
Denis ikut masuk ke dalam dan Mbak yang menunggu di luar. Hingga tak begitu lama Bu Maya dan Arya datang kesana dengan wajah panik nya.
"Mbak, bagaimana keadaan Feli?" tanya Bu Maya dengan nafas memburu
"Masih di tangani di dalam, Nyonya. Tuan Muda juga ikut masuk ke dalam" jawab Mbak sopan.
"Nek, Bunda gak kenapa-napa kan?" tanya Arya yang sudah berkaca-kaca
"Do'akan Bunda ya, Bunda lagi berjuang buat ngelahirin Adik bayi" jawab Bu Maya tersenyum.
Berbeda dengan Denis, ia merasa sangat melihat wajah sang Istri, Feli meringis menahan sakit yang luar biasa. Pembukaan nya baru 8 dan mereka harus menunggu sebentar lagi.
"Mas, sakit" lirih Feli.
"Sabar ya sayang, kita akan berjuang bersama dan aku mohon bertahanlah" ucap Denis mengusap lembut perut Feli.
Dokter Via masuk, ia mengecek kembali dan pembukaan sudah siap.
Feli mendengar arahan dari Dokter Via, sedangkan Denis ia tidak pernah melepaskan tangan Feli dan mengecup kening sang Istri lembut. Tidak tertinggal dengan Do'a yang selalu ia panjatkan.
"Ayo sayang kamu pasti bisa dan bisa, aku dan semua nya menunggu dan selalu mendo'akan mu" bisik Denis lembut
Kemudian Feli mengedan lagi dengan sekuat tenaga, hingga terdengarlah suara tangisan bayi yang begitu nyaring.
"Terimakasih, sayang. Kau wanita terhebatku" ucap Denis mengecup seluruh inci wajah Feli.
"Tuan, Nyonya, selamat Anak anda lahir dengan sehat dan sempurna. Dia sangat cantik sama seperti Bunda nya" ucap Dokter Via tersenyum.
Feli menggenggam tangan Denis dengan erat, bahkan ia sudah meneteskan air mata nya karena sangat terharu dan bahagia.
"Bunda dan Bayi nya akan saya bersihkan terlebih dulu,Tuan. Nanti saya akan pindahkan ke ruangan khusus keluarga" ucap Dokter Via
__ADS_1
"Baiklah, Dok" balas Denis
"Sayang, aku keluar dulu ya" pamit Denis pada Feli dengan mengecup kening nya lembut.
Feli hanya menganggukan kepala sambil tersenyum, ia sangat lemas setelah berjuang untuk melahirkan sang Putri.
Denis berjalan dengan perasaan lega bercampur bahagia, dia sekarang harus lebih extra lagi karena mempunyai Princess di Keluarga nya.
Bu Maya langsung menoleh saat melihat pintu terbuka, lalu ia menghampiri sang Putra yang sudah menutup pintu kembali.
"Nak, bagaimana keadaan Feli dan Bayi nya?" tanya Bu Maya.
Sedangkan Mbak hanya mendengarkan saja sambil memangku Arya yang sedang terlelap.
"Semua-Nya baik, Mom. Dan aku mendapatkan seorang Princes yang cantik" jawab Denis dengan menangis bahagia.
"Syukurlah, selamat ya Nak sekarang kamu sudah menjadi Ayah kembali dan kamu harus lebih extra menjaga sang Putri" ucap Bu Maya dengan tulus.
"Selamat ya, Tuan" ucap Mbak dengan tulus
"Terimakasih, Mbak" balas Denis.
Arya menggeliat saat merasa tidur nya yang tertanggu karena bising. Ia mengerjapkan mata nya dan melihat sang Ayah yang sudah ada disana.
"Ayah dimana Bunda dan Dedek?" tanya Arya semangat.
"Mereka sedang di bersihkan terlebih dulu, Abang" jawab Denis tersenyum.
Lalu Arya turun dari pangkuan Mbak dan memeluk sang Ayah.
"Mom, pulanglah dulu bersama dengan Arya dan Mbak. Nanti baru kesini lagi dan tolong bawakan aku pakaian ganti dan makanan" ucap Denis
__ADS_1
"Baiklah, Nak. Nanti Mommy kabari kalau sudah mau kesini lagi" balas Bu Maya.
Setelah kepergian Mommy serta Putra nya, Denis langsung saja menuju ke ruangan VVIP yang khusus keluarga mereka.
Disana sudah ada Feli yang sedang terlelap karena lelah, sedangkan Putra nya masih di bersihkan.
Denis memberitahu seluruh Keluarga akan kabar bahagia ini.
Bahkan ia juga memberitahu Keluarga Rizik yang ada di Desa.
Ceklek.
Denis mengalihkan pandangannya saat pintu terbuka, disana seorang perawat membawa Putri nya yang sudah bersih dan sangat cantik.
"Tuan, silahkan anda Adzani Putri anda" ucap Perawat tersebut sambil memberikan bayi mungil tersebut pada Denis.
Denis menerima nya dan melantunkan kumandang Adzan dengan sangat merdu. Sang Putri menggeliat dan mengerjapkan mata nya dengan sangat gemas.
Setelah selesai, Denis memberikan kembali pada perawat tersebut. Denis tersenyum saat melihat sang Istri yang sudah bangun.
Perawat tersebut membantu Feli agar bisa untuk menyusui. Denis menelan ludah kasar saat melihat mainan favorite nya yang keluar.
Feli meringis saat pertama kali sang buah hati menyusu, Putri nya sangat kuat hingga ia merasa sakit di daerah dada nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, ya Tuan , Nyonya. Dan anda bisa membantu Nyonya saat Putri anda akan menyusu" ucap perawat tersebut sopan.
Denis hanya mengangguk dan menghampiri Feli serta Putri nya. Sedangkan perawat tersebut sudah pergi keluar.
.
.
__ADS_1
.