Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Nakal Harus Dibalas Nakal


__ADS_3

Tampaknya lagu yang Eleonara nyanyikan berhasil mengenai mental Juna. Juna langsung menatapnya dengan mata membulat sempurna. David pun yang sedang minum langsung tersedak.


"Uhuk!" David terbatuk, lalu segera menutup telinga Moza karena lagunya tidak pantas di dengar anak-anak sambil menahan tawa saat melihat ekspresi Juna yang sedang tersipu.


"Leona...!" panggil Juna sambil menggeram.


"Kenapa? Tidak tahu lagu itu, ya? Dulu pernah booming, lho," kata Eleonara dengan polosnya.


"Sepertinya kamu menyindir Juna lewat lagu itu. Hahaha ... apa Juna begitu tidak sabaran semalam?" tanya David sambil mengusap air matanya yang sedikit ke luar karena dia tertawa lepas.


Eleonara mengangguk tanpa ragu. "Kak David, memangnya Pak Juna ini tipe pria nakal yang suka menggoda?"


"Hey, perhatikan kata-katamu, Leona! Kak, jangan ditanggapi. Moza, kemari, Sayang. Paman juga bisa membuat kreasi dari origami," ucap Juna berusaha mengalihkan pembicaraan dengan wajah pucat karena sifat aslinya bisa terbongkar. Kakaknya tidak tahu kalau Juna nakal pada Eleonara.


"Sepertinya kalian membicarakan sesuatu yang tidak pantas didengar anak kecil, ya? Paman, bawa aku ke ruang televisi. Aku mau Paman mengajarkanku," kata Moza, pengertian. Dia sudah terlatih, jika David menutup mata atau menutup telinganya, Moza akan langsung paham kalau ada sesuatu tidak pantas untuk dilihat atau di dengar anak seusianya.


"Kenapa ke sana? Di sini saja, Paman harus mengawasi seseorang," sindirnya pada Eleonara dengan mata menyipit.


"Aku tidak akan mengatakan yang aneh-aneh, sungguh. Pak Juna tenang saja," ucap Eleonara dengan penuh keyakinan.


Juna sedikit tidak percaya, tapi Moza terus memaksanya untuk membawanya ke ruang televisi. Dia pun akhirnya pergi dengan Moza.


Aku sedikit terganggu dari kemarin mendengar dia memanggil Kak David pada Kakak. Kenapa padaku memanggil Pak? (Batin Juna)


Melihat kepergian Juna, Eleonara langsung melepaskan tawanya. Seketika saja kedua lesung di pipinya timbul, membuat David terlena.


"Kamu memiliki lesung pipi?" tanya David.


"Ah ... iya," jawabnya malu-malu sambil menutupi pipinya.

__ADS_1


Aku tidak sadar kemarin karena tidak terlalu memperhatikannya. Senyumnya persis seperti Elena. Apa Juna menikahinya karena senyum Leona mirip Elena? (Batin David)


"Kak David belum menjawab pertanyaanku. Apa Pak Juna tipe pria nakal yang suka menggoda?" tanyanya lagi.


"Tidak, dia bukan orang seperti itu terhadap wanita. Lebih ke pendiam, acuh dan suka menyendiri," jelas David memberitahu.


"Benarkah?"


"Tentu, saya sebagai kakaknya tahu betul seperti apa peringainya."


Eleonara terdiam beberapa saat karena sikap Juna kenapa bisa begitu berbeda. "Tapi ... kenapa padaku berbeda? Pak Juna suka mempermainkanku. Bahkan sangat usil."


"Haha, yang benar? Mungkin saja Ayah dan Ibu menasehati dia agar bersikap baik padamu sebagai istrinya. Atau bisa juga setelah menikah sifatnya langsung berubah."


"Mmm, begitu ya. Pak Juna sangat agresif dan senang sekali melihatku tertekan. Apa Kak David ada cara untuk membalasnya? Mentang-mentang aku masih sangat muda, jadi mudah untuk ditindas," gerutunya dengan bibir mengerucut.


"Kamu ingin membalasnya?" tanya David meyakinkan.


"Kalau dia begitu agresif, kamu harus lebih agresif darinya. Kalau dia nakal, kamu juga harus lebih nakal. Jika tidak, sampai kapan pun Juna akan terus mempermainkanmu," jelas David sambil mengulum senyum.


"Apa? Aku harus lebih agresif dan nakal darinya? Uh, bagaimana itu mungkin?" Eleonara tampak gelisah tidak tenang sambil menyentuh kacamatanya.


"Kenapa juga tidak mungkin? Kalian sudah menikah. Apa yang dikhawatirkan? Leona, dengar saya baik-baik. Ibu dan ayah saya termasuk saya sendiri menaruh harapan besar pada hubungan kalian. Kami sudah memilihmu untuk bisa membantu Juna melupakan masa lalunya. Kami akan sangat senang jika kamu bisa membuat Juna jatuh cinta padamu. Juna sangat tampan dan baik, jika boleh dibilang banyak wanita yang iri untuk bisa berada di posisimu. Apa kamu tidak mau memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan hatinya?" bisik David dengan suara misterius.


Membuat Eleonara langsung termenung memikirkannya. Semua yang David katakan benar dan sukses mempengaruhi perasaannya. Apa dia tidak mau mencoba mengambil hati Juna? Meski sudah menikah, status istri saja tidak cukup. Dia harus mendapatkan hatinya juga agar tidak ada yang bisa merebut Juna darinya di kemudian hari.


Kenapa aku jadi merasa takut kehilangan Pak Juna, ya? Memangnya semenakutkan apa masa lalu Pak Juna? (Batin Eleonara)


"Tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya menjadi nakal dan tidak tahu juga apa yang bisa membuat Pak Juna jatuh cinta padaku," ucapnya sambil tersipu malu.

__ADS_1


David langsung menyunggingkan senyumnya. Eleonara begitu polos di matanya, seperti kertas kosong yang perlu orang dewasa untuk membimbingnya.


"Saya minta nomormu. Saya akan membantumu, tapi jangan sampai Juna tahu, ya?" David memberikan ponselnya pada Eleonara untuk mendapatkan nomornya.


....


Misi pertama yang David berikan pada Eleonara adalah; Sengaja bertingkah menggemaskan dengan pakaian seksi di depan Juna.


Duh, apa benar-benar harus melakukannya? Bagaimana kalau Pak Juna langsung menyerangku saat melihat aku memakai baju terkutuk ini lagi? (Batin Eleonara)


"Tapi, katanya keluarga Pak Juna menaruh harapan besar pada hubunganku dengan Pak Juna. Aku tidak boleh mengecewakannya. Ya, benar! Lagi pula Kak David juga bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kami sudah menikah," gumamnya yang masih menimbang-nimbang.


Eleonara membawa nampan berisi kopi menuju ruang kerja Juna. Dia mengetuk pintu dengan tangan gemetar. Udara malam sangat dingin, sampai menusuk ke dalam kulit.


"Masuk," kata Juna dari dalam.


Eleonara pun masuk ke dalam, tak lupa menutup pintunya. Dia menghampiri Juna yang sedang berkutik dengan laptopnya, lalu meletakkan kopi di atas meja.


"Aku membuatkan kopi untuk Pak Juna. Em, kalau kurang manis katakan saja, aku akan menggantinya dengan cepat," ucap Eleonara sambil meremas lingerie merah dengan keringat dingin di kening.


Barulah Juna menatapnya dan meninggalkan pekerjaannya. Begitu melihat penampilan Eleonara yang seksi dibalik kain tipis berwarna merah menggoda, Juna menelan salivanya dengan pipi merona.


"Suit, suiw!" Juna malah bersiul sambil memandangi Eleonara dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan lapar.


Kenapa Pak Juna malah bersiul, huhu...! Aku kan, ingin membuatnya tertekan, tapi kenapa malah aku yang tertekan sekarang?! Tidak bisa dibiarkan. Ingat, perkataan Kak David, agresif harus dibalas agresif, nakal harus dibalas nakal. (Batin Eleonara)


"Sengaja pakai itu untuk menggoda saya, ya? Sini, mendekat," ucap Juna sambil menggerakkan jari telunjuknya.


Mati kamu, El! Kamu sendiri yang cari gara-gara. Huh, baiklah. Aku siap! (Batin Eleonara)

__ADS_1


...


BERSAMBUNG!!


__ADS_2