Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Ciftligi Gurme - Chemistry Serkan Bey dan Leona


__ADS_3

'Serkan dan istrimu ada di Ciftligi Gurme cabang ke-2.'


Itu adalah pesan teks dari Osman pada Juna. Ciftligi Gurme adalah toko roti yang dikelola Serkan di Indonesia. Tidak menunggu waktu lagi, Juna langsung tancap gas menuju Barat, karena lokasinya ada di sana.


...


Di Ciftligi Gurme.


Eleonara sedang membantu Serkan menjualkan kue dan roti di beberapa keranjang rotan. Mereka menjualnya di depan toko kuenya, bukan di dalam. Terlihat seperti bazar. Banyak sekali orang yang datang untuk membeli. Suasana yang sangat ramai, sukses mengalihkan suasana hati dan pikiran Eleonara. Ramai bukan semata-mata untuk membeli roti atau kue saja, melainkan agar dapat melihat Serkan secara langsung dan mengaguminya dari dekat.


Serkan sengaja merakyat seperti ini hanya untuk menghibur Eleonara. Bahkan rela jambang keramat serta lengan berototnya disentuh dan dipuja emak-emak berdaster.


Tak bisa dipungkiri Eleonara pun tampak senang melihat orang berdatangan untuk membeli roti dan kue yang ada di keranjang rotan miliknya.


Ada banyak roti yang dijual, seperti ; baguette, roti gulung, gandum hitam, multigrain dan roti jagung, serta kue, biskuit, dan kue kering.


Di tengah pembeli yang terus-menerus datang, Eleonara sesekali memperhatikan cara Serkan berjualan. Dia memberi seseorang sepotong roti tanpa ada uang yang berpindah tangan. Namun, di menit selanjutnya seorang pelanggan akan membayar dua roti tetapi hanya mengambil satu. Hal itu membuat Eleonara mengerutkan keningnya, heran.


Pembeli sudah mulai sedikit karena roti dan kue habis terjual dalam sekejap mata. Para karyawan toko begitu bangga karena kedatangan sang pemilik yang dengan senang hati turun tangan ikut membantu menjualkan kue dan roti di toko mereka.


Eleonara membantu karyawan Serkan merapikan kekacauan di depan toko. Serkan terus memperhatikan Eleonara yang sejak berjualan tidak pernah menyusutkan senyumnya. Lesung pipi itu timbul terus dan membuat Serkan tertarik, ditambah dengan dagu Eleonara yang terbelah seksi serta gigi kelincinya yang manis menggetarkan jiwa.


"Lelah?"

__ADS_1


"Tidak, ini sangat menyenangkan. Aku menikmati berjualan seperti ini, hehe," ucap Eleonara sungkan sambil mengulum senyum. Serkan kembali terpikat pada lesung pipinya yang timbul tenggelam.


Serkan memberikan sebotol minuman pada Eleonara yang sedang duduk istirahat di sebuah kursi sambil memandangi keramaian orang yang berlalu lalang di luar toko.


"Untukku?" tanya Eleonara.


"Evet." Serkan menganggukkan kepalanya. Dia duduk berhadapan dengan Eleonara.


"Teşekkür ederim (terima kasih)," ucap Eleonara malu-malu mengatakannya.


"Bir şey değil (bukan apa-apa). Tapi, cukup katakan 'sağol' saja. Teşekkür ederim terlalu formal. Sağol itu singkatnya, bedanya seperti terima kasih dan makasih," kata Serkan menerangkan.


"Ah, begitu, ya." Eleonara mengusap tengkuk lehernya karena malu.


Namun, saat Eleonara meneguk botol minuman di tangannya, tenggorokan yang sedang menelan minuman itu bergerak naik turun seolah air itu meluncur dengan leluasa di kerongkongannya. Ditambah lagi dengan keringat mengucur di leher Eleonara. Membuat Serkan yang melihatnya menelan saliva, resah dan jadi ikut-ikutan haus.


Eleonara sedang bicara serius, tapi Serkan tidak memperhatikan dan juga tidak mendengarkannya. Seakan telinganya disumbat agar tidak dapat menangkap suara apa pun. Matanya fokus menatap lurus ke arah leher, tulang selangka dan bahu Eleonara yang putih mulus bak perosotan TK.


"Serkan Bey?!" Eleonara sampai harus menjentikkan jarinya beberapa kali di depan mata Serkan.


Sontak saja lamunan Serkan membuyar. Dia mengedipkan matanya panik. "Ah, m-maaf, maaf, saya tidak fokus. Kamu bilang apa barusan?" tanyanya gelagapan sambil mengusap jambangnya.


"Hm, melamunkan apa dia?" gumam Eleonara, heran. Padahal dia sudah bicara panjang lebar, tapi Serkan malah tak mendengarkannya. Terpaksa harus Eleonara ulangi.

__ADS_1


"Itu, tadi saat jualan di depan, aku perhatikan ada beberapa pembeli yang membeli dua roti, tapi dia hanya mengambil satu. Lalu, ada banyak yang datang bukan untuk membeli, Serkan Bey malah memberikan sepotong roti secara cuma-cuma," kata Eleonara mempertanyakan apa yang membuatnya penasaran dari tadi.


"Ah, itu tradisi kuno di Turki untuk diam-diam membantu yang kesulitan," jelas Serkan. "Di Turki, ada kebiasaan untuk membeli dua roti, tapi hanya mengambil satu. Satu roti sisanya dititipkan pada penjual untuk diberikan kepada siapapun yang membutuhkan. Saya menerapkan trik ini pada semua toko kue dan restoran yang saya kelola di Indonesia."


"Wah, begitu ... ternyata Serkan Bey bukan hanya tampan saja, tapi juga murah hati, hihi," kata Eleonara sambil mengacungkan dua jempolnya pada Serkan.


"Bisa saja kamu, tapi itu hanya kebiasaan di negara saya saja. Di banyak negara Barat, beberapa tahun terakhir juga muncul kebiasaan orang membayar uang untuk secangkir kopi tambahan atau makanan tambahan saat membayar makanannya sendiri. Uang itu akan disimpan di kasir untuk diberikan pada orang yang membutuhkan. Di Turki ada istilah 'Askıda ekmek' artinya roti digantung atau ditangguhkan. Jika kamu membeli dua roti dan satunya ingin diberikan pada orang yang membutuhkan, katakan saja pada kasir, roti yang satunya 'askıda ekmek'. Kontribusimu dikantongi dan digantung bersama-sama dengan yang lain, jadi ketika ada orang yang datang ke toko roti dan bertanya, 'Askıda ekmek var mi? (Apakah ada roti di kail?)', mereka dapat mengambil roti itu secara gratis," jelasnya lagi secara runut sambil tersenyum penuh percaya diri.


Eleonara yang mendengarnya merasa tersentuh mendengar salah satu tradisi Turki yang Serkan terangkan padanya. Perkataannya seolah membuka mata hati dan mencerahkan pikirannya. Di mana pun pasti ada kebaikan.


"Wah, seperti itu rupanya. Salut, salut. Berarti sama halnya dengan tindakan amal, kan?" kata Eleonara.


"Benar. Askıda ekmek berakar pada Islam-agama dominan yang ada di Turki sejak zaman Ottoman dan terikat dengan konsep zakat, pilar iman Muslim yang berfokus pada berbagai tindakan amal. Persyaratan yang dapat dipenuhi dengan memberikan barang, uang atau makanan. Pemberian ekmek (roti) sangat penting di Turki karena mewakili rasa lapar-kelaparan/kelaparan-keputusasaan. Dalam kepercayaan Islam di sana, roti menopang kehidupan dan perlindungan hidup adalah suci," jelas Serkan lagi dengan ekspresi serius.


Eleonara melihat sisi lain Serkan sebagai guru sejarah di sekolahnya. Mendengarkan dengan seksama sampai rasa kantuk menyerang karena rasanya seperti diceritakan sebelum tidur.


Tiba-tiba saja bola matanya menangkap sosok yang tidak ingin dia temui. Siapa lagi kalau bukan Juna. Setelah memarkirkan mobil, Juna melangkah masuk ke Ciftligi Gurme.


....


BERSAMBUNG!!


Like, like, like

__ADS_1


.


.


__ADS_2