
"Dia akan mengira bahwa teknik yang kau gunakan merupakan teknik perlindungan terkuat dari aliran Buddhis, " ucap Lingxiao.
"Teknik lonceng emas Kaisar Yindan memang kuat dalam bertahan, " puji Bai Yanglan.
"Tentu saja. Teknik ini memiliki tiga tingkatan sebelum mencapai sempurna. Teknik yang diciptakan Kaisar Yindan dari zaman primordial mana mungkin lemah, " balas Lingxiao.
Han Yang dengan marah menunjuk ke arah Lin Huang memakinya.
"Serang aku jika kau mampu. Aku tak akan melakukan ketika kau menyerang, " ucap Bai Yanglan menyulut amarah dari Han Yang.
"Jenius surgawi sepertiku yang statusnya mulia dengan mudahnya kau injak-injak. Aku akan membunuhmu!! " marah Han Yang.
Enam pedang jiwa surga melesat ke langit membuka portal pedang menghujami Lin Huang. Dengan satu gerakan tangannya, Lin Huang memperkuat lonceng emas Kaisar Yindan.
"Apakah anda datang hanya karena dia atau aku?" tanya Bai Yanglan.
Nenek Bao En melebarkan senyum ketika mendengar pertanyaan Lin Huang.
"Seluruh dominasi kekuatan bergerak mengikuti langkahmu. Maaf aku tak bisa membantu banyak karena hukum lapisan menekan kekuatanku. Aku bisa memberitahumu bagaimana cara mengalahkannya, " ucap nenek Bao En.
"Bagaimana caranya? " tanya Bai Yanglan.
"Dia menggunakan enam pedang menapaki jalan pedang hingga jiwanya menyatu dengan pedang. Hancurkan pedangnya maka engkau akan melukainya, " jawab nenek Bao En.
"Semudah itu? " ucap Bai Yanglan.
Han Yang memegang pedangnya mengayunkannya membuat tebasan raksasa menghantam lonceng emas.
"Gabungkan pedang penghukum iblis milikmu dengan pedang Lanjie, " ucap Lingxiao.
Tangan kiri Lin Huang muncul pedang penghukum iblis sedangkan di tangan kanannya muncul pedang Lanjie. Ia menggabungkan kedua pedang tersebut disertai percikan petir. Nenek Bao En terkejut.
"Penggabungan pedang! "ucap nenek Bao En.
Kedua pedang melebur menjadi satu membentuk pedang baru. Lin Huang memegang pedang tersebut memejamkan matanya. Lautan kesadarannya mengumpulkan aura sebanyak mungkin. Visual roh raja suci keluar melakukan hal yang sama dengan Lin Huang.
"Teknik pedang warisan mengandalkan jiwa seperti halnya dengan miliknya. Aku bisa menggunakan sepuluh pedang raja pembunuh untuk mengimplementasikannya,"gumam Bai Yanglan.
Satu per satu pedang muncul di bekalang Lin Huang yang berjumlah sepuluh buah. Mereka membawa atribut yang selaras. Lin Huang membuka matanya menatap dengan tajam Han Yang. Ia mengayunkan pedangnya hingga kekuatan tebasan raksasa melesat ke arah Han Yang.
Han Yang menyadari bahaya segera membelah kembali pedangnya berkumpul di telapak tangannya membesar dan berputar membuat perlindungan.
"BOMMM!!! "
Han Yang menahan kekuatan tebasan tersebut dengan menggertakkan giginya.
"Bajingan! Misi yang aku ambil mengantarkan nyawaku! " ucap Han Yang.
Lin Huang menghilang yang kemudian muncul di belakang Han Yang. Ia menebas tubuh Han Yang dengan pedangnya.
"ARKHHHH!!! " teriak Han Yang sebelum tubuhnya hancur.
__ADS_1
"Pyarrr!! "
Giok nama Han Yang hancur. Seseorang yang melihat hal tersebut mendongak ke langit dengan tatapan tak terbaca.
Pria Agung dengan segala kemuliaan yang ia sandang membuka matanya.
"Benar-benar liar. Tak masalah. Aku akan memberinya hukuman kecil, " ucap Kaisar Langit.
Telunjuk Kaisar Langit mengeluarkan gumpalan cahaya kecil yang kemudian ia lempar dan melesat pergi dari istana langit.
Lin Huang tak melihat bahwa gerbang emas tersebut menghilang.
"Cepat hancurkan pintu itu! " ucap nenek Bao En.
Shenglu meluncurkan kekuatannya berusaha menghancurkan pintu emas tersebut. Disusul oleh peri Yu Huan yang melakukan hal yang sama. Nenek Bao En menyiapkan tekniknya dan melakukan hal yang sama. Bai Yingmu melihat Li Junbei yang menganggukkan kepalnya. Mereka menggabungkan kekuatan guna menghancurkan pintu tersebut.
"Terlambat! " ucap Lingxiao.
"Maksudmu?" tanya Bai Yanglan.
Pintu emas terbuka lebar secara sempurna membalikkan seluruh kekuatan mereka.
"Kaisar Langit! " ucap peri Yu Huan.
"Dia manifestasi kekuatan Kaisar Langit. Aku akan bertindak, " ucap Shenglu melesat ke langit.
Nenek Bao En dengan cepat pergi ke arah Lin Huang dan sesat kemudian pukulan kekutan melesat.
Nenek Bao En menahan serangan tersebut menggunakan tongkatnya. Api berkobar yang berwarna hijau bercampur dengan kekuatan nenek Bao En. Shenglu muncul menahan serangan tersebut.
"Duarrr!!!! "
Serangan tersebut berhasil di patahkan dengan hasil mereka mundur beberapa langkah. Shenglu mendekati Lin Huang.
"Aku akan menahannya, gunakan seluruh kekuatanmu peringatkan kepadanya bahwa kau bukan orang lemah. Jika hidupmu telah berada di ambang batas, aku memiliki cara menyelamatkanmu, " ucap Shenglu.
Lin Huang menganggukkan kepalanya. Ia duduk bersila memejamkan matanya memulihkan dan mengumpulkan kekuatan.
"Kongque, apa kau ingin menentangku! " ucap Kaisar Langit.
Perwujudan kekutan dari Kaisar Langit yang besar membuat orang-orang di bawahnya layaknya kawanan semut.
"Aku tak menyebutkannya tapi kau yang bilang!" balas Shenglu.
Kaisar Langit menggerakkan tangannya disusul gumpalan kekuatab besar melesat ke arah Shenglu.
"Blaarr!! "
Bola energi menghantam tubuh Shenglu. Asap menghilang dengan Shenglu menumbuhkan sayap merak yang nenutupi tubuhnya. Api berkobar menjalar di sayapnya. Ia kemudian menembakkan ratusan bola api surgawi miliinya ke arah Kaisar Langit.
"Blarr!! "
__ADS_1
"Boommm! "
"Duarr!! "
Kaisar Langit menahan serangan tersebut menggunakan punggung telapak tangannya. Api surgawi Tianhuolu membuat telapak tangan Kaisar menghilang terbakar yang kemudian membentuk kembali. Nenek Bao En menancapkan tongkatnya di udara mengalirkan kekuatan pada tongkat tersebut melalui kedua telapak tangannya.
Tongkat tersebut bercahaya mengeluarkan kekuatan hebat membentuk formasi raksasa yang besarnya menyaingi perwujudan kekuatan Kaisar Langit. Ratusan rantai muncul melesat di udara mengikat Kaisar dan kemudian rantai tersebut menyerap energi besar untuk masuk ke dalam formasi nenek Bao En. Visual raksasa merak suci muncul di belakang Shenglu mengumpulkan kekutan sebelum ia tembakkan.
Lin Huang menemui Lingxiao di lautan kesadarannya.
"Bagaimana caranya agar aku menang? " tanya Bai Yanglan.
"Kerahkan seluruh teknik yang kau ingat dan berhasil di pelajari. Aku akan membantumu nanti, " jawab Lingxiao.
Lin Huang mengangukkan kepalanya. Ia membuka matanya kembali menatap Kaisar Langit dengan tajam. Kekuatan nenek Bao En dan Shenglu berhasil di tepis.
"Kau menindasku hanya karena aku tumbuh menjadi kuat. Apakah kau layak disebut sebagai penguasa immortal Yang Agung? " ucap Bai Yanglan.
"Kau hanya manusia rendahan yang takdirmu dikendalikan oleh orang sepertiku, " balas Kaisar Langit.
"Aku akan duduk di singgasanamu suatu saat nanti! " teriak Bai Yanglan.
Lonjakan kekuatan besar mengalir di tubuh Lin Huang. Hempasan energi yang kuat membuat nenek Bao En dan Shenglu mundur. Induk dari tubuh surgawi yakni Kaisar Yin-Yang muncul menyatukan kedua tangannya. Aliran-aliran sajak kuno mengelilinginya yakni teknik sajak ilahi. Gulungan muncul di depan Lin Huang yang setelah itu terbuka dengan kekuatan rasi bintang mengalir mengelilinginya memanggil lambang dari segala rasi.
Bai Yingmu melihat Li Junbei yang sama-sama mengangukkan kepalanya. Pedang Bai Yingmu dilemparkan ke udara yang diselimuti oleh seluruh kekuatannya. Li Junbei mengambil pedang raja batu milik Li Fuyao mengusapnya membuat pedang tersebut membuka batu-batu yang menyusunnya hingga kekuatan besar mengalir di dalamnya. Kekuatan dari inti segala kekuatan gunung Wushan terletak pada pedang batu raja. Kedua pedang melesat ke arah Lin Huang melayang mengelilinginya.
Kaisar Langit mulai menyerang dengan menggerakkan telapak tangannya yang ditahan oleh kedua pedang tersebut. Pedang berputar berusaha menahan telapak tangan tersebut sampai di tubuh Lin Huang. Chun Yan mengusap pedangnya. Tubuhnya diselimuti oleh aura jiwa yang kuat. Matanya berkorbar layaknya api. Kekuatan tekad akan membantu Lin Huang terpancar dari matanya.
Pedang ia angkat ke langit menimbulkan momentum petir misterius. Kekuatan besar yang merembes dari tubuh Chun Yan membentuk sebuah visual raksasa. Visual raksasa tersebut memiliki sembilan pedang yang ada di belakangnya. Chun Yan mengayunkan pedangnya ke arah telapak tangan Kaisar Langit membuat ledakan besar. Kaisar Langit menoleh ke arah Chun Yan.
"Kekuatan jiwa murni. Jiwa semurni teratai putih. Kau memiliki kekuatan dewa! " ucap Kaisar Langit.
Puluhan pedang raksasa muncul di sekitar Kaisar Langit melesat ke arah Chun Yan. Pedang batu raja menahannya dengan membuat perlindungan. Namun pedang Kaisar berhasil lolos. Chun Yan menunjuk pedangnya ke depan disusul dengan sembilan pedang melesat menebas dan menghancurkan pedang Kaisar.
Chun Yan memegang pedangnya dengan erat menggertakkan giginya.
"Teknik sembilan pedang jiwa surga!! " ucap Chun Yan.
Sembilan pedang miliknya melesat ke arah Kaisar Langit dengan kecepatan tinggi yang semakin meruncing. Kaisar Langit membuka telapak tangannya menahan sembilan pedang tersebut. Chun Yan mengangkat pedangnya ke langit disusul dengan sembilan pedang melesat ke atas bergabung menjadi satu.
"TEBASSS!!! " teriak Chun Yan.
Sembilan pedang milik Chun Yan yang telah bersatu atas perintahnya menebas tangan Kaisar Langit hingga terputus dan tak bisa muncul kembali. Tangan yang tersisa mengepal dan meninju Chun Yan hingga ia terpental jatuh terluka mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Apakah engkau sudah puas? " tanya Bai Yanglan.
Tangan Kaisar Langit yang berhasil ditebas oleh Chun Yan kembali utuh akibat teknik misterius.
"Aku menunggumu bagaimana kau menghadapiku, " ucap Kaisar Langit.
"Baik. Aku pastikan kau tak akan kecewa, " balas Bai Yanglan.
__ADS_1