Immortality Flower

Immortality Flower
Posisi Permaisuri Harus Berganti


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.......


Istana Kekaisaran memiliki harem yang cukup banyak dibawah pemerintahan Kaisar Wu Jing Ren. Permaisuri Wen Xi Meng melahirkan putra dari rahimnya yang bernama Jiang Zhi. Delapan selir melahirkan putra dan putri yang di total sekitar 12 anak.


Pangeran mahkota Jiang Zhi menduduki posisi pertama sebagai calon pewaris takhta Kaisar. Permaisuri Wen Xi Meng bersusah-payah mempertahankan posisinya sebagai Permaisuri beberapa tahun terakhir.


Tanpa adanya dukungan pihak keluarga sesuai dengan perjanjian yang telah ditentukan membuatnya kelimpungan. Adinya Wen He Lei bertahun-tahun tak dapat ia temukan keberadaanya. Posisi keluarga Lou semakin meningkat di pemerintahan meskipun belum mempunyai keturunan.


"Apa yang kau katakan! " marah Kaisar.


"Apakah kau ingin aku dikenal sebagai Kaisar bajingan! " ucapnya dengan marah pada salah satu Mentrinya.


Salah satu Mentri mengusulkan Kaisar untuk menggantikan posisi Wen Xi Meng sebagai Permaisuri.


"Yang Mulia. Permaisuri tak memiliki dukungan di pemerintahan. Bila keadaan terus berlanjut, keluarga besar berpengaruh di ibukota akan bertindak"


Kaisar Wu Jing Ren mengambil nafas dalam-dalam berusaha menenangkan dirinya yang tengah dilanda emosi.


"Apakah kalian ingin negara Wu tetap ada? " tanya Kaisar.


Semua orang mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Kaisar.


"Jika kalian ingin negara ini tetap ada. Maka kalian jangan pernah menyinggung tentang penurunan posisi Permaisuri. Apakah kalian lupa Permaisuri berasal dari mana? " ucap Kaisar.


Semua orang terdiam menundukkan kepala tak ada yang berani mengangkat kepala melihat pemimpin negara tersebut. Semua orang menyadari bahwa perguruan lembah racun termasuk bagian dari sembilan kekuatan dunia persilatan yang tak bisa disinggung dengan mudah. Permaisuri Wen Xi Meng yang bermarga Wen merupakan salah satu dari tiga marga yang memimpin dan mempunyai kekuatan berpengaruh di perguruan lembah racun. Sekarang marga Wen merupakan pemimpin dari perguruan lembah racun yang membuat Permaisuri memiliki identitas luar biasa bila semua orang memandang dari mata umum.


"Jangan kira kalian bisa membodohiku dengan mudah, " batin Kaisar


Kaisar Wu Jing Ren bertahun-tahun mempertahankan posisi Permaisuri bagi Wen Xi Meng. Sesuai dengah janjinya kepada keluarga Wen bahwa putrinya akan tetap menempati poisisi Permaisuri.


"Keluarga besar ibukota telah ada semenjak negara berdiri. Keluarga Lou memiliki putriku sebagai menantunya. Wilayah terkutuk merupakan wilayah kekuasaanku. Permaisuri memiliki dukungan berkat anda. Apakah Yang Mulia menutup mata akan keberadaan keluarga besar ibukota? " ucap Raja Jin.


Atensi semua orang beralih kepada Raja Jin. Kaisar melihat Raja Jin dengan pandangan menyelidik. Semua orang tahu bahwa keluarga besar ibukota berdiri sebagai penopang negara Wu. Keluarga Kekaisaran sekalipun diharuskan menghormati keluarga besar ibukota. Beberapa tahun terakhir berkat Raja Jin, keluarga Lou melesat dari keterpurukannya menjadi keluarga nomer satu di ibukota.


"Apa yang dikatakan Raja Jin benar adanya, Yang Mulua harus memandang mereka"


Semua orang berbisik berdiskusi mengiyakan pernyataan dari Raja Jin.


"Diam! " bentak Kaisar.

__ADS_1


"Posisi Permaisuri tetap milik Wen Xi Meng! Keputusanku sudah bulat, "ucap Kaisar.


"Jangan pernah melupakan negara ini ada karena mereka. Garis keturunan yang anda banggakan hanya akan menjadi lelucon bila tak ada dukungan dari mereka dalam membentuk negara. Ingatlah, pemerintahan dan dunia persilatan adalah hal berbeda, " ucap Raja Jin.


"Apakah anda sanggup menanggung kemarahan mereka? " tanya Kaisar.


"Sanggup tidaknya, aku usahakan sanggup. Tapi apakah anda sanggup menanggung pemberontakan? " ucap Raja Jin.


"Kau keterlaluan!! " marah Kaisar.


"Perintahkan Raja Jin untuk keluar dari aula!! " perintah Kaisar mengglegar.


Beberapa prajurit mengepung Raja Jin sesuai yang diinstruksikan Kaisar. Lambaian tangan menghempaskan prajurit tersebut.


"Ingat. Negara ini akan hancur bukan dari luar, namun dari dalam. Aku ingin kau berjanji kepadaku, ucap Raja Jin.


" Janji apa yang kau inginkan? "tanya Kaisar.


"Jika kau menyadari atas kebenaran dari ucapanku, maka kau harus menjamin garis keturunan keluarga Lou dan tiga kota pengikutku tidak boleh kau sentuh beserta keturunanmu nanti. Bila kau melanggarnya, maka jika aku mati tak akan pernah ku lepaskan dirimu! " ucap Raja Jin.


"Beraninya kau mengancamku! " marah Kaisar.


Kaisar tengah mengerjakan berkas-berkas dengan menahan emosi. Penasihat Agung memberi salam hormat.


"Yang Mulia harus menjaga kesehatan, " ucap Penasihat Agung.


Penasihat Agung memberikan semangkuk obat kepada Kaisar yang hanya dibalas angin kosong.


"Apakah kau menganggap Raja Jin telah gila menentangku secara terbuka? " tanya Kaisar.


"Hamba merasa Raja Jin memiliki motif tertentu," jawab Penasihat Agung.


"Raja Jin tak pernah muda ataupun tua. Semua orang menganggap bahwa dia adalah manusia setengah Dewa. Kekaisaran Wu terbentuk selain dari dukungan keluarga besar, Raja Jin lah yang membantu perluasan wilayah. Apa maksudnya untuk menurunkan Wen Xi Meng dari kursi Permaisuri, " ucap Kaisar.


"Kemungkinan Raja Jin mengetahui sesuatu dan tidak bisa bergerak lebih jauh karena dalam pengawasan seseorang, " ucap Penasihat Agung mengucapkan pendapatnya.


"Mengetahui sesuatu dan tidak bisa bergerak secara leluasa? Musuh seperti apa yang diperingatkan Raja Jin untukku"batin Kaisar.


Istana Permaisuri tampak tenang dan tentram dari luar. Beberapa tahun terakhir tak ada pergerakan lebih dari Wen Xi Meng akibat berbagai tekanan yang dia terima.

__ADS_1


" Yang Mulia, Kaisar memerintahkan anda untuk datang ke ruangannya, "ucap pelayan utusan Kaisar.


"Pergilah, aku akan ke sana, " jawab Wen Xi Meng.


Pelayan utusan Kaisar mengundurkan diri setelah menyampaikan pesan dari Kaisar. Wen Xi Meng tampak lebih segar dengan pewarna bibir yang baru saja ia kenakan.


"Aku ingin tahu, apa yang terjadi di ruangan rapat sebelumnya, " ucap Wen Xi Meng.


Wen Xi Meng berdiri dari kursi riasnya keluar ruangan yang kemudian diikuti oleh beberapa pelayan istana. Lingkungan disekitar ruangan kerja Kaisar sangat tenang. Penjaga menundukkan kepala hormat tanpa berbicara.


"Yang Mulia, " ucap Wen Xi Meng.


"Duduklah, " ucap Kaisar.


Wen Xi Meng menuruti perkataan Kaisar untuk duduk.


"Aku percaya padamu apapun yang terjadi, " ucap Kaisar.


"Apa yang terjadi di ruang rapat? " tanya Wen Xi Meng.


"Para Mentri menginginkanmu turun dari posisi Permaisuri. Raja Jin menambah argumentasi bahwa kau tidak memiliki dukungan di pemerintahan. Raja Jin mengatakan bahwa meskipun kau berasal dari keluarga Wen bagian dari perguruan lembah racun, tapi dunia pemerintahan dan dunia persilatan berbeda. Raja Jin memintaku untuk berjanji kepadanya bahwasannya suatu saat nanti bila aku mengetahui kebenaran, maka aku tak boleh menyentuh garis keturunan keluarga Lou dan pengikutnya, "ucap Kaisar menjelaskan kegelisahaannya.


"Dan dia mengungkit bahwa negara ini berdiri karena dukungan keluarga besar ibukota serta Raja Jin yang memperluas wilayah negara Wu, " ucap Kaisar.


"Apakah Raja Jin tahu sesuatu tentangku? Dan ini berhubungan dengan hilangnya He Lei" batin Wen Xi Meng.


"Semua orang tidak memandangku sebagai Permaisuri bahkan Raja Jin sendiri. Tapi aku tak akan memperkeruh suasana dengan melaporkan apa yang terjadi kepada ayah. Anda pasti tengah pusing memikirkan tekanan dari keluarga besar ibukota, " balas Wen Xi Meng.


"Kau memang mengerti tentang diriku. Aku akan mempertahankan posisi Permaisuri untukmu memandang status ayahmu sebagai pemimpin perguruan lembah racun, " ucap Kaisar.


"Yang Mulia, apakah aku boleh meminta sesuatu?" tanya Wen Xi Meng.


"Apa yang kau inginkan? " tanya Kaisar.


"Aku ingin memilih pelayan pribadi dan kasim untukku pribadi, " jawab Wen Xi Meng.


"Kasim Cang dan Kepala Pelayan istana akan mengaturnya untukmu, " ucap Kaisar.


"Terimakasih.." jawab Permaisuri.

__ADS_1


__ADS_2