
Bai Yifeng berada di ruangan pembuatan pil bersiap dengan bahan-bahan yang telah lama ia siapkan. Tungku kuno yang dia dapatkan dalam perjalanannya mengembara bertahun-tahun menjadi tungku keberuntungannya.
Api melayang membakar tungku hingga memanas. Bahan-bahan di masukkan ke dalam tungku. Pengendalian api hingga jiwa dilakukan Bai Yifeng secara selaras. Pemisahan khasiat obat terjadi di dalam tungku. Lin Huang memasuki ruang pemurnian obat dan melihat ayahnya yang tengah fokus dalam penyulingan pil.
"Setidaknya aku harus membalas budi terhadap pemilik tubuh ini, " ucap Lin Huang.
Api putih menyala di tangannya melesat ke dalam tungku bercampur dengan api milik Bai Yifeng. Lin Huang duduk bersila mengatur api miliknya. Dasar jiwa Lin Huang yang kuat membuat proses penyulingan pil berjalan dengan lancar.
"Kau bersembunyi terlalu dalam, " ucap Bai Yifeng.
"Karena aku ingin hidup tenang, " balas Bai Yanglan.
Gerakan tangan Lin Huang bersama dengan Bai Yifeng membuat proses kedua yakni pembentukan pil. Tanda pada dahi Lin Huang menyala. Bibirnya mengucapkan mantra kuno serta tangannya yang tak henti-hentinya membuat gerakan.
"Jika kau meledakkan tungku, kau bukan lagi anakku, " ucap Bai Yifeng.
Lin Huang mengabaikan perkataan Bai Yifeng yang tengah mengancam dirinya. Telapak tangan Lin Huang keluar air yang melayang ke arah tungku.
"Kau tidak boleh melenceng dari resep, " ucap Bai Yifeng menahan amarahnya.
"Diam! " bentak Bai Yanglan.
Air menyelimuti pil yang tengah terbungkus oleh kedua api campuran kemudian meresap ke dalam pil. Lingkaran emas muncul di belakang Lin Huang yang di tengahnya menampilkan sebuah rasi bintang. Kekuatan bintang menyinari tungku. Kekuatan yang hebat masuk ke dalam tungku secata bersamaan hingga membuat tungku bergetar tak kuasa menahan kekuatan tersebut.
Lin Huang menyadari bahaya tersebut membelah dirinya hingga bayangan dirinya mengelilingi tungku. Bayangan tersebut mengalirkan kekuatannya pada tungku. Kekuatan dari tubuh surgawi ia salurkan. Bai Yifeng membuka matanya ketika ia merasakan berbagai macam kekuatan kuat muncul. Betapa terkejutnya ketika ia melihat putranya memurnikan pil tanpa batuan dirinya.
"Pil apa yang dia buat? " tanya Bai Yifeng.
Dirinya sendiri hanya berani melakukan setengah dari harta resep pil Kaisar Obat karena tidak ingin mengambil resiko dalam melakukan penerobosan nantinya bila pil yang dia buat tidak sempurna.
Bayangan sosok agung keluar dari dalam tubuh Lin Huang yang merukan sisa jiwa dari Kaisar Obat. Resep pil dengan implementasi sempurna hingga jiwa sang Kaisar muncul menyempurnakan pil tersebut. Kedua telapak tangan Kaisar Obat berada di atas tungku mengalirkan berkahnya.
Awan berkumpul disertai petir mengglegar hebat di langit. Para tetua menebak bahwa pemimpin sekte tengah membuat pil langit yang mampu memicu petaka surga. Xiao Qian melihat ke langit dimana sekte diselimuti awan guntur. Petir melesat turun mencoba menghancurkan tungku.
Bai Yifeng mengeluarkan pedangnya menghadang petir yang menyambar tungku. Proses penyulingan pil adalah hal yang rumit dimana jiwa pengguna dan tungku berhubungan. Petir melesat turun menghancurkan penghalang pedang Bai Yifeng.
Pedang penghukum iblis keluar dari dalam tubuh Lin Huang melesat menghancurkan petir-petir yang menyambar. Membelah diri melesat ke langit menghancurkan titik formasi awan guntur. Seluruh sekte dan Xiao Qian dapat melihat jelas pedang penghukum iblis melesat ke langit.
__ADS_1
Petir bersatu menyambar pedang penghukum iblis mencegahnya menghancurkan formasi mata guntur. Kekuatan pedang penghukum iblis berkumpul menghantam mata formasi.
"Blarrrr!!! "
Pedang penghukum iblis menembus dan menghancurkan petaka guntur tersebut. Tungku terbuka dan aroma obat yang kuat keluar dari dalam. Lima buah pil langit berhasil di buat.
"Bakatmu menentang langit, " ucap Bai Yifeng.
Lin Huang memberikan dua buah pil yang baru saja ia buat kepada Bai Yifeng.
"Pil terobosan tingkat suci memang kuat. Resep pil Kaisar Obat, aku telah menguasainya. Aku adalah putramu yang seharusnya bakatku tak rendah darimu,"ucap Bai Yanglan.
" Bagud, kau memang putraku. Aku tidak terlaku berbakat dalam penyulingan pil namun kau menguasai keduanya. Suatu saat sekte pedang surgawi akan mendominasi dibawah kepemimpinanmu, "balas Bai Yifeng.
Lin Huang mendapatkan keuntungan dari pembuatan pil yang dia lakukan. Bai Yifeng sekarang melakukan kultivasi tertutup. Lin Huang berada di dalam kamarnya berniat meningkatkan kultivasi yang dia miliki. Pil terobosan tingkat suci ia konsumsi.
Lautan jiwanya menyerap aura suci. Air misterius muncul melayang merayap pada jiwa Lin Huang. Jiwanya puluhan lebih kuat dari sebelumnya ketika sajak ilahi pewarisan darah ia dapatkan Jiwanya penuh dengan sajak-sajak ilahi kuno. Prasasti takdir pertama berada tak jauh dari jiwa Lin Huang yang sekarang tampak seperti batu biasa. Lingkaran emas muncul di belakang jiwa Lin Huang.
" Lingkaran apa ini, aku sebelumnya tak memilikinya,"ucap Lin Huang heran.
Kediamannya diketuk oleh Xiao Ling. Lin Huang membukakan pintu untuknya.
"Tuan Muda, anda dipanggil oleh ayah, " ucap Xiao Ling.
Lin Huang menganggukkan kepalanya. Ia berada di kediaman keluarga Xiao.
"Kepala Xiao, aku kemari. Apa yang ingin kau katakan? " tanya Bai Yanglan.
Pedang melesat keluar dari pintu. Lin Huang menghindarinya tepat waktu.
"Aku akan setia kepada Klan Bai bila kau bisa keluar hidup-hidup dari kediaman Xiao, " ucap Xiao Qian dari dalam.
Lin Huang mendecih ketika mendengar ancaman Xiao Qian.
"Putrimu Xiao Ling apa terlibat? " tanya Bai Yanglan.
"Bukan urusanmu, " balas Xiao Qian.
__ADS_1
"Kalau begitu, keluarga Xiao harus ditundukkan, " ucap Bai Yanglan melesat menggenggam pedangnya.
Puluhan pengawal keluarga Xiao mengepung Bai Yanglan dari berbagai sisi. Dibawah hingga atap-atap kediaman berdiri praktisi keluarga Xiao.
Lin Huang menggenggam erat pedangnya memulai pertarungan. Gaya yang apik di tampilkan oleh Lin Huang. Gerakan pedang ilusi hingga ketepatan dalam memanfaatkan celah membuatnya unggul dalam pertarungan.
Puluhan pedang tercipta di belakang Lin Huang melesat satu persatu menusuk para praktisi keluarga Xiao. Bayangan pedang selalu mengikuti kemana Lin Huang bergerak. Pertarungan terhenti sejenak. Praktisi keluarga Xiao mundur ke atap menatap Lin Huang dari atas.
Mereka menyerang bersama-sama ke arah Lin Huang. Hempasan energi jiwa kuat keluar dari dalam tubuhnya. Para praktisi keluarga Xiao terhempas hingga jatuh. Lin Huang mengangkat jari telunjuknya ke langit dan seluruh pedang terangkat ke udara.
"Kepala Xiao, aku tak membunuh banyak orang hanya karena tak ingin kau mengalami kerugian. Pedang ini dapat membunuh semua penghuni Xiao. Jika leluhur dan praktisi kuat keluarga Xiao keluar maka aku tak akan segan, " ancam Bai Yanglan.
"Kau mencariku? " tanya Xiao Fenghu.
"Patriak keluarga Xiao, Xiao Fenghu? " tanya Bai Yanglan.
"Turunkan pedangmu, " perintah Xiao Fenghu.
Lin Huang menggerakkan jarinya membuat pedang-pedang berada dalam posisi siap siaga menyerang.
"Jangan keterlaluan! " marah Xiao Fenghu.
Hentakan kaki Lin Huang menyebabkan sebuah pedang melesat dari kejauhan menghadang Xiao Fenghu. Puluhan pedang melayang diudara melesat membunuh para praktisi penjaga keluarga Xiao. Kemarahan Xiao Fenghu tak dapat dibendung.
"Bai Yanglan! " marah Xiao Fenghu.
Lin Huang menggerakkan pedangnya membelah hingga membentuk formasi pedang pengunci tiga lapisan.
"Meskipun kau gunakan pedang Lanjie sebagai mata formasi, aku adalah patriak keluarga Xiao! " ucap Xiao Fenghu.
Kekuatan dari pedang Xiao Fenghu menguar keluar. Formasi pedang tiga lapis tak kuasa menahan kekuatan tersebut hingga dengan tebasan Xiao Fenghu, formasi tersebut hancur. Pedang Lanjie kembali ke tangan Lin Huang.
"Jangan pernah berpikiran untuk memberontak atau aku bumihanguskan klan Xiao! " ancam Bai Yanglan.
"Jika kau keluar hidup-hidup akan menjadi masalah bagi keluarga Xiao maka karena itu aku harus membunuhmu!" ucap Xiao Fenghu.
"Jika kau mampu, " balas Bai Yanglan.
__ADS_1