Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Sensasi Berbeda di Kolam Renang


__ADS_3

"Merhaba, Anne, Baba," sapa Eleonara pada ayah dan ibunya Juna melalui panggilan telepon dengan senyum penuh percaya diri.


"Merhaba, Merhaba," sapa balik Mohsen dan Diana sambil tertawa kecil karena melihat tingkah Eleonara yang lucu mengucapkan aksen Turki.


"Panggil Ayah dan Ibu saja, Nak," kata Diana ramah.


"Hehe, iya."


"Cerah sekali auranya pengantin baru," goda Diana. "Bagaimana Juna, mengecewakan tidak kemarin malam?" Kali ini Mohsen yang bersuara.


Kedua pipi Eleonara langsung bersemu merah sambil memalingkan pandangan matanya, malu. "Kemarin malam ... apa?" tanyanya pura-pura polos sambil menyentuh kacamatanya.


"Ayah tahu dari David, katanya Juna memesan President Suite setelah pulang dari Sri Lanka. Nah, bagaimana kinerjanya? Mengecewakan atau memuaskan? Hahaha," papar Mohsen sambil tergelak di sana dengan suaranya yang berat. Membuat Eleonara semakin salah tingkah.


Eleonara mencubit kecil perut Juna yang sedang duduk di sampingnya karena dia bingung harus menjawab pertanyaan ayahnya yang absurd bagaimana. Juna malah diam mengawasi saja.


"Jawab kalau kamu sampai minta tiga ronde," bisik Juna sambil tertawa tanpa suara.


Eleonara semakin kencang mencubit perut Juna hingga membuatnya merintih kesakitan.


"Tidak perlu dijawab. Ayahnya Juna memang usil orangnya," kata Diana mencairkan suasana. "Kalian baik-baik saja? Juna tidak ada memarahimu atau menyakitimu kan, Leona?"


"Tidak, Bu. Pak Juna sangat baik," jawabnya.


Salah, yang benar Pak Juna sangat me'sum dan sedikit tak berperasaan. (Batin Eleonara)


"Baguslah, senang Ibu mendengarnya. Kapan kamu mau mampir ke rumah kami?" tanya Diana.


"Ah, benar juga. Setelah menikah belum sempat menemui Ayah dan Ibu. Aku sih, bagaimana Pak Juna yang mengajaknya saja, hehe."


"Nanti aku akan cari waktu mengajaknya ke sana," ujar Juna.


"Baiklah, Ibu akan menunggu. Ya sudah, kami tidak akan mengganggu waktu kalian lagi. Juna, kamu hati-hati memperlakukannya, ya? Jangan bertingkah macam-macam!" kecam Diana memperingati dengan mata melotot.

__ADS_1


"Iya."


Panggilan telepon pun langsung dimatikan. Juna menggiring Eleonara ke halaman belakang untuk bersantai di ayunan rotan. Tiba-tiba saja ponsel Eleonara berbunyi. Ada pesan masuk. Setelah Eleonara memeriksanya, ternyata itu pesan dari Sora.


Eleonara membaca pesan itu secara sembunyi-sembunyi.


'Transfer, dong.'


'Lagi sama Juna, gak?'


"Sedang melihat apa?" tanya Juna tiba-tiba yang membuat Eleonara kelimpungan. Dia segera mematikan layar ponselnya dan memutar otak untuk memberikan jawaban palsu.


"Ini ... em ... sedang berpikir, sepertinya bagus kalau ada kolam renang di sini. Halamannya luas, sayang kalau hanya ditumbuhi tanaman saja. Aku suka kolam renang yang ada di Hotel kemarin, bentuk infinity pool, hehe," bualnya sambil cengengesan menutupi kegugupannya.


"Begitu? Kamu suka kalau ada kolam renang di sini?" tanya Juna mengulang.


Eleonara mengangguk cepat dengan pikiran yang tidak fokus karena memikirkan pesan Sora.


Juna terlihat serius menanggapi perkataan Eleonara. Tiba-tiba dia beranjak bangun. "Saya masuk dulu. Buatkan saya kopi, antarkan ke ruang kerja saya."


Dia buru-buru memeriksa ponselnya. Dengan cepat membalas pesan Sora.


'Uang untuk apa?'


Tidak lama menunggu, Eleonara langsung mendapatkan balasan.


'Jangan banyak tanya. 5 juta pasti punya, dong? Jangan pelit-pelitlah kamu! Nanti aku aduin ke Ayah sama Ibu, baru tahu rasa.'


Lima juta tentu saja ada di rekeningnya. Eleonara merasa berat memberikannya bukan karena pelit, tapi karena mengingat perlakuannya yang selalu menindasnya.


Eleonara menghela napas hampa dan melapangkan dadanya sambil mengetik di layar ponselnya.


'Mana no rekening Kakak?'

__ADS_1


Tidak lama Sora mengirimkan nomor rekeningnya sambil mengancamnya agar tidak bilang pada Juna. Eleonara pun langsung mentransfer uang sebesar lima juta padanya. Eleonara segera menghapus pesan-pesannya bersama Sora dan menuju dapur untuk membuatkan Juna kopi.


...


Esok harinya, Eleonara dikejutkan dengan beberapa orang asing yang masuk ke dalam rumah dengan membawa alat-alat bangunan di tangan mereka masing-masing. Orang-orang asing itu menuju halaman belakang rumah.


Dilihatnya Juna dan Syam sedang berbincang dengan salah satu orang asing tersebut. Eleonara mengintipnya dari celah pintu. Setelah Juna selesai mengobrol, barulah dia berani menghampiri.


"Pak, Juna?" panggilnya.


Begitu Juna menoleh ke sumber suara, tangannya langsung di seret Eleonara ke tempat sepi.


"Sedang ramai orang-orang, Leona. Nanti malam saja, ya," racau Juna.


"Apa sih, ngeres otaknya. Aku cuma mau tanya, ada apa rame-rame di halaman belakang? Pak Juna juga tadi bicara dengan siapa?" tanyanya penasaran.


"Saya kira kamu minta ehem-ehem," gurau Juna sambil tersenyum usil. "Mereka tukang bangunan yang akan membuat kolam renang dan merenovasi halaman belakang. Tadi, saya sedang mengobrol dengan kontraktornya."


"Kolam renang?"


"Iya, bukannya kamu ingin dibuatkan kolam renang di halaman belakang?" tanya Juna.


Kening Eleonara langsung mengernyit tajam. "Perasaan aku tidak pernah mengatakan itu."


"Yang benar saja. Kamu mengatakannya kemarin saat kita sedang bersantai di ayunan. Masa tidak ingat?"


Eleonara menggaruk keningnya sambil mengingat-ingat. "Oooh, iya, aku ingat. Tapi, aku hanya asal bicara saja itu. Kenapa dianggap serius?"


"Jangan sungkan begitu. Saya pikir juga ada baiknya jika punya kolam renang sendiri. Ada yang bilang katanya bercinta di dalam air memberikan sensasi berbeda, lho," godanya sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya yang terbal membentuk, lalu melarikan diri begitu saja.


Eleonara merem-as tangannya sendiri sambil menggertakan giginya melihat kepergian Juna. "Selalu saja begitu. Tidak bisakah sehari saja pikiran Pak Juna tidak melenceng?!" gerutunya sebal.


...

__ADS_1


BERSAMBUNG!!


Kakak-kakak cantik tolong bantu like, komen atau tambahkan ke favorit Chat Story saya yang judulnya 'Setelah Nikah Kontrak' (GRATIS). Saya sedang ikut lomba. Mohon dibantu ya, hehe^^


__ADS_2