
Lin Huang muncul di jalan seribu lima ratus kebajikan. Jalan lurus dengan cahaya warna bercampur abu. Berjalan melewati setiap batu bercampur dengan lumpur hingga hewan racun sebelum sampai di tengah jalan.
Muncul tulisan kilometer empat ribu lima ratus pada batu granit. Lin Huang tidak mengerti maksudnya namun ia tahu bahwa jarak yang dia tempuh sekarang adalah empat ribu lima ratus.
"Jalan tak berujung, " gumam Lin Huang.
Cahaya remang samar menciptakan delusi indah keinginanan hasrat terpendam manusia. Lin Huang mulai terganggu dengan perasaan campur aduk yang dia rasakan.
Trauma maupun kebencian menyeruak keluar dari dalam tubuhnya. Iblis neraka merasakan sakit luar biasa hingga keluar dari dalam tubuh Lin Huang. Seumur hidupnya, ia baru melihat sosok yang ada di dalam tubuhnya.
Iblis penghancur dunia yang tersegel di dalam tubuhnya telah keluar. Wujudnya besar layaknya gunung, tanduknya panjang hingga mata merah menyala menatap makhluk fana bagikan semut semata.
"ARRKHHHH..... "
"SIALAN..... "
Lin Huang setengah sadar mendengar teriakan kebencian dan kemarahan yang meluap-luap dari sosok besar di depannya.
"Tiga ribu jalan kebajikan, " ucap Lin Huang tanpa sadar.
"BAJINGAN GILA!!!"
Tubuh iblis penghancur dunia terkontaminasi oleh cahaya kebajikan. Tanduk kokohnya patah hingga matanya menjadi buta sepenuhnya.
"HUKUMANMU TELAH DITENTUKAN!"
Suara besar menggema menyerukan kalimat yang berulang-ulang. Lin Huang telah sadar sepenuhnya terheran mendengar suara yang entah dari mana asalnya. Mengingat setiap perkataan iblis di dalam tubuhnya yang menyuruhnya untuk datang ke kota setan, menyelami danau mati, membunuh 1000 perawan dan mengambil darahnya untuk mandi serta minum.
"Dia selalu menyuruhku memasuki jalan kultivasi iblis neraka, hingga sekarang aku belum pernah memasuki jalan kultivasi sesungguhnya, "ucap Lin Huang.
Delapan jalan kultivasi sebagai landasan seseorang memasuki jalan keabadian. Hancurnya iblis yang ada di dalam tubuh Lin Huang, dimulainya perjalanan sesungguhnya sebagai pendekar.
Cahaya remang-remang bersatu terbagi ke dalam delapan cahaya. Masing-masing cahaya berubah menjadi fitur manusia dengan penampilan beragam. Cahaya pertama sebagai jalan kultivasi musik, kedua jalan kultivasi fisik, ketiga jalan kultivasi jiwa, keempat jalan kultivasi hati, kelima jalan kultivasi illahi, keenam jalan kultivasi darah, ketujuh jalan kultivasi wanita suci, kedelapan jalan kultivasi iblis. Jalan kultivasi iblis terbagi menjadi tiga bagian: Kultivasi iblis merah, iblis hit dan iblis neraka yang merupakan jalan kultivasi terburuk, terkotor dan paling kejam seluruh jagat raya.
__ADS_1
"Delapan jalan kultivasi, " gumam Lin Huang.
"Kultivasi illahi tidak mungkin aku bisa memasukinya sebab aku tidak memiliki warisan darah Dewa, kultivasi fisik tidak cocok dengan tubuhku yang lemah. Kultivasi jiwalah yang menurutku cocok denganku" ucap Lin Huang.
Lin Huang mengucapkan sumpahnya untuk menenatang surga memasuki jalan keabadian dengan jalan kultivasi jiwa. Serpihan cahaya dari jalan kultivasi jiwa mengitari tubuh Lin Huang sebelum masuk ke dalam pikirannya serta jiwanya sendiri.
"Lautan kesadaran? " tanya Lin Huang.
Melihat jiwanya sendiri tengah menyerap energi langit bumi dengan ganasnya, dirinya kagum. Hal pertama bila seseorang masuk ke dalam jalan kultivasi jiwa adalah menyucikan jiwa itu sendiri.
Penyucian jiwa sangatlah rumit, namun dalam kasus Lin Huang, jiwanya memiliki akal tersendiri. Ribuan benang-benang halus tersambung satu demi satu menghubungkannya membentuk jalan menuju dantian.
Membersihkan dan menyucikan setiap jengkal jiwa hingga aliran dantian hingga bersih seperti bayi baru lahir. Fluktuasi energi terjadi pada jalan yang di lalui oleh Lin Huang. Lin Huang resmi menjadi kultivator jalan jiwa dengan jiwanya yang telah berubah menjadi kultivator jiwa.
"Waktunya hampir habis, saatnya melanjutkan perjalanan dengan cepat, " ucap Lin Huang berlari meninggalkan jejak-jejak jiwa di setiap langkahnya.
Sinar biru melesat melewati batu-batu tajam terbang dan mendarat di setiap batu pilihan. Sebuah pintu putih terlihat di depan, menembus cahaya silau di mata. Lin Huang sampai di tempat sebelumnya yang merupakan sekte mulia bersama dengan ke-tujuh peserta lainnya.
Masing-masing orang memandang Lin Huang, peserta terakhir yang lulus dari ujian. Lou Shi melihat Lin Huang yang berada di bawah bersama dengab peserta lain yang lulus.
Kaisar Wu tiba-tiba berdiri menyela ucapan pemandu acara.
"Siapapun juara pertama akan mendapatkan kuota ujian kekaisaran tahun depan sebagai hadiahku, " ucap Kaisar Wu.
Hadirin ricuh, setiap pembukaan perekrutan sekte mulia, Kaisar akan memberikan hadiah dalam bentuk barang. Seseorang yang berhasil lulus ujian kekaisaran, akan menjadi terkenal sebagau pejabat kerajaan.
"Kaisar telah memberikan hadiah, selanjutnya adalah pembacaan identitas peserta"
Delapan gulungan muncul, salah satu darinya terbuka menampilkan identitas salah satu peserta.
"Bai Yu Ling. Putra ke tiga dari bangsawan Bai memiliki jalur kultivasi musik akar spiritual angin"
Sosok Bai Yu Ling maju menyapa semua orang. Penampilannya anggun dengan balutan sutra putih serta kipas cantik yang selalu ia bawa kemanapun dia pergi.
__ADS_1
"Huo Ling Er. Putri pertama bangsawan Huo memiliki jalur kultivasi wanita suci akar spiritual kayu"
Huo Ling Er menyapa semua orang dengan senyuman lembut. Penampilan seperti Dewi membuat namanya dikenal sebagai kecantikan suci. Jalur kultivasi yang dia pilih adalah wanita suci yang berarti tidak akan bisa menikah kecuali memiliki pasangan dengan jalan kultivasi illahi.
Pemandu acara mengucapkan identitas peserta yang lulus satu persatu. Tetua ke 7 yang mengawasi jalannya penerimaan muris sekte ikut berkomentar mengenai berbakatnya para peserta kali ini.
"Kediaman Huo, Kediaman Bai. Keduanya adalah kediaman bangsawan dengan status tinggi dan menjadi pilar Kekaisaran, tak heran bila melahirlan penerus-peneruh berbakat seperti mereka" ucap tetua ke 7.
"Lin Huang. Memiliki jalur kultivasi jiwa akar spiritual api" ucap pemandu acara.
Semua orang mendengar tidak adanya identitas yang disebutkan berarti Lin Huang hanyalah rakyat jelata. Kaisar Wu pun memiliki ekspresi tidak terbaca.
"Dia pasti telah curang!! " ucap salah satu penonton.
Semua menyorak ki melemparkan kata makian kepada Lin Huang. Sebuah kekuatan tekanan aura muncul di area yang merupakan milik tetua ke 7.
"Dengan adanya Yang Mulia Kaisar dan aku sendiri, bagaimana mungkin telah terjadi kecurangan! " ucap tetua ke 7.
Lin Huang berada di depan tetua ke 7 berhadapan langsung dengan monster tua bersembunyi di balik selimut putih. Tetua ke 7 menyentuh pundak Lin Huang. Kekuatan kultivasi jiwa menyebar ke segala arah bercampur dengan api merah di bawah bimbingan tetua ke 7.
Semua orang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Lin Huang memenuhi kualifikasi seperti apa yang dimaksud.
"Seperti permata tertutup lumpur! "
Kultivasi jiwa biasanya dimiliki oleh akar spiritual air, namun dalam kasus Lin Huang berbeda. Api adalah kecacatan dalam kultivasi jiwa secara umum semua orang tahu.
Kaisar Wu memiliki wajah tanpa ekspresi melihat kekuatan Lin Huang meluap-luap. Tetua ke 7 memiliki ekspresi senang. Kultivasi jiwa akar api adalah hal yang unik.
"Apakah kalian semua percaya? " tanya tetua ke 7 dalam pertanyaan penegasan.
"Yang Mulia Kaisar? " tanya tetua ke 7.
Kaisar Wu melambaikan tangannya tanda setuju perkataan tetua ke 7.
__ADS_1
Lin Huang dinyatakan lulus oleh tetua ke 7 setelah keraguan dari berbagai pihak yang menuduh Lin Huang melakukan kecurangan.
"Kau bisa melanjutkannya, " ucap tetua ke 7 kepada pemandu acara sebelum kembali ke tempat asalnya.