
Feli masuk dengan terburu-buru , ia melihat Fatwa yang baru saja selesai makan malam.
Fatwa tersenyum kepada Feli, yang mana malah membuat Feli bingung.
"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Feli duduk di kursi tamu.
"Hmmm, udah selesai kencannya?" tanya Fatwa santai.
"Siapa yang kencan?" tanya Raisa yang baru saja tiba disana.
"Siapa lagi kalau bukan, Kak Feli" jawab Fatwa tersenyum.
"Aku gak kencan" bantah Feli dengan gugup.
Rizik dan Raisa langsung duduk di hadapan Feli dan Fatwa.
"Ciee udah punya pacar, siapaa nih?" tanya Rizik dengan menggoda.
"Ihhh bukan , dia hanya nganterin doang" ceplos Feli
"Ahh yaampun" gumam Feli dengan menampar pelan bibir nya.
"Siapa tuh , ehh lihat Fat, Feli bawa ponsel" ucap Raisa antusias.
Rizik langsung mengambil dan membuka nya. Raisa, Rizik dan Fatwa melotot melihat ponsel keluaran terbaru.
"Wow amazing, dari siapa nih?" goda Rizik dengan menaik turunkan alis nya.
Feli menunduk malu, sudah pasti mereka akan menggoda nya habis-habisan.
"Apa yang tadi nganterin tapi berhenti dulu di Taman depan terus Dinner di kang Bakso" celetuk Fatwa dengan pura-pura berpikir.
"Apa sih bukan ih, Dek. Dia majikan Kakak" ucap Feli mengkrucutkan bibir nya.
"Wow jadi ini dari Denis?" tebak Raisa dengan terkejut.
Feli hanya mengangguk saja dengan wajah malu karena di goda mereka.
"Cieeeeee" ucap mereka bertiga serempak.
"Apaan sih kalian, itu juga ada buat kok" malu Feli dengan cengengesan.
"Kau tau Fel, Denis itu paling anti dengan wanita sejak di tinggal oleh manta istri nya. Dan ini, kamu sudah bikin hati nya cenat-cenut lagi" ucap Rizik dengan terus tertawa.
__ADS_1
"Wah Kakak ku sudah pacaran yaaa" olok Fatwa dengan terkekeh.
"Ishhh stop kalian ini apa-apaan ihhh" rengek Feli jengah.
Tawa mereka kembali pecah karena melihat wajah merajuk Feli, mereka sangat puas dengan menggoda Feli.
Ting.
Ponsel Feli berbunyi dan langsung saja mereka diam membisu.
Ting.
Pesan kembali masuk ke ponsel Feli, dengan cepat Rizik melihat dan langsung menatap Feli dengan tatapan menggoda.
"Aku baru saja sampai, langsung istirahat saja ya" olok Rizik dengan menunjukan pesan tersebut.
"Jangan tidur malam, besok aku antar kamu ke kampus nya" ucap nya lagi dengan menahan tawa.
Feli langsung saja mengambil ponsel nya dan berlari ke kamar dengan tersenyum malu.
"Cieee Feli ya ampunnnn" teriak Raisa dengan tawa pecah nya.
***
Setelah Feli membersihkan diri nya, ia kembali lagi ke ruang tamu.
"Haha, baiklah tidak akan" balas Rizik dan Fatwa.
"Apa benar kamu akan kuliah, Fel?" tanya Raisa serius.
"Iyaa Mbak, aku di izinin kuliah asal aku selalu membawa Arya" jawab Feli santai.
"Terus kamu akan kuliah dimana?" tanya Rizik.
"Aku akan kuliah di dekat sini saja, agar tidak terlalu jauh" jawab Feli
"Kak, aku kerja part time boleh?" tanya Fatwa serius.
"Buat apa? Kamu fokus saja sekolah, Dek" jawab Feli tegas.
"Kalau aku kerja kan aku bisa bantu biaya hidup kita, apalagi Kakak kuliah pasti banyak kebutahan. Boleh yah please" bujuk Fatwa.
"Dek, Kakak kuliah ngambil jalur beasiswa kok" ucap Feli
__ADS_1
"Biarkan saja Fel, hitung-hitung dia latihan kerja" ucap Raisa dengan lembut.
"Tapi Mbak, dia kan mau ngambil jurusan Dokter ini" balas Feli keukeuh.
"Gak jadi, gak mau aku nya Kak, aku akan mengambil jurusan Marketing" ucap Fatwa yakin.
"Loh kok jadi kesana?" tanya Feli bingung.
"Ck, aku gak mau berurusan dengan bau obat dan malah aku suka berjualan" jawab Fatwa santai.
"Biarkan saja, Fel. Yang penting tidak membuat kita kecewa saja" ucap Rizik serius.
"Hahh baiklah terserah kamu saja, tapi jangan sampai nilai kamu jadi anjlok ya" peringat Feli tegas.
"Siap Kak, terimakasih" ucap Fatwa dengan bahagia.
Feli menganggukan kepala dan memeluk Fatwa hangat.
"Emang kamu mau kerja dimana?" tanya Feli.
"Aku akan buka usaha Caffe dengan temanku, uang hadiah kemarin akan aku jadikan modal. Gapapa kan?" tanya Fatwa
"Gapapa itu hak kamu, terus tempat nya?" tanya Feli kembali.
"Di depan Taman itu ada ruko yang akan di jual, nah aku niatnya akan beli soalnya disana kayak strategis dan banyak kaum anak muda nongkrong" Jawab nya kembali.
"Bagus juga, nanti Abang bantu cari tukang renovasi nya" ucap Rizik dengan semangat.
"Tidak usah Bang, aku dan temenku akan lukis sendiri dan juga renov sendiri. Kebetulan dia pandai melukis. Tapi kalau boleh tolong cariin buat yang racik Cofe nya ya, hehe" balas Fatwa cengengesan.
"Ahh kebetulan Adik sahabat Mbak jago tuh, jadi kalian bisa berkolaborasi" ucap Raisa
"Ah Teramakasih , kalian selalu saja membuat aku bahagia" haru Fatwa.
Lalu Fatwa dan Rizik membahas masalah usaha baru buat Fatwa. Sedangkan Raisa dan Feli sudah pergi untuk tidur.
Rizik sengaja menginap disana karena Raisa ingin tidur bersama Feli.
Hingga larut malam, Fatwa dan Rizik memutuskan untuk tidur karena sudah sangat mengantuk.
.
.
__ADS_1
.
.