
Hari dimana pertarungan telah tiba. Pemimpin masing-masing kekuatan telah hadir termasuk ketua aula pedang Jiang Bei. Ia duduk bersama dengan para pemimpin lainnya.
Gu Jiang terbang yang kemudian mendarat di arena pertarungan berdiri tegap menunggu kedatangan Lin Huang. Gerbang emas muncul di langit dan sosok agung keluar dari dalam. Ia mengenakan jubah kebesarannya bersutra biru duduk pada salah satu kursi kebesaran utama. Semua orang yang hadir berdiri memberikan salam hormat.
"Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar Langit, " ucap mereka serempak.
Kaisar Zhu Changyi melambaikan tangannya menyuruh orang untuk duduk kembali. Api membara di langit dengan kobaran yang tiada tara. Burung phoenix turun mendarat di samping Kaisar Zhu Changyi yang kemudian berunah menjadi seorang wanita mengenakan brokrat merah.
"Salam hormat kepada Maharani Phoenix, " ucap mereka serempak.
Angin seketika datang berhembus kencang. Awan terbelah dengan suara raungan menggema di langit. Seekor naga turun kemudian berubah menjadi sosok pria berwibawa berdiri di samping Kaisar Langit. Mengenakan brokrat emas bercorak naga.
"Salam hormat kepada Kaisar Naga, " ucap mereka serempak.
Tiga penguasa langit kesembilan telah hadir menyaksikan pertarungan tersebut. Akademi Tiankong dengan para jenius surgawi ikut turut hadir.
"Dimana orang yang ingin menantangmu? Sungguh tidak tahu malu untuk datang secara terlambat, " ucap Kaisar Zhu Changyi.
Cahaya secepat kilat melesat turun menghantam arena pertarungan. Lin Huang diselimuti oleh petir surgawi. Ia perlahan mendongak menatap Gu Jiang.
"Tak ku sangka kau menantangku secepat ini, " ucap Gu Jiang.
"Karena aku menginginkan namaku terkenal seantero langit dengan mengalahkanmu, " balas Bai Yanglan.
"Baik, aku akan meladeni dirimu, " ucap Gu Jiang melesat yang kemudian tiba-tiba muncul di depan Lin Huang.
Tangannya mengepal berniat meninju. Lin Huang dengan sekali melangkah berada di balik Gu Jiang.
"Apa! " ucapnya terkejut.
Lin Huang meninju dengan Gu Jiang dalam sikap bertahan. Mereka bertarung secara fisik namun kecepatan Lin Huang tak pernah menurun sedikitpun. Orang-orang bertarung dengan serius. Gu Jiang dipukul hingga terseret ke belakang. Ia mengeluarkan pedangnya melesat kembali menyerang Lin Huang.
"Pedang Angin tajam mendekati senjata Kaisar. Konon Gu Jiang dianggap sebagai salah satu yang terkuat di aula pedang, " ucap bisik-bisik orang.
Lin Huang tak mengeluarkan pedangnya namun ia tetap bertarung dengan tangan kosong. Benturan kekuatan terjadi begitu hebat. Gu Jiang melayang di udara memutar pedangnya membuat gerakan angin.
"Teknik bilah pedang angin! " ucap Gu Jiang mengayunkan pedangnya membuat pedang tersebut menghujami Lin Huang. Hujan pedang beruntun membuat asap mengepul.
Gu Jiang menghentikan serangannya menunggu reaksi Lin Huang. Lonceng emas muncul menahan serangan Gu Jiang.
"Apa! Dia menguasak teknik kuil besar! " ucap semua orang terkejut.
__ADS_1
"Menarik. Bahkan kau yang bukan murid dari kuil besar menguasai teknik pertahanannya, " ucap Gu Jiang melesat ke arah Lin Huang berniat membelah lonceng emas tersebut.
Gu Jiang menekan pedangnya agar perlindungan lonceng emas Lin Huang hancur. Pemimpin besar kuil, Tang Xingzhou mengelus-elus janggutnya.
"Konsentrasi pemadatannya telah sempurna. Tidak ada yang bisa menembusnya, " ucap Tang Xingzhou tersenyum ketika melihat teknik tersebut.
Gu Jiang mundur menyiapkan teknik terkuatnya. Ia mengusap pedangnya sembari membacakan mantra.
"Teknik pengepungan bilah angin ekstrem! " ucap Gu Jiang.
Gu Jiang melesat menghilang dan muncul sembari mengayunkan pedangnya membuat serangan bilah angin mengepung Lin Huang menghantamnya secara bersamaan. Lin Huang mengangkat tangannya membuat segel tangan.
"Teknik pertahanan mutlak lonceng emas! " ucap Bai Yanglan.
"BOOMM!!! "
Lin Huang tetap berada di tempatnya dengan lonceng emas utuh tanpa adanya celah.
"Bagaimana pendapatmu mengenai tekniknya?" tanya ketua aula pedang Yun Qing.
"Pertananan mutlak. Jika aku tak salah teknik itu adalah pertahanan terkuat dari kuil besar, " jawab pemimpin taman bunga persik Xie Hua menoleh ke arah Tang Xingzhou.
"Teknik pertahanan mutlak lonceng emas adalah yang di ajarkan oleh Kaisar Yindan dan merupakan pertahanan terkuat di kuil besar, " batin Tang Xingzhou.
"Teknik hujan pedang tak terbatas! " ucap Gu Jiang.
Portal muncul dengan ribuan pedang keluar menyerang Lin Huang. Ia bertahan menatap portal tersebut. Visual raksasa muncul di belakang Gu Jiang.
"Wujud roh jiwa pedang! "
Kemunculan visual raksasa tersebut menekan Lin Huang hingga ia tertunduk. Telapak tangan raksasa mencoba membunuhnya. Aura emas merembes keluar dari dalam tubuhnya. Lin Huang melayang di bawah tekanan tersebut. Menggabungkan kedua telapak tangannya disusul dengan visual seorang mulia mengenakan manik-manik di tangannya menyatukan kedua telapak tangannya. Satu persatu telapak tangan rakasa muncul hingga berjumlah sembilan. Aura naga yang terkandung di dalam tapak tersebut membuat dahi Kaisar Zhang Jun mengrenyit.
"Dia memiliki aura naga di dalam jejak tapaknya. Bahkan kemurniannya lebih tinggi dariku, " batin Kaisar Zhang Jun.
Biksu Tang Xingzhou seketika berdiri tangannya mencengkeram erat kursinya.
"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Xie Hua.
"Itu adalah teknik legendaris yang tercatat dalam sejarah kuil besar. Teknik kuno yang digunakan untuk melawan Kaisar Yindan. Teknik tapak sembilan naga, " jawab Tang Xingzhou.
Satu persatu tapak tersebut melesat menyerang Gu Jiang. Beberapa pedang raksasa melesat menahan serangan tersebut. Bak seekor naga asli, telapak tangan raksasa tersebut muncul naga yang meliuk-liuk melilit pedang Gu Jiang hingga hancur. Lin Huang beraksi menyerang langsung Gu Jiang menggunakan tapak sembilan naga yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Duarrr!! "
Lin Huang berhasil menghantam kedua dada Gu Jiang hingga membuatnya terjatuh ke tanah memuntahkan seteguk darah segarnya. Gu Jiang bangkit mengusap sisa darah yang ada di sudut bibirnya.
"Bagus!! Seranganmu cukup menyakitkan bagiku. Tapi ini semua belum berakhir! " ucap Gu Jiang menghunuskan pedangnya ke tanah.
Retakan terjadi secara cepat menyerang Lin Huang. Ia melompat ke udara menghindari retakan tersebut. Gu Jiang melakukan gerakan teknik yang panjang layaknya ia menari. Pedang bergetar kemudian Gu Jiang memperbesar pedangnya bersiap menyerang Lin Huang.
Kekuatan yang terkadung di dalam pedang tersebut sangat kuat disertai visual raksasa yang muncul kembali memegang pedang raksasa tersebut. Lin Huang berjalan layaknya seorang abadi dengan kedua tangan berada di belakang tubuhnya.
"Niat pedang harus murni dan bersih. Tujuh perasaan tiga hati harus dikendalikan secara baik. Delapan jalan kebenaran merupakan tujuan dari jalan pedang itu sendiri, " ucap Bai Yanglan disertai kekuatan energi pedang yang kuat merembes keluar dari dalam tubuhnya.
Ia mengangkat dua jari tangan kanannya ke atas membuat seluruh pedang bergetar hebat. Visual dari Kaisar Yin-Yang muncul menjulang tinggi menyamai milik Gu Jiang. Satu per satu pedang jiwa surga muncul hingga berjumlah sembilan buah. Akademi Tiankong terkejut akan teknik tersebut termasuk aula pedang.
"Han Yang hanya bisa membangkitkan enam pedang namun ia sembilan pedang secara lengkap dan sempurna, " ucap salah satu murid akademi Tiankong.
Sembilan pedang jiwa surga melayang melingkari tubuh Lin Huang. Satu persatu pedang berdatangan dari segala arah yang berfungsi sebagai tingkat anak tangga. Pedang yang berdatangan kian banyak. Aula pedang melihat pedang berputar layaknya tornado mengelilingi Lin Huang.
Ketua aula pedang terkejut akan kehadiran ribuan pedang tersebut.
"Kaisar Dewa pedang memanggil para jiwa pedang membantunya dalam berperang. Ribuan pedang datang memenuhi panggilan. Iblis musnah dengan jiwa pedang, perang usai tanpa adanya korban jiwa, " ucap ketua paviliun Zhenxi Guo Liang.
Semua orang berdiri kecuali tiga pemimpin besar tersebut yang duduk dengan tenang. Kaisar Zhu Changyi menyipitkan matanya menatap tajam ke arah Lin Huang.
"Anak ini benar-benar memahami jalan pedang hingga mampu mengendalikan ribuan pedang dalam genggamannya, " batin Kaisar Zhu Changyi.
"Kongque ditemukan olehnya dan aku yakin itu semua adalah takdirnya. Kekuatannya aku yakin melampaui semua orang, " batin Maharani Yi Fei.
Pedang muncul di tangan Lin Huang kemudian ribuan pedang tersebut begerak layaknya gelombang ke arah Gu Jiang menyerangnya dengan hantaman beruntun. Gu Jiang terkepung oleh pusaran tornado pedang tersebut. Ia memanggil spirit beastnya yakni singa berekor ular.
Singa tersebut mengaum membuat gelombang kejut membubarkan formasi pedang tornado yang mengelilinginya. Xiao Bao muncul di pundak Lin Huang menatap tajam singa tersebut. Xiao Bao membesar dengan ukuran raksasanya yang hampir menyamai tubuh Kaisar Yin-Yang.
Kepala kembarnya memiliki simbol yang membuat Kaisar Zhang Jun berdiri karena terkejut.
"Dia yang tak aku terima dalam wilayahku dengan tempramennya berhasil di taklukkan olehnya? Aku terkejut karena dia adalah hewan yang memiliki aura iblis kuat. Apa karena ia menguasai teknik kuil besar maka aura iblis dapat dimurnikan? " ucap Kaisar Zhang Jun.
"Dia telah berevolusi. Lihatlah simbol di kepalanya. Dua elemen yang berbeda. Sisik sekeras milikmu. Kekuatannya pulih sepenuhnya. Dia yang kau buang mendominasi langit bersama Tuannya, " balas Maharani Yi Fei.
"Dia benar-benar cerdas. Meskipun Kongque berada di baliknya, namun demi menghindari masalah besar ia menyembunyikannya dengan sangat rapi, " batin Maharani Yi Fei.
"Xiao Bao, kau tangani dia, " perintah Bai Yanglan.
__ADS_1
"Baik Tuan... " balas Xiao Bao melesat ke arah singa tersebut dan mulai bertarung.