Immortality Flower

Immortality Flower
Tes


__ADS_3

"Apa arti dari hati? "


"Hati adalah sebuah perasaan yang akan merasakan kesedihan ataupun kebahagiaan tergantung kondisi yang dialami, " jawab Gong Wei.


"Alasanmu memilih jalan kultivasi hati"


"Karena aku ingin hidup tanpa mengenal rasa sedih ataupun bahagia termasuk rasa cinta, " jawab Gong Wei.


"Apakah kau tahu Dewa Liang Shi?"


"Ya, aku tahu. Dewa Liang Shi seorang Dewa Cinta, "jawab Gong Wei.


"Apakah kau tahu sejarah dari Buku Sutra Hati Mati Sunyi?"


"Ya, aku mengetahuinya. Buku Sutra Hati Mati Sunyi diciptakan oleh Dewa Liang Shi ketika cintanya yang tak direstui oleh alam, " jawan Gong Wei.


Pertanyaan dari bola pengetahuan dijawab dengan sepenuhnya benar oleh Gong Wei membuat poinnya meningkat pesat.


"Kenapa cinta Dewa Liang Shi tak direstui oleh alam?"


"Karena Dewa Liang Shi mencintai hal yang tak mungkin dimiliki oleh seorang Dewa"


"Apakah kau ingin mempelajari seluruh bab dari Buku Sutra Hati Mati Sunyi? "


"Tidak. Aku memilih jalan kultivasi Hati karena aku ingin menghilangkan perasaan alami manusia dan menghilangkan kesengsaraan belenggu hati milikku sendiri, " jawab Gong Wei.


Gong Wei telah tersadar kembali, bola pengetahuan meninggalkannya. Skor yang diperoleh Gong Wei tertinggi dari yang lainnya setelah di tes bersamaan. Poin-poin kemudian diakumulasikan sesuai dengan standar penilaian dewan juri. Lou Shi naik ke panggung yang tak lama kemudian tiga bola pengetahuan menghampirinya. Semua orang terkejut termasuk dewan juri beserta penguasa kota.


Di dalam pikirannya, Lou Shi melihat tiga bola pengetahuan yang melayang di depannya bertuliskan kultivasi musik, kultivasi jiwa dan kultivasi ilahi. Ketiga bola pengetahuan bersatu yang kemudian membentuk pertanyaan.


"Apakah kau percaya akan adanya Dewa? "


"Ya, aku percaya" jawab Lou Shi.


"Apakah kau tahu delapan jalan kultivasi sebenarnya? "


"Ya, aku tahu. Delapan jalan kultivasi adalah jalan berduri yang ditempuh manusia untuk mencapai keabadian dengan menentang takdir langit, " jawab Lou Shi.


"Apakah kau tahu kultivasi para Dewa? "


"Aku..... " jawab Lou Shi menggantung.


Poin skor milik Lou Shi di papan peringkat diam tak menambah jumlah membuat semua orang kebingungan.


"Apakah dia hanya remaja jenius yang kurang pengetahuan? " ucap Dewan Juri.


"Mungkin yang kau katakan benar. Dia kalah ataupun menang akan tetap aku terima, " ucap Dewan Juri lain menimpali.


Lou Shi terdiam beberapa saat. Pengetahuannya akan para Dewa sangat minim karena literatur atau buku-buku yang menjelaskan secara detail mengenai Dewa sangat minim.

__ADS_1


Api penyucian Duniawi muncul membuat bola pengetahuan berubah menjadi sosok manusia abadi.


"Siapa anda? " tanya Lou Shi.


"Aku hanyalah jiwa yang menjaga bola pengetahuan. Asal muasal bola pengetahuan ini adalah alam surga, bola yang digunakan untuk mengukur pemahaman seseorang"


Jiwa penjaga bola pengetahuan melambaikan tangannya membuat ketiga bola pengetahuan muncul kembali. Masing-masing bola pengetahuan mengeluarkan kekuatannya berkumpul hingga membentuk tulisan informasi.


"Kultivasi para Dewa adalah dimulai dari kultivasi ilahi. Tujuh jalan kultivasi lainnya adalah pengembangan dari kultivasi ilahi kecuali kultivasi jiwa yang memiliki hubungan dekat dengan kultivasi ilahi"


"Maksud senior? " tanya Lou Shi.


"Jika jalan kultivasi adalah pasangan dari jalan kultivasi wanita suci, maka jalan kultivasi jiwa adalah sebagai penghubung dua kultivasi tersebut"


"Jadi, semua orang yang memilih jalan kultivasi jiwa sebenarnya adalah hanya sebagai jembatan penghubung antara orang yang memilih jalan kultivasi ilahi dan jalan kultivasi wanita suci, " ucap Lou Shi.


"Mereka hanya sebagai batu pijakan untuk digunakan naik ke alam surga kecuali dia mempelajari panduan buku jalan kultivasi jiwa abadi ataupun memiliki hubungan erat dengan alam surga, maka dia akan menjadi abadi bahkan Dewa"


"Di alam manusia bahkan satu banding seribu orang yang memilih jalan kultivasi ilahi dan kultivasi wanita suci serta ribuan orang yang memilih jalan kultivasi jiwa. Tak dapat dibandingkan bila mereka hanya sebagai batu pijakan, " ucap Lou Shi berpendapat.


"Apakah aku hanya berbicara orang yang memilih kultivasi jiwa hanyalah seorang yang dapat digunakan sebagai batu pijakan? "


"Aku merasa begitu, maafkan aku senior, "ucap Lou Shi.


" Mereka yang berlatih kultivasi jiwa hanyalah bagian luar dari pemahaman kultivasi jiwa sebenarnya. Kultivator jiwa yang berhasil menerapkan panduan jalan kultivasi jiwa abadi maka ia sesungguhnya benar-benar menjadi kultivator jiwa"


"Terimakasih senior, junior akan mengingat nasihat senior, " ucap Lou Shi.


"Jalan kultivasi lainnya? " tanya Lou Shi.


"Ketika mereka mencapai puncak kultivasi, mereka akan menjadi manusia abadi yang tinggal di alam peralihan yang kemungkinan menjadi salah satu bagian dari tiga perguruan besar"


"Terimakasih atas bimbingan senior," ucap Lou Shi.


Poin skor Lou Shi menjadi peringkat yang pertama setelah mengalahkan Gong Wei yang berada di peringkat pertama sebelumnya.


"Kemungkinan dia mendapatkan pertanyaan sulit untuk dipecahkan hingga memakan waktu yang cukup lama, " ucap salah satu Dewan Juri.


150 peserta yang lolos babak kedua diizinkan istiraharat 20 menit sebelum melanjutkan tes yang terakhir. Lou Shi dihampiri oleh Gong Wei yang mengajaknya untuk berkenalan.


"Siapa nama Tuan Muda? " tanya Gong Wei.


"Shi Lou, " jawab Lou Shi.


"Nama Tuan? " tanya Lou Shi.


"Gong Wei"


"Bakat tuan sangat hebat, semoga kita bisa menjadi rekan nanti, " ucao Gong Wei.

__ADS_1


Suara Gong dipukul menandakan babak ketiga dimulai. Para peserta berkumpul duduk di kursi peserta yang telah disediakan.


"Babak ketiga adalah penentuan dimana penilaian kali ini akan menjadi penentuan bagi kalian yang akan menjadi pasukan pelindung kota Chengyue, " ucap pemandu acara.


Dewan Juri berdiri dari tempat duduknya mengerahkan kekuatannya bersama-sama hingga membentuk portal dimensi.


"Kalian akan memasuki celah dunia kecil untuk mendapatkan pengakuan dari leluhur kota Chengyue. Mendapat pengakuan atau tidak tergantung keberuntungan kalian, " ucap pemandu acara.


150 peserta memasuki celah dunia kecil termasuk Gong Wei dan Lou Shi. Portal dimensi tertutup. Dewan Juri hanya bisa menunggu siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan keluar.


Lou Shi dan Gong Wei terpisah di tempat yang berbeda. Lou Shi melihat tempat yang penuh akan aura semesta.


"Apakah Leluhur kota Chengyue adalah Dewa dan dunia kecil ini adalah peninggalannya sebelum mangkat? " ucap Lou Shi.


Langit dari dunia kecil hanya berwarna hitam gelap beserta bintang-bintang yang berkedip. Berjalan menjelajahi dunia kecil untuk menemukan sesuatu.


"Perasaan ini... " ucap Raja Jin.


"Keturunanku memasuki dunia kecil. Apakah cucuku? " ucap Raja Jin.


Raja Jin melambaikan tangannya yang tak lama kemudian menampilkan Lou Shi yang berada di dunia kecil.


"Lou Shi! " ucap Raja Jin.


Lou Shu mencari Leluhur yang dimaksud namun tak menemukan apapun. Bintang-bintang membentuk garis hingga visual dari Raja Jin muncul.


"Shi'er... " ucap Raja Jin.


"Yang Mulia Raja Jin, salam hormat" ucap Lou Shi.


"Kenapa kau mengikuti tes kota Chengyue? " tanya Raja Jin.


"Sebenarnya aku mengelana sebelum hari kedewasanku dan aku mengikuti tes karena adanya perubahan gejolak istana akibat dari keinginan Kaisar Wu untuk menaklukkan pengikut anda, " ucap Lou Shi.


"Jiang Zhi ingin menaklukkan pengikutku? Apakah dia melupakan janjinya kepadaku? " ucap Raja Jin.


"Aku akan menemui anda untuk membicarakan sesuatu, namun tes ini sangat penting bagiku. Apakah anda tahu leluhur kota Chengyue yang dimaksud? " tanya Lou Shi.


"Leluhur kota Chengyue adalah aku. Meskipun aku dieksekusi Jiang Zhi, namun aku tak sepenuhnya mati karena aku adalah manusia abadi yang memiliki keistimewaan untuk tetap berada di alam manusia, " jawab Raja Jin.


"Apakah anda bersedia membantuku? " tanya Lou Shi.


"Tentu, tak mungkin aku melihat cucuku kesulitan, " jawab Raja Jin melambaikan tangannya membuat bintang-bintang yang ada di langit turun menempel di tubuh Lou Shi.


"Kekuatanmu akan meningkat ketika malam hari dengan adanya bulan bersinar. Aku menunggumu untuk datang, " ucap Raja Jin.


"Apakah anda tidak khawatir pengikut anda dibantai oleh mereka? " tanya Lou Shi.


"Tidak akan. Portal besar tiga kota akan muncul ketika pengikutku berada dalam bahaya dan mereka akan berada di dunia kecil secara bersamaan. Utusanku akan datang membawa mereka. Aku hanya ingin melihat apakah Jiang Zhi menepati janjinya, " ucap Raja Jin.

__ADS_1


"Namun aku ingin melihat bagaimana cucuku memimpin pasukan untuk berperang, " ucap Raja Jin dengan nada bicara santai sebelum menghilang.


"Kalung kristal biru yang ada di lehermu adalah peninggalan ibumu sendiri yang akan membantumu suatu saat nanti, " ucap Raja Jin yang hanya terdengar suaranya.


__ADS_2