Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Pertemuan Juna Dengan Varel - Dasar Pedofil!


__ADS_3

Sesampainya di rumah Abraham, Eleonara sangat ragu turun dari mobil. Kecemasan terlihat jelas di wajahnya. Dia belum mempersiapkan diri untuk memberitahu Varel kalau sudah bersuami.


"Ayo, turun," ajak Juna yang terlihat menekan.


Eleonara mengangguk. Dia pun ke luar dari mobil dan berjalan pelan-pelan masuk ke rumah. Tiba-tiba saat sampai di depan pintu, Abraham ke luar dan melihat Eleonara bersama Juna, wajahnya langsung pucat pasi. Dia bergegas menggiring Eleonara dan Juna ke samping rumah secara diam-diam.


"N-Nak Juna ... s-sedang apa di sini?" tanya Abraham sungkan.


"Saya dengar anak pertama Anda sudah kembali dari study-nya. Saya datang ingin menyambut kakak pertama Leona," jawab Juna sengaja.


Abraham saling pandang dengan Eleonara. Abraham menatap penuh tanya minta kejelasan kenapa Eleonara membawa Juna bersamanya, tapi Eleonara hanya menggelengkan kepalanya samar dengan memperlihatkan kecemasannya.


"Kenapa?! Saya tidak boleh datang kemari?" kata Juna sambil menatap sinis.


"A-ah, bukan, bukan begitu. Nak Juna salah paham. Saya justru sangat senang melihat kedatangan Nak Juna," jawab Abraham sambil mengusap peluh di keningnya. "Tapi, masalahnya ... anak pertama saya ini belum tahu mengenai pernikahan kalian. S-saya tidak tahu harus berbuat bagaimana."


"Hah, salah sendiri. Kenapa dari awal tidak diberitahu? Dia anggota keluarga Anda sendiri, tidak perlu menyembunyikannya," ujar Juna.


"Be-benar, tapi ... saat itu situasinya tidak memungkinkan. Nak Juna tidak tahu ya, hubungan anak pertama saya dengan Eleonara seperti apa."


"Bisa sedekat apalagi diantara kakak dan adik?Kalau begitu ungkap sekarang dan hadapi apa pun yang terjadi. Ayo, Leona," ajak Juna dengan wajah tegas. Dia menggenggam tangan Eleonara yang dingin dan menggiringnya masuk meninggalkan Abraham.


"Tunggu!" Abraham berlari mengikuti dari belakang.


Begitu Eleonara menjejakan kakinya di ruang tamu, dia melihat Mariam dan Sora yang sedang mengobrol dengan Varel, pria berperawakan tinggi, tubuhnya berisi dan ideal, paras wajah yang tampan nan menarik dengan memakai kalung serta anting di satu telinganya, tubuhnya dibalut dengan jaket dark blue serta celana levis ketat yang di dengkulnya terdapat sobekan. Penampilannya terlihat seperti bad boy, tapi wajahnya lembut memancarkan aura positif.


Spontan Eleonara melepaskan genggaman tangannya dan meninggalkan Juna di ambang pintu. Dia berlari masuk memeluk Varel.


"Ele?!" Varel pun membalas pelukannya dengan penuh kerinduan.


"Cih!" desis Sora sambil menatap sinis. Begitu dia melihat kehadiran sosok Juna yang beberapa hari lalu sudah membuatnya ketar-ketir, Sora terkejut dan ketakutan. Dia sampai berusaha menyembunyikan wajahnya di balik tubuh sang Ibu.


"Bu, Juna juga datang," bisik Sora sambil menyuruh ibunya melihat ke arah pintu.


Deg!


Mariam membulatkan matanya melihat Juna sedang berkacak pinggang menatap ke arah mereka. Ekspresinya terlihat kecewa dan kesal.


"Bagaimana bisa anak siallan ini membawanya kemari?! Bukankah Abraham sudah memperingatkannya?" gumam Mariam menggerutu sambil gigit jari.

__ADS_1


"Kakak kira kamu dilarang Ayah dan Ibu untuk ikut ke Bandara. Beli apa ke luar sampai begitu lama?" tanya Varel sambil memperlihatkan senyum bahagianya sudah melepas rindu dengan Eleonara.


"Emm ... i-itu -"


"Salam," sapa Juna pada semua sambil menggerakkan kedua tangannya dan meletakannya di tengah-tengah dada seperti yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan.


Fokus Varel pun teralihkan. Matanya melihat kehadiran pria dewasa yang tampan bertubuh tinggi besar nan kekar dengan kemeja putih yang terlihat ketat membalut tubuhnya sampai memperlihatkan otot-otot lengannya yang kencang.


Kening Varel mengerut tajam. Dilihat dari segala sisi mana pun pria dewasa ini tampak seperti orang Timur Tengah yang berwibawa dan berduit dengan alis tebal, bulu mata lentik serta jambang tipisnya.


"Silakan duduk, Nak Juna," ucap Abraham sambil memaksakan senyumnya, memecah suasana canggung.


Eleonara menelan salivanya sambil memunggungi Juna. Dia meremas dengkulnya dengan gugup. Punggungnya merasa Juna sudah duduk di sofa, tepat di salah satu sofa belakangnya.


"Siapa, Yah?" tanya Varel berbisik. "Tamu? Kalau begitu, El ke ruang televisi saja, yuk! Kakak bawa banyak oleh-oleh untukmu," ajaknya antusias.


"Saya suami Leona. Salam kenal," celetuk Juna tanpa basa-basi sambil mengulurkan tangannya pada Varel.


Semua yang ada di sana mendapat serangan panik. Kepala belakang Abraham sampai berdenyut nyeri karena sepertinya gula darahnya naik melihat sikap Juna yang begitu gamblang tanpa basa-basi. Kesal karena tak memiliki keberanian menghentikannya.


"Su-suami? Suami apa, siapa?" tanya Varel kebingungan. Refleks tangannya menjabat tangan Juna yang berbulu karena dari tadi sudah minta disambut.


Seketika jabatan tangannya terlepas. Bola mata Varel menatap Eleonara dengan kening mengernyit tajam. Eleonara terlihat sedang menyentuh kacamatanya sambil menunduk gugup, tak berani menampakkan wajahnya. Begitu pun saat Varel menatap Abraham dan Mariam meminta penjelasan, mereka semua menghindarinya.


"Maksudnya suami Leona bagaimana?" tanya Varel kebingungan.


"Varel ... anu, maaf Ayah tidak memberitahumu sebelumnya kalau ... kalau Eleonara sudah menikah."


Deg!


Deg!


Deg!


"Apa!" Varel sampai beranjak bangun dengan mata melotot berapi-api.


Eleonara meraih tangan Varel dengan sedikit menariknya, berusaha menenangkan. "Kak Varel," panggilnya.


Varel menepisnya kasar sambil menatapnya tajam. "Kamu sudah menikah? Dengan pria ini?!"

__ADS_1


Eleonara melirik ke sana kemari resah, kemudian dia mengangguk pelan-pelan. Rahang Varel mengeras sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat


"Apa-apaan ini! Apa yang terjadi?! Aku tidak mengerti! Kapan kamu menikah? Bukannya kamu masih sekolah?! Jangan-jangan -" Varel melihat ke arah perut Eleonara dengan firasat buruk. "Jangan-jangan kamu dilecehkan Om-om ini, ya!" tuduhnya tak berperasaan.


Om-om? Siapa Om-om? Aku? (Batin Juna tak merasa)


"Varel!" tekan Abraham menyuruhnya tenang. Takutnya menyinggung perasaan Juna.


"Kamu menuduh saya melecehkannya? Tapi, dilakukan pada istri sendiri bukan pelecehan kan, namanya?" sindir Juna sambil menyunggingkan senyum.


"Ayah, Ibu, ada apa ini? Kenapa kalian malah bungkam? Eleonara benar-benar sudah menikah? Bagaimana mungkin?!" cecar Varel masih tak bisa menerima kenyataan.


"Duduk dulu, Ayah jelaskan!" kata Abraham tegas. Mau bagaimana lagi? Menghindar dan beralasan sudah tidak sempat.


Seketika saja tumbuh rasa benci dalam benak Varel pada Juna, tatapannya pun sinis terhadapnya. Varel kembali duduk, tapi di samping Eleonara, memunggungi Juna. Menghalanginya agar Juna tak bisa melihat Eleonara bahkan mendekatinya.


Cih, mau dilindungi bagaimana pun dia sudah jadi milikku. Sepertinya ada yang aneh dengan tingkah lakunya terhadap Leona. (Batin Juna, curiga)


"Ini adalah Juna Syach Emirhan, anak teman Ayah. Dua bulan lalu, Ayah dan ayahnya sepakat menjodohkan mereka berdua karena Ayah berhutang banyak pada Ayahnya Nak Juna. Ayahnya Nak Juna mungkin tidak tega terus menekan Ayah untuk membayar hutang yang bertumpuk, dia menyarankan untuk membayarnya dengan satu anak perempuan Ayah untuk dinikahkan dengan anaknya," jelas Abraham dengan perasaan ketar-ketir.


"Jadi benar-benar sudah menikah?" Perasaan Varel langsung hancur luluh lantak mendengar kenyataannya. Wajahnya pun langsung murung, hilang semangat. "Tapi, anak perempuan Ayah bukan hanya Ele saja, kan? Ada Sora, kenapa tidak menikah saja dengannya? Kenapa harus Ele? Dia kan, masih Sekolah. Apa sekolahannya bisa menerima murid yang sudah menikah?" tanya Varel beruntun, masih enggan menerima kenyataan.


"Karena saya yang menginginkannya," imbuh Juna menyela sambil duduk dengan wajah santai tanpa beban.


"Kamu! Kenapa kamu menginginkannya? Tidak punya mata atau bagaimana? Dia kan masih kecil, masa depannya masih panjang. Kenapa harus dijerat dengan pernikahan bersama Om-om sepertimu? Apa kamu ini termasuk pedofil?!"


DUARRR...!!


Pe-do-fil? 🥹


(Juna nangis di pojokan)


...


BERSAMBUNG!!


Jangan kapok dukung novel ini terus, ya^^


.

__ADS_1


.


__ADS_2