Immortality Flower

Immortality Flower
Penyatuan Senjata


__ADS_3

Lei He keluar dari ruang perpustakaan namun sebelumnya ia menjentikkan jarinya membuat penjaga perpustakaan terbangun kembali. Mata Jiwa milik Kaisar terhalang sesuatu hingga tidam dapat melihat Lei He yang ada di dalam perpustakaan.


"Hmm siapa yang dapat memasuki istanaku dengan persepsi jiwa, atau hanya perasaanku, " ucap Kaisar.


Raja Jin tertawa terbahak-bahak ketika rencananya berhasil dengan menghalangi persepsi mata jiwa Kaisar.


"Aku memang tak dapat menembus formasi pelindung yang diciptakan melalui darah kerajaan dan aura naga, namun kalian sendiri yang memperbolehkan jiwaku sendiri memasuki daerah kalian, " ucap Raja Jin.


Lei He telah disuntikkan jiwa milik Raja Jin kedalam lautan kesadarannya menandakan Raja Jin dapat melihat seluruh kegiatan Lei He dan dengan mudah melihat segala rahasia istana kerajaan.


"Secepatnya harus terlaksana, " ucap Raja Jin.


Aliran energi jiwa muncul ketika Lei He menghubungi Raja Jin.


"Salam kepada Yang Mulia, " ucap Lei He.


"Katakan, apa yang ingin kau sampaikan, " balas Raja Jin.


"Hamba ingin memberikan hadiah kecil kepada anda, mohon maaf bila Yang Mulia kurang suka, " ucap Lei He.


Salinan buku-buku teknik Kaisar ketiga keluar dalam bentuk aksara. Cermin yang dibawa oleh Lei He muncul replikanya.


"Hamba ingin memberikan cermin ini untuk Yang Mulia, " ucap Lei He.


"Hadiahmu aku terima," balas Raja Jin.


Lei He mengundurkan diri menghilangkan komunikasi antar jiwa.


"Cermin Kaisar pertama? Keilahian seorang Kaisar? Aku memang memilih bakat bagus sebagai bawahanku, " ucap Raja Jin.


Raja Jin mengeluarkan cermin pengetahuan dunia miliknya yang kemudian disandingkan dengan cermin milik Kaisar pertama. Kedua cermin saling berhubungan satu sama lain menyambungkan benang jiwa tipis.


"Jika digabungkan akan menjadi senjata ampuh yang bisa menandingi atau bahkan mengalahkan tombak bulan, " ucap Raja Jin.


Raja Jin mengerahkan kekuatan penuhnya kepada kedua benda di depannya. Kilatan petir yang terbentuk dari penolakan jiwa mengganggu jalannya penggabungan kedua pusaka.


"Kau memang keras kepala, " ucap Raja Jin.


Kekuatan jiwa penuh Raja Jin menyelimuti kedua cermin yang bahkan mempengaruhi tubuh Lei He.


"Tubuhku, tidak-tidak. Jiwaku bersamalah, " ucap Lei He yang langsung bersemedi mencari penyebab masalahnya.


Lei He dapat melihat jiwanya tengah menguap seakan kekuatan jiwa ingin menghilang dari tubuhnya.


"Masalah ini serius, " ucap Lei He.


Telapak tangan Lei He mengeluarkan rantai yang kemudian membentuk jeruji penjara kedap aura jiwa mencegah jiwanua sendiri menguap.


"Aku akan mencari penyebabnya terlebih dahulu, " ucap Lei He.


"Pyarrr!!! "


Lei He terkena ledakan hingga tubuhnya terpental jauh ke belakang.


"Apa yang terjadi! " ucap Lei He.


Lei He menutup matanya yang kemudian melihat dimana Raja Jin tengah menyempurnakan sebuah pusaka.


"Yang Mulia tengah menyempurnakan pusaka. Jiwaku adalah pemberian Yang Mulia, tak heran jiwaku terpengaruh, " ucap Lei He.


Lei He bersemedi membantu mengumpulkan energi jiwa untuk Raja Jin. Raja Jin menerima transferan kekuatan jiwa yang ia tanam pada tubuh Lei He. Kedua cermin mulai melebur menjadi satu hingga menciptakan momentum hebat di langit.


Seluruh daratan melihat langit hendak jatuh. Pusaran awan turun mendekati tanah. Orang-orang merasakan energi dahsyat akan turun seakan menghukum seseorang yang menentang surga. Istana Raja Jin yang memiliki empat gerbang penjaga mitos terkena dampak energi kuat yang datang dari langit.

__ADS_1


"Wushhhh"


"Pergi ke posisi kalian! " perintah Raja Jin.


"Wushh.. "


Empat orang berdiri pada empat gerbang istana. Awan membentuk pusaran layaknya angin ****** beliung. Petir mengglegar.


"Ada apa ini! " ucap Kaisar.


Hembusan demi hembusan energi besar menyapu seluruh daratan. Kaisar melihat langit seakan ingin runtuh. Permaisuri melihat melalui kediamannya bertanya kepada gurunya.


"Ada apa ini guru? Apakah Dewa akan benar-benar turun ke dunia? " tanya Permaisuri.


"Bukan, seseorang menyempurnakan senjata ilahi yang menentang keberadaan surga. Menarik. Seorang manusia dapat melakukannya"


"Pengaktifan formasi, buka! "


Gerbang bangau putih menembakkan kekuatan ke langit menahan serangan petir yang akan datang. Suara bangau meneriaki langit terdengar keras. Bayangan bangau putih raksasa mengepakkan sayapnya melebarkan kepada dunia. Tanah berguncang dengan gerbang barat bercahaya menembakkan kekuatan ke langit menahan petir yang akan datang. Kura-kura raksasa menghentakkan kakinya diudara mengeluarkan raungan ke langit.


Guncangan yang dahsyat membuat Xia Cheng dan Chen Lie tercengang dengan pemadangan terjadi. Kekuatan hebat yang bahkan langitpun menentang keberadaanya.


"Itu terlalu menakutkan!! " ucap Chen Lie.


"Ayo cepat! Kita pergi dari sini, " ucap Xia Cheng.


Mereka pergi meninggalkan penginapan terbang menjauh dari ledakan kekuatan tersebut.


"Kemana kita akan pergi! " tanya Chen Lie.


"Istana Permaisuri! " balas Xia Cheng.


Dua pilar kekuatan dari gerbang istana Raja Jin telah terbuka. Suara memekakkan telinga terdengar ke segala penjuru kecuali istana kerajaan yang otomatis perlindungan istana aktif. Gerbang selanjutnya menembakkan kekuatan ke langit dengan bayangan singa berekor ular. Gerbang selanjutnya mempengaruhi air disegala wilayah. Seluruh tempat berair bergejolak berkumpul menjadi satu memenuhi gerbang terakhir. Suara hewan laut terdengar nyaring. Ikan paus raksasa terlihat mengaum ke langit. Empat pilar kekuatan membentuk penghalang empat arah menghalangi amarah petir langit.


Raja Jin berada dalam tahap krisis menyempurnakan senjata ilahi. Peleburan cermin membentuk cermin baru dengan kaca paling bening di seluruh alam manusia. Besi emas membingkai kaca tersebut.


"Dengan ini, aku akan berkorban apapun yang terjadi! " ucap Raja Jin.


"Blar!! " petir menyambar formasi empat arah yang dibuat penjaga elite Raja Jin.


"Duarrr!!! "


Satu per satu petir menyambar formasi dengan kekuatan yang kian meningkat. Amarah dari langit belum reda. Prajurit yang tersisa membentangkan pedangnya yang tercipta dari pemadatan jiwa.


"Wushhh..."


"Wushh.... "


Pedang bersatu menciptakan pedang raksasa yang keluar dari formasi meluncur ke langit. Petir-petir menyambar pedang jiwa yang mencoba menghancurkan mata dari petir langit.


"Jgleeerr"


"Hukkk!!! "


Darah keluar dari mulut mereka. Pedang jiwa yang mencoba menghancurkan mata petir langit hancur menguap.


"Bentuk!! " ucap mereka.


Uap an jiwa mereka berkumpul menjadi satu kembali membentuk pedang raksasa.


"Blarrrr!!! "


Pedang seketika hancur berkeping-keping. Semua orang memuntahkan darah mengalami luka jiwa.

__ADS_1


"Jangan memaksa! Jiwa kalian akan musnah! " ucap penjaga gerbang timur.


"Blarrr!! "


"Jglerrr!!! "


Petir menyambar dengan kuat yang menyebabkan formasi terselimuti petir yang menyambar-nyambar. Bangau putih mengepakkan sayapnya menghalau petir yang akan menghancurkan formasinya.


Kura-kura menghentakkan kakinya hingga tanah disekitarnya melambung ke langit membentuk gumpalan-gumpalan energi bumi yang kuat.


"Bomm!!!"


Gumpalan tanah menghantam menyerang petir yang kemudian hancur. Air bergerak menari-nari ke langit menggumpal menghalangi petir yang akan datang. Singa menembakkan api merahnya ke langit menghalau gumpalan-gumpalan petir yang datang.


"Blarrrr!! "


"Blemmm"


Petir-petir berkumpul dalam pusaran awan yang kemudian membentuk petir raksasa berwarna biru gelap menghantam formasi.


"Blar!!!!!! "


"Hukkkk"


Darah keluar dari keempat penjaga gerbang hingga formasi yang tidak stabil membuat petir yang datang sekali lagi menghancurkan formasi tersebut.


Petir mengisi energinya dengan mengumpulan seluruh hawa langit dan bumi disekitarnya memdatkannya mengubah menjadi energi petir dahsyat yang bersiap membumihanguskan istana Raja Jin.


Raja Jin menambahkan kekuatan jiwanya sendiri ke dalam cermin buatannya. Kubah istana Raja Jin hancur akibat sambaran petir kecil.


"Sepertinya bersiap menjajal kekuatan Senjata Keilahian Dewa ini, " ucap Raja Jin.


"Cepat lindungi Yang Mulia!! " ucap ketua penjaga elite.


"Wushhh..."


Mereka bersepuluh menghilang dari tempatnya masing-masing menuju istana utama. Amarah langit kian meningkat. Petir berkekuatan dahsyat siap meluncur.


"Duarr!!! "


Petir melesat menghancurukan bangunan istana. Kesepuluh penjaga elite terlambat tidak sempat menyelamatkan junjungannya.


"Blammm!! "


Petir berkekuatan dahsyat ditangkal oleh cermin hasil peleburan Raja Jin. Kekuatan ilahi yang lahir di alam manusia memancarkan kekuatan mahadahsyat. Petir diubah menjadi kekuatan cermin itu sendiri yang menyerang serangan petir yang datang.


Dua kekuatan hebat berbentrokan di udara hingga penebasan energi langit dan bumi tercipta. Cermin ilahi memutarkan badannya hingga sejajar lurus dengan mata petir langit. Seakan memiliki kesadaran, petir memaksimalkan tenaganya berusaha menghancurkan cermin tersebut.


Cermin ilahi merasa terhina hingga menembakkan auranya ke langit menyebabkan retakan tanah disekitarnya hingga hancur. Dua kekuatan saling dorong mendorong hingga cermin ilahi memiliku momentum menghancurkan mata petir.


"Duaaarrr!!!! "


Mata petir hancur. Cermin ilahi terjatuh ke tanah. Langit yang menggumpal perlahan memudar. Seluruh daratan kembali tenang. Orang-orang dari berbagai wilayah daratan akam mencari orang yang berhasil menciptakan senjata ilahi tersebut.


"Aku yakin ayahmu akan kemari"


"Guru berkata seperti itu, murid pasti meyakininya" balas Permaisuri.


"Berbagai kekuatan akan datang kemari. Sembilan kekuatan akan memgirim orang-orang mereka. Ataupun empat perguruan suci mengutus utusan mereka"


"Aku percaya kepada guru, momentum kali ini memang ada di wilayan Wu. Sepertinya bencana besar akan datang dan aku bisa memanfaatkan mereka, " ucap Permaisuri.


"Kau memang muridku"

__ADS_1


__ADS_2