Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Sora Mencuci Otaknya


__ADS_3

Esok harinya, Juna benar-benar berangkat ke Dubai. Katanya sih hanya dua hari, tapi entah benar atau tidak kalau tidak ada halangan seperti sebelumnya. Eleonara merasa sedikit senang karena tak akan ada yang merayunya beberapa hari kedepan, dia bisa sedikit bersantai, tapi tetap saja rasa kehilangan ada dalam benaknya.


Eleonara berangkat Sekolah dan pulang Sekolah serta menjalankan rutinitas di rumah seperti biasanya.


Hari ini Vivian tidak masuk Sekolah karena demam. Kemarin sudah diingatkan oleh Eleonara saat berenang, tapi sayangnya Vivian keras kepala dan pada akhirnya benar-benar sakit. Eleonara merasa bersalah, besoknya dia berniat menjenguk Vivian sepulang sekolah mumpung Juna belum pulang.


Namun, baru saja dia akan menghentikan taksi dengan masih mengenakan seragamnya, sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya.


Ekspresi wajah Eleonara langsung muram karena dia tahu ini adalah mobil baru yang Mariam dan Sora beli beberapa waktu lalu.


Kaca jendela mobil terbuka, memperlihatkan wajah tengil Sora. "Halo, culun. Kakakmu yang cantik ini datang untuk menjemput. Masuklah," ucapnya dengan senyum ceria, membuat Eleonara menaruh banyak curiga karena tidak biasanya Sora bersikap demikian padanya.


Eleonara tidak melihat ada Mariam di mobil.


"Liatin apa? Cepet, masuk!" serunya yang langsung berwajah menyeramkan, wujud aslinya terlihat.


"Aku mau ke rumah Vivian, Kak. Dia sakit, aku mau nengokin," kata Eleonara sambil menyentuh kacamatanya.


"Si pendek sakit? Alah, paling alesan doang. Aku mau main ke rumah kamu sekarang. Ada Juna gak?" tanyanya sambil tersipu.


"Pak Juna lagi ke luar negeri, gak ada di rumah," jawabnya.


"Ah, bohong. Denger-denger minggu lalu ke Burma sama Sri Lanka, masa sekarang ke luar negeri lagi."


"Aku gak bohong, Pak Juna bener-bener ke Dubai dari kemaren sampe sekarang belum pulang," ucap Eleonara meyakinkan. Namun, tampaknya Sora tidak mudah percaya begitu saja, dia tetap bersikukuh jika belum melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Kalau emang bener Juna ke Dubai, aku mau mastiin sekarang. Cepet masuk, kita pergi ke rumahnya," ucap Sora memaksa dengan raut wajah yang tidak enak dipandang.


Eleonara pun terpaksa harus mengurungkan niatnya menengok Vivian. Padahal sebelumnya dia sudah mengirimkan pesan pada Vivian, mengabarkan kalau dia akan ke rumahnya sekarang.


Eleonara pun masuk ke mobil dan mereka pergi dari situ. Sesampainya di rumah, setelah Eleonara membuka kunci pintu, Sora langsung nyelonong masuk begitu saja sambil mengedarkan matanya mencari Juna.


"Gak ada kan, Ka?" kata Eleonara sambil merapikan sepatu ke dalam rak.


Sora tak menanggapi perkataan Eleonara, malah masuk ke kamar, lalu keluar dan masuk lagi ke beberapa ruangan. Sepertinya benar-benar tak percaya Juna tidak ada di rumah.

__ADS_1


"Emangnya ada hal apa Kakak mau ketemu Pak Juna?" tanya Eleonara.


"Pengen ketemu aja, gak boleh emang? Eh, El, kamu tau gak ada kesalahan di kesehatan Juna?" tanya Sora sambil berkacak pinggang.


"Kesalahan di kesehatan Pak Juna?"


Apa maksud Kak Sora itu Pak Juna yang susah tidur? (Batin Eleonara)


"Kayaknya kamu gak tau, ya? Sebenernya kamu itu cuma di manfaatin doang tau sama keluarga Juna. Cuma jadi bahan buat ngebuktiin kalau penyakit Juna bisa sembuh atau enggak sama kamu. Jadi, aku harap kamu gak berekspektasi tinggi ya sama hubungan kalian ini. Kalau Juna udah sembuh kamu bakal di buang gitu aja."


Eleonara langsung mengerutkan keningnya sambil menunduk. Bukan tidak ingin membantah, tapi membiarkan Sora kenyang dengan asumsinya sendiri karena yang Eleonara tahu Juna dan keluarganya tidak seperti itu.


Kak Sora lagi cuci otak aku. Jangan sampai aku terpengaruh sama omongannya. (Batin Eleonara)


"Emangnya Pak Juna sakit apa? Kok aku gak tahu?" tanya Eleonara dengan tatapan polos.


"Makanya jangan asal mau waktu di jodohin, cari tau dulu gimana kesehatannya. Juna itu punya penyakit yang lumayan parah kata Ayah, sampe dia susah tidur. Kamu gak pernah liat dia tidur, kan?" tanya Sora dengan penuh kesombongan di wajahnya.


"Di pikir-pikir emang gak pernah."


"Apa yang Kakak bilang ada benernya, tapi awalnya Kakak kan gak setuju di jodohin, terus maksa aku buat gantiin Kakak. Kalau aku mau pisah sama Pak Juna sekarang udah gak sempet, Ayah pasti marah," kata Eleonara sambil pura-pura terlihat bingung dan resah.


"Masalah Ayah mah gampang, El. Aku bisa bujuk," kata Sora.


"Terus Pak Juna sama Pak Mohsen gimana? Kakak juga bisa nanganin mereka?"


Eleonara melihat keraguan dari sorot mata Sora setelah dia mengatakan itu. Sora pun langsung diam seribu bahasa sambil melirik ke sana-kemari mencari jawaban.


"Kalau kamu gak becus ngerawat Juna terus gak ada perubahan apa-apa dari penyakitnya, pasti Pak Mohsen sama keluarganya misahin kalian cepet-cepet. Pokoknya tenang aja, yang penting kamu juga harus kerja sama sama aku kalau mau lepas dari Juna. Apa kata orang-orang anak SMA kayak kamu udah nikah, terus nikahnya juga sama Bapak-bapak. Kalau semua orang tau bahkan sampe sekolahan kamu tau, kamu bakal dikucilin. Gak ada yang mau temenan sama kamu termasuk si pendek," ujarnya yang semakin menekan Eleonara dengan kata-kata berbisa.


Eleonara tampak termenung memikirkan perkataan Sora, sedang menimbang-nimbang usulannya. Namun, itu hanya yang terlihat saja oleh mata Sora, sebenarnya tidak begitu.


"Gimana? Setuju gak aku bantu misahin kamu sama Juna?" tanya Sora sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya.


Coba aja, Kak. Lagian kalau aku gak jodoh sama Pak Juna, sekuat apa pun bertahan, akhirnya akan berpisah juga. (Batin Eleonara)

__ADS_1


Eleonara hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum licik dalam hati.


"Bagus! Juna pulang kapan?"


"Katanya sih, besok."


"Kalau gitu malem ini aku mau nginep di sini," ujar Sora sambil mengulum senyum. Tatapan matanya mengisyaratkan banyak tipu muslihat. Dia tak perlu menunggu respon Eleonara, tiba-tiba langsung masuk ke kamar yang biasa Eleonara dan Juna tempati.


"Kak!" panggil Eleonara yang terlihat kesal setengah mati karena Sora benar-benar tidak sopan.


Eleonara hendak mengejar Sora, tapi ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dari Juna. Juna mengirimkan foto dirinya yang sedang menci'um seekor unta dengan sorban putih di kepalanya beserta pesan teks.



'Canım, saya masih di Dubai. Kira-kira besok pagi baru sampai Ibu Kota. Jangan salah paham, itu unta jantan.'


...


Setelah mengirimkan pesan pada Eleonara, Juna pun masuk ke dalam mobil yang dikemudikan Syam. Dia sedang berada di Bandara.


"Lama sekali, sampai pegal nunggunya," kata Juna protes, sambil melepaskan kacamata hitamnya.


"Macet di jalan, Tuan. Langsung pulang?" tanya Syam.


"Antar aku ke pusat perbelanjaan dulu. Ada yang ingin aku beli untuk Leona," ujar Juna sambil senyum-senyum sendiri karena dia ingin memberikan kejutan untuk Eleonara.


...


BERSAMBUNG!!


Like dan gift/votenya jangan lupa ya, hehe^^


.


.

__ADS_1


__ADS_2