Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Tradisi Keluarga


__ADS_3

Akak-akak cantik kalau nemu typo tolong komen di paragrafnya ya, makasih^^


...


Eleonara hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia pun membalas pelukan Juna. "Besok aku akan menegaskan pada Vivian kalau aku tidak nyaman didekatkan dengan Kak Midas," jelasnya.


"Bagus. Ayo, buatkan saya kopi. Airnya harus mendidih ya, jangan seperti kemarin pakai air panas yang dari dispenser," kata Juna.


"Lho, memangnya kenapa? Kan, sama-sama air panas." Kening Eleonara sampai mengernyit.


"Beda, Leona. Saya bisa merasakan kopi yang dibuat dengan air mendidih dan kurang mendidih. Lebih enak air yang benar-benar mendidih. Suhu air bisa mempengaruhi cita rasa kopi. Sudahlah, kamu tidak akan mengerti karena tidak pernah ngopi, iya kan? Buatkan saja, saya tunggu di ruang kerja," ujar Juna sambil berlalu pergi meninggalkannya.


"Aih, ada-ada saja. Memangnya akan langsung dihabiskan satu kali tegukan kalau airnya masih panas? Tidak kan, pasti nunggu hangat dulu," gerutu Eleonara sambil geleng-geleng kepala samar.


Setelah Eleonara membuatkan kopi sesuai request Juna, dia langsung menuju ruang kejra Juna dan meletakan secangkir kopi di atas meja kerjanya.


"Air mendidih?" tanya Juna meragukan yang sedang berkutat dengan laptopnya.


"Iya," jawabnya.


"Good. Sini, mau ke mana? Kiss dulu," goda Juna sambil menyodorkan pipinya.


"Masih harus mengerjakan tugas. Nanti saja."


"Tidak sampai satu detik," paksanya.

__ADS_1


Eleonara menghela napas kasar, lalu menghampiri Juna dan mengecup pipi kiri dan kanannya. "Muah, muah. Cukup, kan?"


"Tentu saja tidak." Juna meraih tengkuk leher Eleonara dan mengecup bibir manisnya dengan lembut.


"Oh -"


"Çok güzel, Maşallah," ledek Eleonara spontan mengambil kata-kata Juna yang hendak diucapkan. Juna sampai melongo. "Itu kan, yang mau Pak Juna bilang? Huh, aku sudah hapal."


Tawa Juna pun langsung pecah. Tiba-tiba saja terdengar suara bel berbunyi. "Eh, sepertinya ada tamu," ucap Eleonara.


"Paling juga Syam, lihatlah."


Eleonara bergegas melihat siapa yang bertamu malam-malam. Apa benar-benar Syam. Begitu dia membuka pintu, ada dua orang pria tinggi bermata sipit dengan pakaian formal yang terlihat asing di mata Eleonara. Tampang dua pria yang cukup berumur ini seperti orang-orang penting dari China.


"Selamat malam, apa Mr.Juna-nya ada?" sapa salah satunya sambil tersenyum ramah.


"Oh, ada."


"Kami dari Gems Center Pusat, Lim dan Chen, ingin bertemu dengan Mr.Juna," ucapnya dengan tutur kata yang sopan.


"Saya akan memanggilnya. Silakan masuk," kata Eleonara sungkan. Dia bergegas merapikan buku tulis dan buku paket yang berceceran, lalu membawanya ke kamar. Setelah itu memanggil Juna di ruang kerjanya.


"Siapa? Syam, kan?" kata Juna.


"Bukan, katanya dari Gems Center Pusat, Lim dan Chen."

__ADS_1


Juna langsung beranjak bangun dengan ekspresi wajah yang serius. Dia menutup laptopnya tergesa-gesa.


"Pergi ke kamar dan jangan ke luar," kata Juna yang membuat Eleonara cemas mendengarnya bicara begitu.


"Tunggu, Pak Juna. Ada apa? Mereka orang-orang jahat?" tanya Eleonara sambil menahan tangan Juna.


"Bukan, mereka rekan bisnis saya," jelasnya.


"Oh, tapi kenapa Pak Juna menyuruh aku masuk kamar? Aku kan, perlu menjamu mereka sebagai tamu."


"Tidak perlu, saya yang akan menjamunya. Kamu diam saja di kamar, ya." Saat Juna hendak ke luar dari ruang kerjanya, Eleonara kembali menarik tangannya. Membuat Juna lelah sampai menghela napas hampa.


Terlihat ketidakpuasan dari sorot mata Eleonara. "Kenapa aku tidak boleh menjamu mereka? Aneh deh, Pak Juna."


"Tradisi di keluarga saya, kalau ada tamu pria yang berkunjung malam-malam, seorang istri tidak boleh menampakkan dirinya. Cukup, ya? Mengerti, kan? Saya harus segera menyambut mereka," Juna mengecup kening Eleonara, lalu buru-buru pergi dari hadapan matanya begitu saja.


Eleonara sampai menaikan alis kirinya karena menurutnya aneh sekali. Baru kali ini mendengar tradisi keluarga seperti itu.


"Tradisi keluarganya atau tradisi orang Turki?" gumamnya bertanya-tanya.


....


BERSAMBUNG!!


Siapa nih, yang demen sama aktor-aktor Turki? Yang dimaksud Juna itu tradisi di Turki atau hanya tradisi keluarga Juna saja? Ataaau tradisi negara lain? (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

__ADS_1


__ADS_2