Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Kejujuran Eleonara Soal Pernikahannya


__ADS_3

Di Sekolah.


"Vivian!" teriak Eleonara sambil berlari mengejar Vivian yang sedang berjalan di koridor dengan menggendong tas ranselnya.


"Oy, kenapa?" tanya Vivian. Rambut Eleonara sampai berantakan dan kacamatanya miring karena mengejarnya dari gerbang.


"Aku mau bahas tentang yang kemaren Kak Midas omongin. Kamu udah tau, kan?" tanya Eleonara sambil terengah-engah.


"Bahas apa? Semalem Kak Midas ngobrol sama kamu di kamarnya. Gak ngebolehin aku masuk. Ngobrolin apa emang kalian? Jangan-jangan Kak Midas nembak kamu ya? Cie, cie ...," goda Vivian sambil menyeringai bagai kuda.


"Lebih dari itu. Kayaknya kamu gak tau Kak Midas ngelamar aku," celetuk Eleonara yang membuat Vivian langsung membelalakan matanya dengan mulut menganga.


"Apa! Nge-ngelamar kamu?!"


Eleonara segera membekap mulut Vivian sambil celingak-celinguk ke sana kemari. Mereka jadi bahan tontonan para siswi karena suara tinggi Vivian. Eleonara pun menyeretnya ke depan perpustakaan karena di sana cukup sepi.


"Serius, kamu, El? Kak Midas ngelamar kamu?" tanya Vivian dengan ekspresi wajah serius sekaligus tak menyangka.


"Iya, katanya Kak Midas tau masalah aku di rumah yang selalu di tindas dari kamu. Jadi, dia pengen ngeluarin aku dari rumah, caranya ya mungkin ngelamar aku," jelas Eleonara. "Lagian aku udah bilang sama kamu, jangan bilang ke siapa-siapa masalah aku di rumah. Cukup kamu aja yang tau. Waktu itu kamu juga malah ngomong ke orang tua kamu. Sekarang ke Kak Midas. Gimana sih, kamu Vi!" gerutunya.


"Hehe, maaf, maaf. Kak Midas yang desek aku waktu itu, terus aku gak sengaja bilang, deh. Kayaknya Kak Midas emang serius sama kamu deh, El."


"Mana mungkin. Dia kan baru putus dari Kak Selin, mereka pacaran udah sampai taunan. Kamu pikir gampang ngelupain kenangannya gitu aja?" kata Eleonara.

__ADS_1


"Mungkin aja, sih. Kak Midas kan, udah ngebet pengen nikah. Dia udah serius, cuma Kak Selin-nya aja yang masih main-main. Kayaknya banting setir pas tau kamu suka sama dia diem-diem, jadi timbul chemistry deh diantara kalian, hihi."


"Hey, kapan aku bilang aku suka sama Kak Midas?" bantah Eleonara sambil berkacak pinggang, membuat Vivian semakin senang mengusilinya.


"Alah, udah deh, ngaku aja. Terus gimana, kamu terima gak lamarannya? Tapi, kok kenapa Kak Midas gak ngasih tau aku apa-apa, ya?" ujar Vivian sambil mengerucutkan bibirnya.


"Vi, denger nih, ya. Aku mau tegasin kamu. Aku gak suka sama Kak Midas. Aku udah anggap Kak Midas itu kayak kakak aku sendiri. Jadi, gak ada pikiran jauh ke situ, apalagi sampai nikah sama Kak Midas. Kamu jangan deket-deketin aku terus sama dia, dong. Akunya kan, jadi gak enak kalau Kak Midas udah ngerespon," tegas Eleonara mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.


"Lho, kok gitu?"


"Gitu gimana? Orang gak suka mau digimanain lagi, Vi? Biarin dia sembuhin dulu luka hatinya, baru kamu mau comblangin dia ke cewek mana juga terserah. Asal jangan comblangin sama aku. Udah itu aja, ayo masuk kelas." Eleonara menggandeng tangan Vivian, lalu menggiringnya menyusuri jalan.


"Tapi, kenapa, El? Kak Midas baik, lho. Manager perusahaan lagi, masalah ganteng gak usah di tanya lagi. Udah paket lengkap menurut aku. Kenapa tetep gak mau?" tanya Vivian penasaran.


"Tunggu! Jangan-jangan kamu lagi suka sama cowok, ya?! Siapa, hah? Siapa?!"


"Hehe, iya," jawab Eleonara sambil tersipu malu. Banyak siswi yang menatapnya sinis. Namun, Eleonara tak mempedulikannya. Anggaplah Eleonara sedang kasmaran.


"Astaga, seriusan, El?! Gak bercanda, kamu?!" Mendengar Eleonara menyukai seseorang bagaikan anugerah besar bagi Vivian. Dia menanggapinya dengan antusias tinggi.


"Bener, dong."


"Siapa? Kelas berapa? Atau sekolah di mana?"

__ADS_1


Eleonara menarik daun telinga Vivian, lalu berbisik, "Aku suka sama Pak Juna, hihi."


Kegembiraan Vivian seketika menyusut hilang. Wajahnya langsung datar tanpa ekspresi. "Kalau sama Mr.Juna juga aku suka, El. Kamu mah ah, kirain serius. Gak asik!"


"Eh, dibilanginnya gak percaya. Udah nikah malah kita, hihihi ...," ucap Eleonara sambil cekikikan.


"Hmmzzzz, kalau kamu udah nikah sama Mr.Juna. Aku malah udah tidur bareng sama dia. Kayaknya gara-gara aku sering ngomongin Mr.Juna, kamu jadi ketularan ngefans sama dia, ya. Sampai ngehalunya gak ketolongan gini, parah. Aku aja masih waras, El, El." Vivian sampai geleng-geleng kepala melihat Eleonara cengengesan tak karuan.


"Ya udah, mau percaya atau enggak, terserah kamu. Yang penting aku udah ngomong jujur," ucap Eleonara sambil berlalu meninggalkan Vivian dan duduk di kursinya.


Vivian yang sedang berdiri di depan kelas, mengernyitkan keningnya tajam saat memperhatikan gerakan langkah kaki Eleonara yang sepertinya memiliki kejanggalan. Dia menghampiri Eleonara di kursinya.


"El, kok kayaknya ada yang aneh deh, waktu kamu jalan tadi?" ucap Vivian terheran-heran.


"Aneh gimana?" tanya Eleonara sambil mengeluar buku paket dari dalam tasnya.


"Kayak agak ... maaf ya, agak ngangkang gitu. Gak kayak biasanya," bisiknya hati-hati.


Deg!


Ngangkang? Serius? Apa jangan-jangan gara-gara aku sama Pak Juna udah ... ah, tapi masa, sih? Emangnya ngaruh ya, sama cara jalannya? (Batin Eleonara)


...

__ADS_1


BERSAMBUNG!!


__ADS_2