Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Penindasan Terhadap Eleonara Terbongkar


__ADS_3

"I-itu ... b-benar sekali. Saya selaku seorang Ibu merasa menyesal dan hampir putus asa saat tahu kejadian ini. Saya akan mengurung Sora di rumah dan tidak akan memberikannya makan-minum sampai dia menyadari dan menyesali perbuatannya," ucap Mariam terpaksa. Lutut dan sekujur tubuhnya gemetar saat bicara.


"Ayah, Ibu, apa yang kalian ucapkan?!" rengek Sora sambil mengusap air matanya. Namun, tampaknya Abraham tidak peduli, dia malah sebal melihat sikap Sora.


Abraham dan Mariam beranjak bangun. "Kalau begitu permasalahan ini cukup sampai di sini saja. Kami permisi dulu. El, Ayah juga sangat menyesal, Ayah minta maaf, ya. Kamu jangan sampai telat makan dan minumlah obatnya dengan teratur agar segera pulih. Ayah pulang dulu. Nak Juna, saya titip anak saya, ya," kata Abraham sambil mengelus kepala Eleonara dengan penuh kasih sayang.


Eleonara mengangguk sambil diam-diam melambaikan tangannya pada Sora dengan senyum puas yang mengembang. Sora mengartikan itu sebagai ejekan, membuatnya lagi-lagi naik pitam. Dia pun menghilang dari pandangan Eleonara dengan segudang kebencian dalam hatinya.


Eleonara kembali ke kamarnya. Saat Juna hendak mengikuti, Syam memanggilnya.


"Kenapa, Syam?" tanya Juna penasaran.


"Ada yang ingin saya katakan, tapi jangan di sini," ujar Syam sambil menatap hati-hati pada kamar yang baru saja Eleonara masuki.


Juna menggerakkan kepalanya, mengisyaratkan untuk ikut dengannya ke halaman belakang. Syam menutup pintu belakang rapat-rapat.


"Ada masalah apa sampai kita menghindari Leona?" tanya Juna heran.


"Begini, Tuan, saat saya di rumah sakit ada Vivian teman Nona Leona datang menjenguk. Saya tidak sengaja menguping pembicaraan mereka. Ternyata Nona Leona bukan anak kandung Pak Abraham, saya sudah mencari tahu kalau Nona Leona diangkat menjadi anak Pak Abraham ketika Nona masih kecil. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Nona Leona selalu diperlakukan buruk di keluarganya. Bu Mariam dan Sora selalu menindasnya."

__ADS_1


Deg!


Di perlakukan buruk? Sebelumnya aku hanya pernah dengar saja kalau Leona bukan anak kandung mereka. (Batin Juna)


"Mereka bahkan sampai berani menyiksa Nona Leona hingga lebam-lebam dan memperbudaknya seolah-olah Nona Leona adalah pembantu di rumah itu," jelas Syam yang membuat Juna syok setengah mati, sampai rasanya sulit mempercayai.


Astaga, a-apa aku salah memberitahu Tuan sekarang? Lihatlah, wajahnya langsung berubah jadi sangat menyeramkan seperti banteng yang siap menyerang kain merah di depannya. (Batin Syam ketar-ketir)


"Kamu yakin apa yang kamu katakan ini, Syam!" Kedua mata Juna berapi-api dengan kilat cahaya yang membuat Syam merinding ketakutan.


"B-benar, Tuan. Sebelumnya saya menyuruh anak buah saya menyelidiki hal ini. Ada beberapa tetangga di rumah Pak Abraham yang mengakuinya kalau Nona Leona memang sering mendapatkan siksaan dari mereka," ucap Syam gugup gemetar.


"Dilihat dari sikapnya, mungkin Nona Leona tidak mau memberitahu Tuan karena takut merepotkan. Nona Leona orangnya sangat sungkan dan tidak enakan. Beberapa kali sering meminta maaf pada saya karena katanya selalu merepotkan. Nona Leona sangat baik, lugu dan penurut. Pantas saja kalau Nona selalu ditindas di keluarganya," ungkap Syam menurut pandangannya sendiri.


"Apa dia tidak pernah melawan mereka?" tanya Juna dengan mata menyipit.


"Menurut informasi, tidak, Tuan. Nona Leona tidak memiliki keberanian seperti itu karena Bu Mariam dan Sora selalu mengancamnya akan membuangnya kalau Nona Leona melawan atau membantah. Tuan ingat tidak beberapa waktu lalu, kalau tidak salah ketika Tuan Di Myanmar, saya pernah menghubungi Anda saat Nona Leona pulang Sekolah, wajahnya pucat dan terlihat tidak baik seperti orang sakit. Apa Tuan ada menanyakannya?" tanya Syam.


"Oh, ya, aku sempat mencemaskannya. Tapi, katanya dia hanya kelelahan saja karena tugas Sekolah. Kenapa?"

__ADS_1


"Bukan karena kelelahan, tetapi Nona Leona baru saja mendapatkan penindasan dari mereka saat itu. Kabar ini akurat dari anak buah saya. Tuan memberikan uang saku 30 juta kan, ke akun rekening Nona? Merekalah yang mengambilnya secara paksa. Bahkan katanya lengan beserta paha Nona Leona dicubit sampai memar kalau tidak menyerahkan uangnya."


Deg!


Deg!


Deg!


Leonaaa, bisa-bisanya kamu membohongi saya dan menyembunyikan masalah sebesar ini! (Batin Juna, emosi karena tak terima istri kecilnya ternyata mendapatkan perlakuan buruk selama ini)


....


BERSAMBUNG!!


Jangan lupa like, komen dan berikan hadiah sebagai dukungan, ya. Siap-siap besok saya tagih vote, hihi^^


.


.

__ADS_1


__ADS_2