Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Feli Selamat


__ADS_3

Denis langsung saja menyebar anak buah nya agar mencari keberadaan Feli. Ia sungguh marah saat tahu istri nya di culik.


"Arrghhh" teriak Denis.


Mereka langsung bergegas keluar dari Mall tersebut.


"Jangan ada yang kasih tahu Mommy dan yang lainnya" ucap Denis dingin.


"Baik Tuan" jawab mereka serempak.


Raka masih fokus dengan melacak Nyonya nya. Sementara Boy, dia sudah kesana-kemari bersama sang anak buah.


"Aku menyimpan Gps di kalung-nya, Ka" ucap Denis.


"Syukurlah, Tuan. Saya akan melacak nya kembali" balas Raka.


Mereka memilih berhenti di pinggir jalan agar dengan cepat bergerak nya.


Sedangkan Mbak, ia sudah di suruh pulang terlebih dulu.


Denis dan Raka terus memperhatikan gerakan alat yang sedang melacak keberadaan sang Nyonya.


"Kita harus cepat ikuti mereka, Tuan" ucap Raka.


"Kau benar, hubungi Boy dan suruh cepat ke lokasi" balas Denis cepat.


Denis mengambil laptop Raka dan Raka langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.


***


Sedangkan di sudut Kota J, ada sebuah gubuk yang sangat mengerikan. Disana ada banyak orang yang menjaga nya ketat.


Byurr.


Feli membuka mata saat air menerpa wajah nya. Ia sangat gelagapan saat air itu mengenai wajah.


"Akhir nya kau sadar juga" ucap salah seorang wanita dengan tersenyum.


Feli mengerjap dan langsung menoleh ke arah dimana suara itu berasal.


"Kalian" ucap Feli dengan kaget.


"Ya ini kami, kenapa? Apa kau terkejut?" tanya Laura dengan terkekeh.

__ADS_1


Laura dan Zia yang menculik Feli. Mereka ingin melenyapkan Feli dengan segera.


"Ya aku sangat terkejut, Bibik" balas Feli tenang.


Zia mendekat dan menjambak rambut, Feli. Ia merasa geram saat melihat wajah Feli yang santai-santai saja.


"Nyawa mu ada di tangan kami, heh. Dan masih santai-santai nya kamu" bentak Zia.


Plak.


Zia menampar wajah Feli dengan keras hingga Feli menoleh ke samping.


"Aku tidak akan takut sama sekali, apalagi sama kalian. Kalian ingin membunuh-ku? Silahkan lakukan" tantang Feli dengan tegas.


Plak


Plak


Laura menampar wajah Feli dengan membabi buta, hingga tamparan tersebut membekas di pipi putih Feli.


"Jangan so, kau sudah merubah segala nya dan kau yang mengambil segala nya dari, Bibi" geram Laura.


"Ahhh kau mungkin tidak takut pada kami, jadi bagaimana jika kami akan menyakiti BAYI mu" ucap Laura dengan tertawa.


Deg.


"Ahh iya, kalian memang sama-sama wanita yang tidak punya hati dan sama-sama wanita yang menelantarkan anak nya" ejek Feli dengan senyuman di bibir nya.


"Kau" geram Zia dan Laura.


Feli tersenyum senang saat melihat wajah merah padam di muka mereka berdua.


"Benarkan, memang kalian wanita tidak punya hati" ejek Feli kembali.


"Diam kau j**la*g" teriak Zia dengan lantang.


Plak


Bruk


"Buka ikatannya, aku ingin menyiksa dia lebih dulu" ucap Zia dengan lantang.


Anak buah nya langsung saja membangunkan kursi beserta Feli yang sudah tergeletak. Lalu mereka membuka ikatan di kaki dan tangan Feli.

__ADS_1


"Bunda mohon, kuatlah Nak. Kita akan lawan mereka sebelum Ayah datang. Bunda yakin bahwa Ayah mu sudah dekat" batin Feli mengusap lembut perut nya.


"Anak yang ada dalam kandunganmu akan aku lenyapkan lebih dulu" ucap Zia dengan tersenyum.


"Jika kau berani silahkan, dan rasakan akibat setelah nya" balas Feli dengan mundur teratur.


Bruk


Zia mendorong tubuh Feli hingga ia terduduk dan terjatuh. Feli terus memeluk perut nya agar tidak terkena pukulan Zia.


Laura mendekat dan langsung menginjak kaki Feli yang menjulur ke depan.


"Argghhhh" teriak Feli saat kaki nya di injak dan dengan sengaja di tekan dengan sepatu runcing.


Lalu Zia menjambak dan menghentakan kepala Feli dengan kasar. Hampir saja kepala nya terkena kursi.


Zia sudah siap dengan melayangkan kaki nya yang ingin menendang perut Feli. Tetapi Feli langsung berbalik dan akhir nya kaki tersebut terkena punggung nya.


"Arrgghhhhh" jerit Feli dengan sisa tenaga nya.


Ia sudah lemah, ia berharap suami nya akan segera datang dan menyelamatkan mereka.


"Mas, aku mohon cepatlah datang" lirih Feli.


"Tidak akan ada yang menolong mu, dan kau akan segera mati" ucap Zia dengan yakin.


Belum sempat Zia dan Laura memukul Feli. Mereka sudah tak sadarkan diri karena pukulan dari anak buah Denis.


Mereka tidak menyadari karena hanya serius dengan Feli dan juga tempat yang gelap.


"Sayang" panggil Denis memeluk tubuh lemah istri nya.


Feli membuka mata dan tersenyum. Ia bernafas lega karena Denis sudah berada disana, perlahan mata nya kabur dan tertutup serta tak mengingat apapun.


"Sayang hei, bangun" pekik Denis dengan histeris.


Lalu Denis mengangkat tubuh Feli dan membawa nya keluar dari sana.


Denia dan Raka langsung saja ke Rumah sakit, karena kondisi Feli yang sangat buruk, sedangkan disana ada Boy dan anak buah lainnya.


"Aku mohon bertahanlah, sayang" lirih Denis dengan terus memeluk Feli.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2