Istri Selingan

Istri Selingan
Bab.47 Dampak


__ADS_3

Tiga hari berlalu, setelah kejadian Tari yang melabraknya di kantornya sendiri, kini nama dan wajah Rina sudah terlanjur buruk di mata masyarakat, hujatan terus berdatangan bagaikan sebuah hujan yang turun di sertai badai.


Ternyata hari itu Tari meminjam akun selebgram yang sangat terkenal untuk melakukan siaran langsung, hingga kejadian Tari melabrak Rina, Anjas, dan Arya, menjadi viral dan menuai banyak komentar di mana-mana.


Bukan hanya Rina yang terkena imbas dari ulah Tari, akan tetapi Anjas dan Arya pun ikut menjadi sorotan, mengingat wajah mereka juga terekam saat kejadian itu.


Itu juga yang membuat Rina kini merasa tidak enak pada Arya. laki-laki yang baru saja menjadi kekasihnya, kini ikut-ikutan terkena rumor miring karena masalahnya dan Anjas.


Saat ini banyak dari kehidupan pribadi Rina dan Arya telah menjadi konsumsi publik, hingga akhirnya banyak yang membicarakan mereka, terutama Rina.


"Maafkan aku. Karena aku kamu jadi ikut terseret seperti ini." Untuk yang kesekian kalinya, Rina kembali meminta maaf pada Arya.


Laki-laki yang kini tengah menyetir mobil di sampingnya itu, hanya tersenyum sambil mengusap puncak kepala Rina dengan penuh kasih sayang.


"Harus aku bilang berapa kali, hem? Ini semua bukan kesalahan kamu. Biarkan saja mereka berbicara sampai lelah, yang penting kita tidak melakukan apa yang mereka bicarakan, jadi untuk apa dibuat resah."


Arya berkata santai, dia seolah tidak masalah untuk menghadapi semua ini bersama dengan Rina. Padahal tanpa Rina tahu, Anjas kini bahkan sedang menerima tekanan yang cukup besar dari keluarganya.


Abi dan ummi yang mengetahui tentang kejadian viral itu bahkan langsung meneleponnya dan mencecarnya habis-habisan. Mereka kembali mengungkit masalah lama antara Arya dan Anjas.


"Apa ini, Arya? Kenapa berita itu bisa terjadi, heh?" Arya bahkan masih ingat suara Abi yang tedengar begitu tegas, walau masih terselip nada sedih.


"Maaf, Abi, Ummi." Arya menunduk di depan layar ponsel yang menunjukkan keberadaan kedua orang tuanya.


"Kenapa kamu harus berurusan lagi dengan Anjas, Nak? Sudah cukup dia menghancurkan kamu dulu, sekarang jangan sampai terjadi lagi." Ummi ikut berbicara.


"Bila memang wanita itu ada hubungannya dengan Anjas, lebih baik kamu tinggalkan saja dia, Nak. Ummi tidak mau melihat kamu hancur untuk yang kedua kalinya," sambung wanita paruh baya itu lagi.


Mendengar itu Arya langsung mengangkat kepalanya, tatapan bersalah bercampur kecewa terlihat jelas dari sorot matanya. Sungguh, dia tidak bisa menjauh dari Rina, apa lagi semua itu karena Anjas ... sama seperti dulu.


"Abi, Ummi," ujar Arya masih dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Maafkan Arya, tapi untuk kali ini, Arya minta tolong, beri kesempatan untuk Arya menyelesaikan masalah ini sendiri dulu. Arya yakin bisa menyelesaikannya tanpa harus melepaskan Rina." Arya mengiba pada kedua orang tuanya.


"Tapi, Nak, apa kamu lupa bagaimana mereka menghancurkan kamu dan membuat kamu dipenjara karena ulah mereka dulu, hem? Jika saja dulu kami tidak memohon kepada kedua orang tuanya Anjas untuk melepaskan kamu, Ummi tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu saat itu." Ummi tampak sangat khawatir.


"Itu sudah berlalu, Ummi. Aku sudah melupakannya, lagi pula itu hanya sebuah kesalahpahaman antara aku dan Arya. Sekarang kami sudah sama-sama dewasa, kami pasti bisa melalui ini tanpa membesar-besarkan masalah," ujar Arya, mencoba menenangkan kedua orang tuanya.


"Kami percaya padamu, Nak. Tapi bagaimana dengan Anjas? Dia adalah orang yang egois!" Ummi masih meragu dengan keputusan Arya.


Abi tampak menarik napas pelan, kemudian menghembuskannya perlahan. Keningnya tampak berkerut dalam, menandakan kalau laki-laki paruh baya itu tengah berpikir keras.


"Baiklah, Abi beri kamu kesempatan selama satu minggu untuk menyelesaikan masalah ini sendiri. Tapi, jika sampai tidak selesai, maka jangan halangi kami untuk turun tangan, dan itu berarti kamu harus menyetujui perjodohan yang sudah kami atur untukmu!" tegas Abi, mengambil keputusan.


"Tapi, Abi--" Umi masih tidak setuju dengan keputusan Abi.


"Biarkan saja dulu dia belajar untuk menyelesaikan masalah," tukas Abi masih dengan nada yang lembut, walau terdengar tegas.


Terpaksa Arya menerima persyaratan dari kedua orang tuanya, walau dia harus bertaruh untuk hubungannya dan Rina.


"Aku tidak apa. Yang dibutuhkan seorang dokter adalah keahliannya, sayang, bukan hanya citra. Kamu tahu, bahkan sekarang pasienku bertambah banyak?" ujar Arya antusias, walau sebenarnya dia tidak suka dengan situasi ini, mengingat banyak yang hanya berpura-pura menjadi pasien, demi untuk mencari tahu tentang dirinya.


Itu semua juga jadi masalah tersendiri untuknya di rumah sakit. Walau begitu dia tidak ingin jika sampai Rina tahu tentang masalahnya, mengingat sebenarnya Rina sendiri yang paling besar mendapatkan akibat dari masalah ini.


Arya tahu kalau setiap harinya selalu ada yang membuat onar di restoran milik Rina, bahkan kemarin ada seseorang yang memabatalkan pesanannya hanya karena terhasut oleh berita palsu yang beredar.


Rina dan para karyawannya yang sudah terlanjur memasak banyak untuk pesanan, akhirnya menjadikan itu nasi box dan dia bagikan kepada orang yang membutuhkan, dan sebagian lagi dia berikan ke panti asuhan milik Arya.


Arya sendiri tahu, berapa kerugian yang harus Rina tanggung, akibat ulah iseng seseorang yang terbawa oleh berita yang tersebar.


Arya sudah menghubungi pihak yang memiliki akun asli, tempat Tari melakukan siaran langsung. Dia sudah sepakat untuk menarik kembali semua konten yang kemarin sudah menyulitkan Rina.


Namun, ternyata itu tidak berpengaruh, karena ada pihak-pihak lain yang sudah terlanjur memotong beberapa adegan di dalam siaran langsung itu, kemudian menyebarkannya kembali melalui akun-akun kecil.

__ADS_1


"Sudah sampai," ujar Arya, begitu dia menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang terlihat luas dan besar.


Rina memperhatikan sekeliling, rumah luas bertingkat dengan halaman yang terlihat cantik di depannya. Begitu tertata hingga terasa memanjakan mata.


"Ayo, turun," ujar Arya, sambil menggenggam tangan Rina. Dia meyakinkan jika ini memang cara yang baik agar bisa menyelesaikan masalah ini, sekaligus membungkam ocehan para warga net di kolom komentar.


Sebenarnya awalnya Arya ingin mengacuhkan berita ini, akan tetapi, karena tekanan dari pihak rumah sakit dan kedua orang tuanya, agar cepat menyelesaikan berita miring ini, maka dia terpaksa harus memberikan penjelasan bersama dengan Rina terkait masalah kemarin.


"Tapi, Arya, aku--" Rina merasa ragu untuk ke luar.


Dia gugup, melihat ada beberapa orang yang siap untuk merekam kedatangannya dengan Arya, dan itu sangat tidak biasa bagi Rina.


Dia terbiasa ada di belakang layar, walau pada awal pembukaan restoran banyak orang yang terang-terangan meminta izin untuk memberi review suasana dan makanan di restonya. Akan tetapi, Rina selalu menolak berada di depan layar, karena dirinya memang tidak tertarik untuk dikenal banyak orang.


Namun, situasi yang kini dia hadapi ternyata memaksanya harus berada di depan layar, karena berita yang beredar kini sudah meluas ke mana-mana. Apa lagi kini melibatkan Arya, orang yang selalu ada di saat tersulitnya.


"Semuanya akan baik-baik saja, tidak ada jejak bahwa kalian sudah menikah siri, jadi kita tutup sampai di sini, sebelum semuanya menjadi lebih rumit." Arya menatap Rina dengan sorot mata yakin.


Rina yang melihat itu menghembuskan napas pelan, dia kemudian mengangguk samar sebagai jawaban. Ini semua bukan hanya demi dirinya dan Bintang, tapi ini juga demi Arya.


Keduanya kini ke luar dari mobil, kemudian menghampiri seseorang yang telah berdiri menunggu mereka di luar.


"Kenalkan ini Ray, adikku," ujar Arya memperkenalkan laki-laki yang menyambutnya.


Rina tersenyum kemudian memperkenalkan diri pada Ray, mereka kemudian masuk ke dalam bersama-sama.


Ya, ini adalah rumah salah satu kenalan Ray, dia adalah seorang youtuber dan Tik Toker yang terkenal, penggemarnya sudah banyak dan itu cukup untuk membuat penjelasan bagi Rina.


Sampai di dalam mereka disambut oleh seorang laki-laki tampan dan seorang perempuan yang juga begitu cantik. Mereka tampak ramah dan cukup menyenangkan. Di sana juga ada beberapa kamera yang menyoroti mereka, sebagai awal konten yang akan dibagikan nanti.


"Selamat datang di rumah kami!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2