Bai Yanglan.


"Baik. Akan aku jelaskan nanti, " balas Lingxiao

__ADS_1


__ADS_2