
"Dimana dia? " tanya Bai Yanglan.
"Deretan pegunungan yang saling berhubung dan satunya bercabanh adalah dia, " jawab Lingxiao.
"Xiao Bao! " teriak Shenglu.
Pegunungan tersebut bergetar dengan ekor ular raksasa mencuat ke langit. Gundukan tanah tersebut runtuh digantikan dengan sisik-sisik hitam tajam mengkilat. Suara desisnya menakuti makhluk hidup disekitarnya. Pegunungan yang bercabang yakni kepalanya runtuh dengan kepala ular mencuat dengan suara desisnya. Xiao Bao mendongak ke langit dengan aura membunuhnya.
"Kenapa kau memanggilku dan bagaimana bisa kau membangunkanku, " ucap Xiao Bao.
"Apakah kau lupa denganku? Aku Kongque, " ucap Shenglu memperkenalkan dirinya.
Lingxiao menatap tajam ke arah Xiao Bao membuatnya bergidik mendesis merasakan kewaspadaan.
"Ular kembar yang terlahir dari penyimpangan suku ular dengan iblis. Setiap kepala menyemburkan dua elemen yang berbeda, satu api dan satunya lagi air ataupun es. Kau pengkhianat Kaisar Iblis bukan? Namamu Du Yao sang ular kembar, " ucap Lingxiao.
"Kau! Bagaimana bisa tahu asal usulku! " ucap Xiao Bao terkejut.
"Haisshh. Kau kabur dari domain iblis hingga diusir oleh Zhang Jun, namun kau tertidur di sini hingga lupa dunia karena terluka parah. Racun dua warna milikmu bahkan tak bisa kau keluarkan, " balas Lingxiao.
"Cepat katakan! Siapa kau sebenarnya! " ucap Xiao Bai marah bersiap menyemburkan api dan es ke arah Lingxiao.
"Apakah kau lupa denganku? " tanya Lingxiao.
Xiao Bao menatap mata Lingxiao dalam kurun waktu beberapa menit. Wujud agung Lingxiao muncul yang terlihat oleh mata Xiao Bao.
"Anda... " ucap Xiao Bao terkejut.
"Aku perlu kau menjadi spirit beast untuknya. Tak mungkin Kongque yang menjadi spirit beastnya, istana Yi Fei pasti akan terseret dalam masalah, " ucap Lingxiao.
"Aku cukup kuat, namun tak sejaya dahulu. Kekuatanku berkurang drastis dan tubuh serta jiwaku memiliki jejak iblis meskipun aku memiliki darah suku ular, " balas Xiao Bao.
"Tenang. Aku akan menyembuhkan lukamu dan kau bisa melakukan perjanjian dengannya, " ucap Lingxiao.
Xiao Bao setuju. Lingxiao merentangkan kedua tangannya membuat segel tangan membuka formasi penyembuhan untuk Xiao Bao.
__ADS_1
"Teknik pemulihan jiwa abadi, " ucap Lingxiao.
Gelombang aura terus menyelimuti Xiao Bao. Inti jiwanya terangsan oleh kekuatan Lingxiao. Jiwa iblisnya bergetar dengan marah seakan menolak aura tersebut secara terang-terangan. Lingxio tak tinggal diam. Ia membuat segel tangan kembali.
"Teknik penaklukkan jiwa ilahi! " ucap Lingxiao yang membuat jiwa iblis Xiao Bao tertekan secara paksa. Darah suku ular mengalir dalam dirinya yang merupakan salah satu dari ras siluman yang bernaung di bawah kekuasaan Kaisar Siluman.
Kekuatan Lingxiao merangsang darah suku ular yang mengalir dalam diri Xiao Bao. Kulitnya perlahan mengeras sekeras besi serta beracun. Tubuhnya mulai memproduksi kembali racun dua warna. Xiao Bao merasakan sakit yang luar biasa.
"Sekalian membantumu berevolusi, " ucap Lingxiao memperbesar kekuatannya.
Xiao Bao mendesis dengan tubuhnya perlahan berubah semakin membesar meliuk-liuk layaknya naga. Xiao Bao berhasil berevolusi.
"Aku berterima kasih, " ucap Xiao Bao.
"Lakukan sekarang, " perintah Lingxiao.
Lin Huang mengeluarkan gulungan kontrak beast.
"Jiwamu akan menjadi jiwaku. Hidupmu berada di tanganku. Tubuhmu mati tapi tidak dengan jiwamu. Kau selamanya akan menjadi pelayanku, " ucap Bai Yanglan disusul cahaya keluar dari dalam gulungan tersebut. Xiao Bao telah terikat abadi dengan Lin Huang karena kontrak spirit beastnya.
"Aku akan membantu dia mencapai titik tertingginya, " ucap Xiao Bao.
"Kau bisa mengakahkan Zhang Jun? " tanya Lingxiao.
"Sedikit susah ketika berhadapan dengannya sekarang. Meskipun dia menjadi Kaisar Naga di sembilan langit, tapi dia tetap di bawah Kaisar Siluman. Orang-orang suku naga pasti tak akan tinggal diam ketika ia terbunuh, " jawab Xiao Bao.
"Setidaknya kau sejajar dengannya, " balas Lingxiao.
"Kau tak ingin membalas dendam kepadanya? " tanya Shenglu.
"Terlalu rumit bila menyangkut dirinya. Aku menjadi buronan, tak mudah aku menyelamatkan diri, " jawab Xiao Bao.
"Sudah. Waktunya kau masuk ke dalam dimensi bersamaku, " balas Lingxiao membawa Xiao Bao masuk ke dalam dimensi. Shenglu melakukan hal yang sama seperti mereka.
"Aku heran dengan Shenglu menamainya sebagai Xiao Bao, " ucap Bai Yanglan menggelengkan kepalanya...
__ADS_1
"Bahkan Xiao Bao yang begitu hebat terluka. Seberapa kuat orang-orang di alam immortal, " gumam Bai Yanglan.
Lin Huang samar-samar melibat pilar raksasa di kejauhan. Ia melesat ke arah tersebut guna memastikannya. Semakin dekat ia menyadari bahwa itu merupakan pilar langit kedua yang berhasil di temukan.
"Pohon dunia berada di tengah-tengah empat pilar langit yang membantu menopang sembilan lapisan ini agar tidak runtuh. Ketika banjir besar terjadi, pohon dunia menyerap airnya mencoba mengeringkannya. Karena sejatinya formasi yang ada di tengah-tengah empat pilar langit adalah formasi teleportasi antar alam dan dimensi maupun dunia lainnya, " ucap Lingxiao yang tiba-tiba terdengar di kepalanya.
"Kenapa ketika aku masuk ke dalamnya aku menyadari sesuatu. Waktu yang sangat lama untuk menjadi dewa abadi sesungguhnya, " balas Bai Yanglan.
"Kaisar Surgawi memperingatkan di dalam tanah tabu menara langit. Menjadi dewa abadi bukanlah hal yang mudah karena mereka akan melihat orang-orang terkasihnya akan mati satu per satu. Ia layaknya berdiri di jalan besar sendirian, " ucap Lingxiao.
"Aku mengerti, " balas Bai Yanglan.
"Akarnya mencengkeram hingga ke dasar, batang pohonnya menjulang tinggi hingga menembus alam primordial. Daunnya rimbun memayungi alam dari panasnya matahari, " ucap Lingxiao.
"Apakah ada warisan lagi? " tanya Bai Yanglan.
"Tidak, " jawab Lingxiao.
"Tuan. Anda memiliki energi iblis yang kuat. Aku berasa seperti disamping Kaisar Iblis, " ucap Xiao Bao tiba-tiba.
Lingxiao yang berada di dalam dimensi bersama Xiao Bao seketika ia memukulnya. Mencoba menahan kekesalannya.
"Pertarungan sebentar lagi. Aku akan melihat-lihat ke sana. Kau pergilah kembali ke danau yang kering itu akibat ulahmu sendiri, " ucap Lingxiao pergi meninggalkan tubuh Lin Huang.
Ia melesat dengan kecepatan tinggi menuju kota utama. Di sana ramai dengan persiapan. Arena pertarungan di sekitar menara langit sangat luas. Beberapa master membuat dimensi pertarungan agar efek yang dihasilkan dilepaskan di dalam ruang dimensi tersebut. Berbagai kursi keagungan mulai di tata sedemikian rupa.
Kursi kepada ketua ataupun pemimpin lainnya pada lapisan kedelapan disiapkan berikut tiga kursi mulia yakni penguasa lapisan kesembilan yang kemungkinan besar akan datang berkunjung.
"Sebentar lagi waktunya akan tiba. Kemungkinan tiga kekuatan akan hadir dalam menonton pertarunganmu, " ucap salah satu tetua aula pedang.
"Tidak apa, biarkan mereka tahu bahwa aula pedang akan tetap pendirian teguhnya, " balas Gu Jiang.
Lingxiao muncul melihat persiapan tersebut merasa senang karena mereka bertiga akan hadir menonton.
"Melawan Gu Jiang adalah hidangan pembuka dari segala rentetan balas dendam, " ucap Lingxiao.
__ADS_1