
"Hamba menyarankan Yang Mulia membentuk pasukan pelindung kekaisaran, " ucap kepala keluarga Tu.
"Apakah anda yakin Yang Mulia? " tanya ketua sekte mulia.
Semua orang di aula terdiam mencuri-curi pandang ke arah Permaisuri. Kaisar yang mengerti keadaan lantas meminta Permaisuri untuk berbicara.
"Aku akan mendukung sepenuhnya keputusan Yang Mulia, " ucap Permaisuri.
"Permaisuri telah memutuskan kehendaknya maka aku tak akan sungkan lagi, " balas Kaisar mengeluarkan stempel giok naga kekaisaran.
"Dengan ini aku Wu Jing Ren memerintahkan untuk menghalau seluruh orang-orang yang akan masuk ke dalam wilayah Wu, " ucap Kaisar.
"Kami akan melaksanakan perintah sesuai keinginan Yang Mulia, " ucap mereka bersamaan.
Rapat berlangsung lama hingga keputusan akhir adalah dengan jendral besar mengerahkan berbagai pasukannya pada pos-pos terdekat dengan perbatasan luar wilayah. Keluarga besar memberikan bantuan pasukan khusus mereka yang turun temurun dari leluhur mereka guna membantu persiapan pertarungan dahsyat di masa depan.
Sekte mulia membantu dengan memberikan sebagian murid sekte berpengalaman bergabung dengan pasukan utama jendral besar. Sekte mulia membangunkan lonceng dan membuat formasi besar dengan bantuan seluruh murid sekte menutupi seluruh wilayah Wu. Keluarga besar kuno di ibukota mulai terbangun dari tidur panjangnya termasuk keluarga Tu yang mengirimkan pasukan terbaiknya.
Dengan keluarnya stempel giok naga kekaisaran, Kaisar berhak memerintahkan berbagai kekuatan di ibukota untuk membantu keamanan negara.
Chen Lie mengusulkan ke tempat penjualan budak guna mencari gadis sesuai perintah Permaisuri. Chen Lie mengiming-ngimingi mereka dengan kebebasan hingga mereka semua percaya. Dua puluh gadis dibawa Chen Lie ke tempat yang telah ditentukan bersama-sama.
Ping Yin mengincar desa-desa pelosok mengiming-ngimingi masa depan cerah dengan menjadi seorang pelayan istana. Penyamaran ia lakukan guna menghindari masalah di masa depan. Ping Yin membawa gadis-gadis desa ke tempat Chen Lie berada. Bangunan terbengkalai di tempat sepi menjadi tempat dimana mereka berkumpul.
"Apakah sudah cukup? " tanya Chen Lie.
"Sepertinya cukup, aku akan melaporkan kepada Yang Mulia, " balas Ping Yin.
Xia Cheng dan Chen Lie menjaga bangunan tersebut dan Ping Yin kembali ke istana melaporkan apa yang terjadi. Xia Cheng membawakan mereka makanan banyak mencegah kecurigaan timbul dihati mereka.
"Lapor Yang Mulia, gadis-gadis yang anda perintahkan untuk mencari telah dikumpulkan, " ucap Ping Yin.
"Tunggu malam nanti, " balas Permaisuri.
"Baik, " jawab Ping Yin.
Ping Yin mengirimkan sebuah surat kepada Chen Lie dan Xia Cheng.
"Setidaknya kita telah berusaha, Yang Mulia pasti akan memberikan kita penghargaan, " ucap Chen Lie.
Xia Cheng merasakan kecurigaan akan perintah Permaisuri hingga merasakan jantungnya berdebar kencang.
"Hidupku ada di tangan keluarga Wen," batin Xia Cheng.
Malam hari pun tiba, sosok berjubah hitam bertudung turun dari langit berjalan di bekas bangunan terbengkalai. Ping Yin datang bersamanya menandakan bahwa orang tersebut adalah Permaisuri.
"Salam Yang Mulia Permaisuri, " ucap Xia Cheng dan Chen Lie.
"Perintahlu selanjutnya adalah bunuh mereka semua, " ucap Permaisuri.
Xia Cheng dan Chen Lie terkejut sesaat hingga terdiam tidak membalas perintah Permaisuri.
"Mengerti Yang Mulia, " jawab Ping Yin.
Mereka kembali setelah terkejut sesaat.
"Mengerti Yang Mulia, " jawab mereka bersama.
Pintu terbuka dengan puluhan gadis memenuhi satu ruangan yang tertidur lelap dengan pencahayaan yang minim. Ping Yin mengambil pisau dari lengan hanfunya menggores dengan satu kali serangan pada salah satu leher gadis yang ada di sana. Xia Cheng dan Chen Lie diingatkan oleh Ping Yin untuk melakukannya dengan cepat.
Chen Lie menggunakan kekuatan elemen angin miliknya membunuh satu per satu gadis yang tengah tertidur lelap. Xia Cheng melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Chen Lie. Semua gadis telah terbunuh hanya dalam waktu sekejap tanpa adanya suara sedikitpun. Mereka melapor kepada Permaisuri yang tak lama kemudian Permaisuri mengecek hasil kerja mereka.
"Bagus, " puji Permaisuri.
"Aku lupa bahwa Yang Mulia Permaisuri adalah putri Tuan besar, tak heran bila tindakan kejam adalah hal yang biasa, " batin Chen Lie.
"Aku mengira Yang Mulia Permaisuri berada di istana bertahun-tahun akan menghilangkan kebiasaan kejam keluarga Wen, " batin Xia Cheng.
Beberapa saat kemudian ritual akan segera dilaksanakan. Bulan purnama akan tiba, api mendidihkan cairan yang ada di atasnya. Bulan bersinar terang tepat di atas benda tersebut. Cahaya bulan menyinari cairan mendidih tersebut yang kemudian api berkobar dari tangan Permaisuri mengeluarkan hawa iblis yang kuat hingga mereka yang ada di dekatnya terpaksa mundur.
Cairan yang mendidih tersebut lama kelamaan berubah menjadi sosok hitam legam menyerupai manusia namun suara hewan yang keluar dari mulutnya. Sosok tersebut menyerap hawa iblis yang menguar dari api yang dikeluarkan oleh Permaisuri. Lama kelamaan sosok tersebut berubah menjadi wujud manusia sepenuhnya dengan api hitam di tangannya.
__ADS_1
"Aku Raja Mo Fuchou menerima persembahanmu. Apa imbalan yang kau inginkan, " ucapnya dengan suara berat.
Permaisuri membuang jubah tudung hitam miliknya yang menunjukkan kembali wujud putri iblis miliknya. Raja Mo Fuchou terkejut kemudian menyadari ada sosok kuat di dalam tubuh Permaisuri.
"Tuan Kaisar Iblis, " ucap Raja Mo Fuchou.
"Dia adalah muridku, berikan dia api dendam milikmu"
Raja Mo Fuchou memberikan api dendam murni miliknya sendiri kepada Permaisuri. Hawa meningkat drastis dengan aura pekat menguar ke udara. Berbagai arwah dendam seakan ingin keluar dari dalam tanah. Ping Yin yang sejatinya tubuhnya telah ternodai iblis membuat Raja Mo Fuchou tertarik.
"Apakah hamba boleh membawa wanita itu? " tanya Raja Mo Fuchou.
"Dia telah dinodai Mo Zui"
"Hamba mengerti, " ucap Raja Mo Fuchou.
Raja Mo Fuchou menghilang setelah melakukan apa yang diinginkan Kaisar Iblis. Xia Cheng dan Chen Lie terkejut mengenai Permaisuri yang nekat berlatih kultivasi jalan iblis.
"Nyawa kita taruhannya, jika kita mengungkapkan kepada dunia maka sama saja kita mati ditangan Yang Mulia," ucap Chen Lie melalui transmisi suara.
Permaisuri berada dalam tahap wujud putri iblisnya hingga memicu petaka langit. Langit mengglegar dengan bulat tertutup awan gelap. Dua api terbang melingkari tubuh Permaisuri yang kemudian berhenti di kedua telapak tangannya.
"Gabungkan kedua api tersebut hingga menghasilkan api petaka amarah neraka. Sebelum itu kau lindungi dirimu sendiri dari serangan yang kemungkinan datang"
"Murid mengerti, " balas Permaisuri.
"Kalian lindungi aku, " perintah Permaisuri.
"Baik"
Permaisuri duduk bersemedi melayang di udara. Kedua api perlahan ia satukan. Penyatuan api neraka yang sebenarnya adalah bertolak bekalang kecuali Kaisar Iblis sendirilah yang baru bisa menyatukan api tersebut.
Angin berhembus yang tak lama kemudian puluhan tombak menyerang mereka.
"Teknik putaran angin! " ucap Chen Lie.
"Wushhh... "
Tombak-tombak yang datang terjatuh seketika akibat teknik dari Chen Lie. Puluhan orang datang menyerbu mereka hingga terkepung. Mereka mendekat pada tubuh Permaisuri melindungi sebisa mungkin.
Pedang muncul pada udara kosong yang tak lama kemudian berada di tangan orang tersebut.
"Aku akan membunuhmu dan menyeret bangkai tubuh Tuanmu menunjukkan kepada dunia bahwa hinanya kalian seorang kultivator iblis! "
"Serang!! "
Mereka menyerang secara bersama-sama ke arah tubuh Permaisuri. Xia Cheng telah memanggil senjata tingkat tingginya hal yang sama di lakukan oleh Chen Lie. Ping Yin membuka telapak tangannya ke langit memanggil setan-setan yang ada di dunia.
Mereka memiliki pasukan setan yang cukup untuk melawan pasukan orang tersebut.
"Ternyata kau praktisi iblis! "
"Ya memang! Aku kultivator iblis! " ucap Ping Yin.
"Serang!! " perintah Ping Yin.
Setan-setan yang berwujud tak beraturan menyerang pasukan manusia yang dipimpin oleh orang misterius tersebut. Xia Cheng bertarung sama halnya dengan Chen Lie.
"Trang!!! "
Pedang Xia Cheng beradu dengan salah satu pasukan mereka. Pasukan setan yang dipanggil Ping Yin menembus dan menghisap setiap energi kehidupan pasukan orang tersebut. Permaisuri berada dalam kondisi yang kritis dimana penyatuan dua api neraka pada tahap terakhir.
"Tombak penghancur bumi, keluar! " ucap orang tersebut.
Retakan tanah yang disusul dengan ledakan dari dalam tanah membuat pasukan setan mundur ke bekalang. Kekuatan besar muncul dari dasar tanah.
"Kalian adalah orang-orang iblis! "ucapnya dengan marah.
Tombak ia pegang. Kekuatan energi bumi yang diserap oleh tombak tersebut kian meningkat.
" Teknik sembilan bilah angin penghancur, keluar!! "ucap Chen Lie.
__ADS_1
Xia Cheng membuka larangan pada tubuhnya yang merupakan segel penakan yang dibuat oleh Tuan besar. Kekuatan Xia Cheng meningkat puluhan kali lipat.
" Sepertinya dia benar-benar serius melindungi Permaisuri di saat-saat seperti ini, "batin Chen Lie.
Hentakan satu kaki Xia Cheng membuat tanah melayang yang kemudian menghancurkan setiap pasukan dari orang tersebut. Darah menggenang di tanah. Salah satu dari mereka lolos berniat menyerang Xia Cheng dari belakang.
" Teknik pukulan setan! "ucap Ping Yin.
Telapak tangan raksasa menghantam orang tersebut hingga mati. Sosok yang menyaksikan pasukannya mati membuat dadanya merasakan amarah yang ingin meluap.
" Aku Chong Gu. Tetua aliansi Jianling akan membunuhmu sebagai persembahan tombak bumi milikku!! "
Tombak bumi menggerakkan tanah mengumpulkan energi bumi yang banyak hingga tombak bumi mengalami peningkatakan kekuatan. Pedang Xia Cheng bertransformasi menjadi pedang pembelah samudra. Tombak bumi melesat dengan kekuatan terkuatnya disusul oleh Xia Cheng yang melemparkan pedang miliknya.
Kekuatan mereka seakan seimbang. Chong Gu menekan tombaknya membuat Xia Cheng mundur satu langkah. Sembilan bilang angin Chen Lie melesat berputar membuat gerakan tipu yang kemudian menyerang dari arah belakang Chong Gu.
"Teknik telapak setan penghancur, " ucap Ping Yin.
Telapak raksasa muncul menyerang Chong Gu dari samping. Chong Gu merasakan kekuatan dari ketiga orang tersebut hanyalah bualan belaka.
"Kalian anak muda yang sangat disayangkan. Kalian akan mati dibawah kekuatanku! "ucap Chong Gu.
Chong Gu mengerahkan kekuatan asli tombak bumi membuat mereka bertiga kesulitan bertahan. Satu demi satu langkah kaki mereka mundur hingga ledakan dahsyat di udara dengan asap hitam mengepul menutupi pemandangan.
" Tetua Chong Gu, kau bahkan berani melukai orang-orangku. Apakah kau lupa siapa aku? "tanya seseorang.
" Semut kecil sepertimu tak pantas aku ingat, "balas Chong Gu.
" Oh, semut kecil? Apakah kau lupa wajah ini? "ucapnya seraya melambaikan tangannya.
Asap hitam seketika menghilang dengan Permaisuri berdiri tegak di depan meraka bertiga.
" Wen Xi Meng!! "ucap Chong Gu.
" Apakah kau tidak menghormatiku sebagai Permaisuri ha!! "ucap Permaisuri menghempaskan auranya yang telah bercampur dengan aura iblis.
Ledakan aura membuat penekanan pada tubuh Chong Gu.
" Kau melakukan tindakan terlarang!! "ucap Chong Gu.
" Apakah kau berhak menyuruhku? "tanya Permaisuri.
" Bang!! "
Chong Gu terjatuh ke tanah dengan posisi tertelungkup menahan tekanan aura yang besar membuatnya memuntahkam darah segar. Tulang-tulangnya terasa remuk.
Permaisuri berjalan mendekati Chong Gu yang tengah menahan rasa sakit yang luar biasa. Chen Lie menghampiri Xia Cheng yang tengah terluka parah akibat membuka segel larangan yang ada pada tubuhnya.
"Kau terlalu memaksakan diri, " ucap Chen Lie.
"Tak apa-apa, tugas kita adalah melindungi Yang Mulia Permaisuri. Namun sepertinya dia yang melindungi kita," balas Xia Cheng.
Ping Yin menghampiri mereka bersama dengan pasukan setan yang masih tersisa. Dua pasukan setan masuk ke dalam tubuh Xia Cheng dan Chen Lie yang tak lama kemudian keluar dari tubuhnya. Chen Lie tak merasakan sakit apapun setelah setan tersebut keluar dari tubuhnya. Xia Cheng tidak ada perkembangan yang cukup signifikan layaknya Chen Lie.
"Tidak mungkin, apa yang terjadi dengan tubuhmu? " tanya Ping Yin.
Permaisuri berada di depan Chong Gu yang kemudian membunuhnya dengan satu kali tebasan. Xia Cheng pingsan tak kuasa menahan sakit yang ia alami.
"Yang Mulia! "panggil mereka.
Permaisuri datang mengecek keadaan Xia Cheng.
" Bawahanmu sepertinya tidak sederhana, selain segel yang ditanam oleh keluargamu. Aku menemukan hal lain,"
"Bila guru berkata seperti itu, maka dia pasti berguna untukku dimasa depan, " guman Permaisuri.
Permaisuri menempelkan telunjuknya pada dahi Xia Cheng. Beberapa menit kemudian Xia Cheng tersadar.
"Kau bagus bahkan berani mempertaruhkab nyawamu sendiri, " puji Permaisuri.
"Telah menjadi tugas hamba untuk melindungi Yang Mulia, " balas Xia Cheng.
__ADS_1
"Mulai hari ini kalian adalah bawahan kepercayaanku, bila kalian memiliki keluhan terhadap orang yang sekiranya kalian tak sanggup menahan akibatnya, laporkan kepadaku. Akan aku bawa kepala mereka kepada kalian, " ucap Permaisuri.
"Terimakasih atas kerendahana hati Yang Mulia, " ucap mereka bersamaan.