Immortality Flower

Immortality Flower
Mereka Pasangan Serasi Tak Sehati


__ADS_3

Guan Ping berlari menuju area hutan setelah tak sengaja menemukan Fei Lian. Fei Lian menceritakan tentang Luo Shi yang membuat Guan Ping tahu bahwa seseorang yang dicarinya berada tak jauh darinya.


Guan Ping mengungsikan Fei Lian dan Zhuo Qian ke luar desa. Zhuo Shan selalu bersama dengan Fei Lian meskipun ia tak mengenali istri dan anaknya sendiri.


"Bocah itu harusnya berada di sana, " ucap Guan Ping.


Seseorang berlari ke arah bersamaan tak jauh dari Guan Ping. Tebasan pedang menghadang perjalanan Guan Ping. Mereka berhenti berlari dan berhadapan siap menyerang satu sama lain.


"Zhao Ning! " ucap Guan Ping.


Zhao Ning mengibaskan tangannya membuat pedang miliknya mendengarkan perintah menyerang Guan Ping. Pedang melesat satu persatu ke arah Guan Ping. Menunduk, berputar hingga salto dilakukan oleh Guan Ping menghindari serangan pedang milik Zhao Ning.


Guan Ping melemparkan pedang bayang miliknya berselimut aura biru gelap malam ke arah Zhao Ning. Keheningan dari pedang bayang malam hampir membuat nyawa Zhao Ning melayang. Pedang bayang malam tertancap ditanah.


Guan Ping memanggil pedang bayang malam sehingga kembali ke tangannya bertabrakan langsung dengan Zhao Ning.


"Pedangmu tak sekuat pada malam hari, " ucap Zhao Ning.


"Aku tak tertarik melawanmu, " balas Guan Ping menekan pedang bayang malam hingga membuat Zhao Ning terpental.


Guan Ping meninggalkan Zhao Ning memasuki hutan lebih dalam lagi. Zhao Ning melihat dirinya diabaikan membuatnya marah sehingga melemparkan pedangnya ke arah Guan Ping.


Guan Ping tidak menyadari bahaya dari belakang. Zhao Ning tersenyum senang melihat mangsanya lengah. Sebuah pisau melayang membelokkan pedang Zhao Ning hingga tertancap ke tanah.


"Siapa! " ucap Zhao Ning.


Guan Ping tahu bahwa Zhao Ning tak akan melepaskannya dengan mudah, namun pada saat kritis, seseorang membantunya.


"Aura orang ini tak asing bagiku, " gumam Guan Ping.

__ADS_1


Guan Ping berlari namun bisa merasakan aura kuat dari seseorang yang kemungkinan membantunya.


"De Yuan! " ucap Guan Ping tersentak.


De Yuan berdiri diatas dahan pohon melihat Zhao Ning tengah kebingungan mencari dirinya. Pisau terbang melayang kembali ke tangannya membuat Zhao Ning melihat kemana pisau terbang tersebut pergi.


Zhao Ning melihat De Yuan berdiri dengan keagungannya di atas dahan pohon. Daun-daun terbang melewati wajahnya dengan hati-hati.


"Bajingan kau! " ucap Zhao Ning.


De Yuan bergaya layaknya utusan Tuhan yang turun ke dunia. Angin berhembus pelan menerbangkan daun-daun muda yang baru saja terlepas dari induknya. Gerakan halus tangan De Yuan membuat daun yang terbang melintasi dirinya berubah menjadi daun tajam berselimut energi pedang. Angin berhembus menerbangkan seluruh dedaunan kering hingga membuat Zhao Ning terdorong mundur.


Satu per satu daun bergerak sesuai perintah De Yuan untuk menyerang Zhao Ning. Satu hingga dua kali berhasil ditebas ataupun ditangkis. Ketiga kali dengan kecepatan lebih menggores bahu Zhao Ning. Melihat bahunya terluka, Zhao Ning marah.


Angin berhembus kencang dengan jangkauan lebih luas. Zhao Ning menghentakkan kakinya ke tanah sebelum melesat memegang pedang berhadapan langsung dengan De Yuan.


Daun keempat bergerak melesat membuat Zhao Ning salto, pikirannya tenang bahwa ia berhasil menghindari serangan tersebut.


"Apakah begitu? " tanya De Yuan.


Ikat rambut Zhao Ning putus hingga rambutnya terurai. Zhao Ning dengan marahnya mengumpulkan kekuatan hingga angin berputar pada pedangnya membentuk tornado besar kemudian melemparkannya ke arah De Yuan.


Daun kelima melesat atas perintah De Yuan menembus pertahanan tornado yang kemudian menggores pedang Zhao Ning hingga menimbulkan bekas goresan. Tornado pecah hingga angin menyebar ke segala arah membuat Zhao Ning terjatuh ke tanah mundur beberapa langkah.


"Siapa kau! Aku tidak pernah berurusan denganmu! " ucap Zhao Ning.


"Tidak pernah? Kau bilang tidak pernah? Apakah kau lupa siapa orang pertama yang menggores pedangmu? " tanya De Yuan.


Zhao Ning melihat kembali pedangnya yang memiliku dua goresan. Goresan kedua baru saja dilakukan oleh orang di depannya, namun goresan pertama samar-samar dia ingat.

__ADS_1


"Aku menantangmu! Bocah sepertimu tak pantas menerima penghormatan mereka! " ucap Zhao Ning.


De Yuan yang pada saat itu mencapai puncak kejayaannya namanya dikenal berbagai pendekar hingga menerima penghormatan dari berbagai pihak membuat Zhao Ning merasa terhina dan iri akan De Yuan. Zhao Ning menantang De Yuan bertarung di sungai perbatasan gunung Daoyu.


Zhao Ning menerima kekalahan dengan pedang miliknya yang tergores oleh senjata De Yuan yang hanya sebuah daun sama seperti hari ini. Zhao Ning berjanji dan bersumpah tidak akan mengeluarkan pedangnya kembali dihadapan De Yuan dan tidak akan menyentuh orang yang dibawah pengawasan atau perlindungan De Yuan.


Sejak saat itu berita yang tersebar keluar hanya Zhao Ning melawan pendekar misterius dengan sengit hingga menyebabkan goresan di pedangnya. Namanya terkenal bersanding dengan Guan Ping terlepas dari masalalu mereka yang berkaitan.


"Itu dia? " guman Zhao Ning.


"Ingat? " tanya De Yuan.


Suara sekecil apapun akan terdengar di telinga De Yuan. Gumaman Zhao Ning terdengar jelas di telinganya. Zhao Ning yang teringat kemudian mengangkat pedangnya ke atas kepalanya.


"Aku Zhao Ning menepati sumpahku!" ucap Zhao Ning mengglegar.


Zhao Ning membuang pedangnya ke tanah berniat untuk membakarnya menggunakan jiwanya sebagai api. Kobaran api menyelimuti pedangnya. De Yuan meniup api tersebut dari kejauhan menyebabkan api padam. Zhao Ning melihat De Yuan dengan heran.


"Kenapa? " tanya Zhao Ning.


"Pedang angin biru akan berguna dimasa depan," ucap De Yuan menggerakkan tangannya membuat pedang angin biru kembali ke dalam sarungnya kemudian kembali ke tangan Zhao Ning.


"Maksudmu? " tanya Zhao Ning.


"Kau akan tahu nanti, namun aku menanti partisipasimu dalam hal besar di masa depan. Aku menunggu aksimu, " balas De Yuan meninggalkan Zhao Ning.


Zhao Ning terdiam tidak mengerti maksud De Yuan. Pertarungannya dengan Guan Ping digagalkan oleh De Yuan. Ingatannya masihlah jelas bahwa ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Guan Ping membunuh Huang Ruqi menggunakan pedang bayang malam dan membunuh kekasihnya sendiri.


Bertahun-tahun ia mencari kembali tempat dimana ia melihat kejadian dahulu, namun tidak menghasilkan apapun seakan-akan bahwa kejadian yang dilihatnya hanyalah ilusi belaka. Keinginannya untuk membunuh Guan Ping pada saat itu dan membawa jasad Huang Ruqi ia urungkan ketika merasakan perubahan berbeda dari Guan Ping.

__ADS_1


Setelah kepergian Guan Ping pada saat itu, Zhao Ning ingin membawa jasad Huang Ruqi namun niatnya hanya bisa ia pendam kembali. Dirinya tiba-tiba terjatuh ke dalam tanah hingga ingatannya terputus sejak saat itu. Hanya kejadian tersebut dan nama desa Shiluo yang ada di ingatannya.


Dunia mengatakan bahwa Huang Ruqi dan Zhao Ning adalah pasangan serasi. Pedang angin dan pedang angin biru milik mereka dikatakan oleh mereka sebagai senjata berpasangan. Namun Huang Ruqi tak mengindahkan rumor tersebut karena hatinya mencintai Guan Ping.


__ADS_2