Immortality Flower

Immortality Flower
Akhir Bagi Xiu Jing Dan Sun Jianglu


__ADS_3

"Itu... " ucap Bai Yanglan ragu.


Yu Lian Lu mendekati Lin Huang mendekatkan tubuhnya menatap Lin Huang.


"Aku akan melihatnya sendiri, " ucap Yu Lian Lu mengulurkan tangannya menyentuh dada Lin Huang.


Xie Lunyi muncul menangkis tangan Yu Lian Lu hingga membuatnya kesakitan.


"Siapa kau! Beraninya menyusup mansion Yu! " marah Yu Lian Lu.


"Berlagak seperti kediaman para dewa, " ucap Xie Lunyi.


Yu Lian Lu mengepalkan tangannya meninju Xie Lunyi namun di tahan dengan mudahnya.


"Tubuh surgawi bulan bintang? Menarik. Aku tunggu dirimu menjadi Dewi barulah kau layak bertarung denganku! " ucap Xie Lunyi menghempaskan Yu Lian Lu hingga terjatuh.


Xie Lunyi melihat ke arah Lin Huang memberikan tatapan tajam kepadanya.


"Kau laki-laki, jangan seperti perempuan murahan, " ucap Xie Lunyi sebelum menghilang kembali.


Lin Huang diam sejenak kemudian berniat membantu Yu Lian Lu untuk berdiri namun ditolak olehnya.


"Aku ingin memberitahumu bahwa keberangkatan akan dipercepat sebulan lagi, " ucap Yu Lian Lu berdiri kemudian pergi meninggalkan Lin Huang.


"Cih.. Wanita sok yang sombong, " batin Yu Lian Lu.


Lin Huang menggelengkan kepalanya. Ia berniat untuk menemui Chun Yan. Kediaman Chun Yan sebagai ksatria pelindung utama layaknya Lin Huang tak kalah mewah. Chun Yan tengah bermeditasi di atas air menyerap aura surga ke dalam tubuhnya.


"Hei! " panggil Bai Yanglan.


Chun Yan membuka matanya menghampiri Lin Huang.


"Ada apa kau kemari? " tanya Chun Yan.


"Membicaran mengenai segel milikmu, " jawab Bai Yanglan


"Kau telah melepas 2 segel yang mengikat jiwa dan hatiku, itu sudah cukup bagiku, "ucap Chun Yan.


" Aku tahu, segel yang ada di dalam tubuhmu sangatlah kuno. Namun aku memberikan ini untukmu, "balas Bai Yanglan.


Lin Huang memberikan buku teknik kepada Chun Yan yang berjudul Bunga Harum Menyesatkan.


" Teknik pedang bunga? Menurutku tidak cocok denganku, "ucap Chun Yan.


" Bukan sembarang teknik, kau dapat menggunakan pedang jiwamu sendiri untuk teknik ini maka kau akan tahu betapa hebatnya, "ucap Bai Yanglan.


Chun Yan menerima buku jurus tersebut kemudian menyimpannya. Waktu yang telah ditentukan tiba dimana Yu Lian Lu akan pergi ke istana awan.

__ADS_1


" Jaga baik-baik putriku, "ucap Yu Zi Feng.


Mereka berangkat menuju istana awan. Kabar dimana Yu Lian Lu dan kelompoknya berangkat menuju istana awan melewati wilayah prefektur utara membuat kegemparan berbagai orang.


" Apakah nona klan Yu memiliki kualitas bakat syarat menjadi Dewi? "


Kota dimana penguasa prefektur utara Sun Jianglu telah menerima kabar tersebut.


"Nona, kemungkinan aku akan membawa masalah, " ucap Chun Yan.


"Tidak apa. Bantai semuanya," balas Yu Lian Lu.


Kediaman penguasa prefektur. Xiu Jing mendengar kabar tersebut berusaha mencari cara agar kelompok Chun Yan tak bisa melewati wilayahnya.


"Ayah! Aku harus menghentikan dia! Bajingan Xun Fuang tak dapat diandalkan, " ucap Xiu Jing.


Sun Jianglu tengah diam seketika memanas ketika mendengar ucapan anaknya.


"Terserah apa yang kau mau," balas Sun Jianglu.


"Baik. Aku akan menggunakan formasi kota untuk mencegahnya, " ucap Xiu Jing.


Yu Lian Lu dan rombongan yang menaiki kapal terbang seketika berhenti ketika Lin Huang menginstruksikannya. Penjuru kota prefektur utara mengeluarkan kekuatan hebat dari segala penjuru yang kemudian bergabung membentuk formasi raksasa. Singa biru keluar dari formasi tersebut mengaum memberikan peringatannya.


Chun Yan melayang di udara dengan pedang jiwanya muncul menebas singa biru tersebut yang sama-sama mengeluarkan kekuatannya.


"Duar!!! "


Singa biru mulai terganggu dengan adanya serbuk sari tersebut. Kelengahan dimanfaatkan oleh Chun Yan melancarkan serangan terkuatnya untuk menghancurkan formasi tersebut. Ledakan besar terjadi disusul oleh serangan lain yang membuat Chun Yan terpental. Xiu Jing turun tangan memegang pedang yang berselimut aura merah.


"Kalian tidak akan pernah bisa melewati kota ini! " ucap Xiu Jing.


"Lancang! Beraninya kau menghalangiku, " balas Yu Lian Lu.


"Aku putra penguasa prefektur utara atas nama klan Sun, aku tak mengizinkanmu! " ucap Xiu Jing.


Chun Yan berhadapan langsung dengan Xiu Jing.


"Akan aku selesaikan disini, " ucap Chun Yan.


Mereka berdia bertarung dengan sengit, aura darah dari pedang Xiu Jing membuat Lin Huang terheran.


"Ambil pedang itu... " ucap suara misterius yang di dengar oleh Lin Huang.


"Teknik pedang darah! " ucap Xiu Jing mengayunkan pedangnya.


Chun Yan telah bersiap mengusap pedangnya yang kemudian sesuatu yang berupa energu jiwa mengalir melalui tubuhnya.

__ADS_1


"Segel lima hati: Teknik kedua hati sunyi! " ucap Chun Yan.


Bilah kekuatan dari pedang Xiu Jing terhenti diudara. Kekuatan jiwa Chun Yan menduplikasi tubuhnya sendiri melesat ke arah Xiu Jing memasuki hatinya dan memanipulasi dirinya.


Perasaan sunyi tanpa adanya suara apapun menganggu keadaan psikologisnya. Dengan jentikan dari Chun Yan, keadaan kembali seperti semula. Xiu Jing memuntahkan darah segar yang menetes jatuh ke tanah. Sun Jianglu merasakan darahnya mendidih dan kesakitan memejamkan matanya seketika tahu bahaa Chun Yan melukai putranya. Ia menghilang dari kediamannya.


"Kau sungguh tidak terduga bahkan mengalahkan pedang darah ku, "ucap Xiu Jing menatap tajam ke arah Chun Yan.


" Kau sebut sebagai pedang darah? Kau kira pedang milikmu pusaka iblis? "balas Chun Yan.


Ruang terbelah disusul kekuatan dahsyat mendekat dengan kecepatan tinggi. Lin Huang berniat turun tangan namun ia urungkan.


" Blarrrr!!! "


Tinjuan Sun Jianglu ditangkis oleh seseorang yang tak lain adalah Li Fuyao. Putra penguasa gunung Wushan.


"Kau jangan campuri urusanku! " marah Sun Jianglu.


Pedang batu raja menghamtam pukulan Sun Jianglu. Kekuatan hebat bertabrakan dengan dahsyat. Chun Yan bertarung dengan sengit namun berkat kultivasi yang aneh dari Chun Yan, Xiu Jing berhasil di lumpuhkan hingga mati.


Api kemarahan menyelimuti Sun Jianglu. Penduduk kota prefektur utara terkena imbasnya dengan aura kehidupan mereka diserap oleh Sun Jianglu. Pedang yang disebut sebagai pedang darah melesat ke arah Sun Jianglu diselimuti oleh amarah dendam ketika ia pegang.


"Sepertinya aku harus turun tangan, " ucap Bai Yanglan melesat ke arah pertarungan tersebut. Lin Huang berada di samping Li Fuyao membuat gerakan segel disusul oleh rantai yang keluar dari gulungan yang ia keluarkan.


Rantai meliuk di udara mengitari Sun Jianglu kemudian membelit tubuhnya.


"Bajingan!! " marah Sun Jianglu meledakkan kekuatannya memegang pedang darah yang kemudian melesat ke arah Lin Huang.


Pedang penghukum iblis ia keluarkan menangkis pedang darah Sun Jianglu. Dua kekuatan bertolak-belakang saling menyerang.


"Pedangmu tidak cocok bagi orang lemah sepertimu, " ucap Bai Yanglan membelah pedang penghukum iblis memerintahkan menyerang Sun Jianglu. Formasi besar muncul atas kehendak Lin Huang.


"Formasi ribuan pedang Huanyun! " ucap Bai Yanglan disusul oleh ribuan pedang keluar dari dalam formasi tersebut menyerang Sun Jianglu.


Pedang darah berkobar ketika menerima darah Sun Jianglu.


"Teknik pengorbanan jiwa iblis!! " ucap Sun Jianglu memanggil sosok iblis raksasa menghalau pedang yang datang.


Pedang penghukum iblis kembali ditangan Lin Huang yang kemudian ia usap sembari membacakan rapalan mantra. Mantra tertinggi kesadaran pedang ilahi dari buku seni pedang kuno membuat pedang penghukum iblia membuka larangan dunia dengan energi pedangnya yang mampu membuka sedikit celah dari gerbang langit lapisan ketiga.


Aura surga yang mendominasi menekan Sun Jianglu hingga titik penghabisannya. Visual roh raja suci muncul yang sedetik kemudian menebas hingga nyawa Sun Jianglu melayang.


Pertempuran telah usai, Lin Huang kembali ke kapal. Li Fuyao yang berada di kapal atas izin Yu Lian Lu.


"Kau mampu membuka larangan dunia, aku tahu kau bukan orang sembarangan, " ucap Li Fuyao.


Yu Lian Lu kagum ketika Lin Huang membuka larangan dunia tersebut.

__ADS_1


"Lanjutkan perjalanan, " perintah Yu Lian Lu.


Kapal bergerak ke arah istana awan. Berita mengenai kematian penguasa prefektur utara beserta putranya Xiu Jing telah terdengar hingga istana awan. Meskipun penduduk kota telah tiada sebagian besar namun istana awan tidak bergerak sedikitpun seakan cuek akan keadaan.


__ADS_2