Istri Kecil Yang Nakal

Istri Kecil Yang Nakal
Mariam Mengancam Eleonara


__ADS_3

Huff, ternyata sudah tahu melalui CCTV. Aku tidak bisa menutupinya. (Batin Eleonara)


"Tadi sore Kak Sora menemuiku, katanya ingin bertemu denganmu, lalu dia memutuskan untuk menginap karena aku memberitahu kalau kamu sedang ke Luar Negeri. Tapi, dia masuk ke kamar kita dan tiduran begitu saja di ranjang, aku tidak bisa membiarkannya. Aku tegur dia sedikit, tapi dia tidak terima dan langsung marah-marah sampai kalap," jelasnya ragu-ragu.


Juna tampak menghela napas kasar. Apa maksud dan tujuan Sora kali ini sudah tampak jelas di depan mata. Sora berusaha menggodanya dan ingin merebutnya dari Eleonara. Terbesit ingatan saat Juna terkejut mengetahui kalau ternyata yang ada di atas ranjang bukan Eleonara, melainkan Sora.


"Ada apa sampai menghela napas kasar begitu?" tanya Eleonara heran.


Aku tidak akan membiarkan Eleonara tahu kalau aku sudah tak sengaja menyentuh kakaknya. (Batin Juna)


"Tidak ada. Habiskan buburnya," ujar Juna sambil berusaha bersikap normal dan kembali menyuapi Eleonara.


"Leona, saya tidak akan membiarkan siapapun melukai orang saya, apalagi istri saya sendiri. Saya tidak bisa menerimanya," ucap Juna lirih.


Eleonara melirik ke sana-kemari cemas. "Apa yang mau kamu lakukan pada Kak Sora?" tanyanya penasaran.


"Kamu mau saya apakan dia?" Juna malah balik bertanya.

__ADS_1


"Em, aku ... hanya ingin memberikan dia sedikit pelajaran saja agar dia tidak mengulangi perbuatannya."


"Itu saja? Tidak mau diserahkan pada polisi?" tanya Juna mengusulkan.


Eleonara menggelengkan kepalanya. "Itu terlalu beresiko. Dampak kedepannya bisa buruk pada kehidupanku. Ayah dan Ibu akan membenciku, belum lagi teman-teman Kak Sora dan orang-orang yang dekat dengannya. Aku akan terganggu oleh hal semacam itu dan pada akhirnya dirundung rasa bersalah sampai tidak bisa fokus belajar. Bagaimana pun sebentar lagi aku akan menghadapi ujian kelulusan," jelasnya.


"Hah, benar juga. Pasti tidak akan mudah untukmu. Baiklah, saya dukung apa pun keputusanmu, semoga itu yang terbaik." Juna memberikan minum pada Eleonara karena buburnya sudah habis. "Saat kejadian itu, apa kamu tidak melawannya?"


"Aku sudah mencoba melawannya, tapi tidak sanggup. Apa kamu sedang mengajarkan aku untuk melawan pada orang yang lebih tua?" tanya Eleonara sambil menyeringai.


Tiba-tiba saja Mariam dan Abraham datang menjenguk. Mereka menunjukan ekspresi sedih dan menderita melihat Eleonara terbaring di atas bangsal dengan kondisi yang lemah.


Mariam sangat menyesal dan dia pun meminta maaf pada Eleonara mewakilkan Sora. Baru kali ini Eleonara melihat Mariam bersikap seperti itu. Eleonara tahu Mariam hanya sedang cari muka pada Juna, begitu pun dengan Abraham. Sikap mereka sangat berlebihan, jelas sekali bohongnya.


Mereka sedikit berbincang, lalu tidak lama Juna mengatakan pada mereka kalau Eleonara harus banyak istirahat karena sudah sangat malam.


Mariam ingin memeluk Eleonara sebelum pulang. Namun kenyataannya dia membisikan kata-kata ancaman di telinga Eleonara.

__ADS_1


"Juna sangat marah dan sedang mencari Sora gara-gara kejadian ini. Tidak tahu apa yang akan Juna lakukan pada anakku, tapi aku ingin kamu menenangkan Juna dan membuatnya memaafkan Sora. Kalau sampai terjadi sesuatu pada anakku, aku dan suamiku akan sangat membencimu. Selamanya hidupmu akan menderita dan melarat. Ingat itu!" ancamnya yang langsung menyayat hati kecil Eleonara.


Kedua mata Eleonara berkedut memerah panas. Dia mencengkeram kasar selimut, berusaha agar suasana hatinya tidak terpengaruhi. Dia hanya mengangguk sambil berusaha tersenyum sebagai respons kalau dia pasti akan patuh.


Eleonara pun melihat kepergian Mariam dan Abraham yang diantar oleh Juna. Dia mengeraskan rahangnya sambil menengadahkan wajahnya ke langit-langit.


"Mereka memang tidak pernah menganggapku. Padahal aku di sini yang hampir meregang nyawa karena perbuatan anaknya sendiri, tapi tetap saja tidak bisa digantikan dengan keselamatan Kak Sora. Heh, benar-benar keluarga yang harmonis. Bu, aku sudah tidak tahan, aku muak! Kali ini aku tidak akan membiarkan Ibu menang," ucap Eleonara dengan senyum jahat yang mengembang sambil mengusap air matanya.


...


BERSAMBUNG!!


Like, komen & berikan hadiah sebagai dukunganmu^^


.


.

__ADS_1


__ADS_2