Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Denis & Arya


__ADS_3

Siang hari nya, Denis dan Arya benar-benar memasak makan siang bersama. Bu Maya dan Bi Surti di usir oleh mereka berdua.


"Nyonya, apa kita biarkan saja mereka?" tanya Bi Surti was-was.


"Biarkan saja, palingan nanti di marahin sama Feli kalau buat dapur hancur" jawab Bu Maya santai.


"Ah iya, Nyonya Feli pasti akan syok melihat dapur kesayangannya berantakan" gumam Bi Surti yang ingat bahwa Feli sangat menjaga kebersihan dan tatanan dapur.


Bi Surti memilih pergi ke belakang daripada melihat drama nanti.


Sedangkan di dapur, Denis dan Arya terus saja memasak makanan kesukaan Feli. Bahkan, dapur sudah seperti kapal pecah dengan bekas sayuran yang berserakan dimana-mana.


"Ayah, buat Jus juga agar Bunda dan Dede bayi sehat" ucap Arya semangat.


"Kau benar boy, sekarang ambil buah di kulkas" perintah Denis.


Arya langsung saja mengambil dan mengeluarkan buah yang banyak dari kulkas. Sedangkan Denis, ia masih mengaduk makanan di atas wajan.


Setelah selesai dengan memasak, Denis langsung menata nya di atas meja makan.


"Sempurna" gumam nya dengan bangga.


Lalu ia mengambil buah dan mencuci nya, Arya masih saja mengekor di belakang Denis.


"Ambil tempat untuk buah nya, boy" ucap Denis menunjukan wadah.


Arya langsung saja berlari dan mengambilnya cepat, setelah itu memberikannya pada sang Ayah.


"Kau mau Jus nya tidak?" tanya Denis.


"Mau mau Ayah" jawab Arya cepat.


Denis mengangguk dengan tersenyum, lalu ia membuat 4 gelas Jus untuk menu penutup makan siang nya.


Setelah selesai mereka menata dan merapihkannya di meja makan.


"Selesai" ucap Denis dan Arya bersama.


Mereka tersenyum cerah saat semua nya sudah selesai dan tertata rapih.


Lalu Denis dan Arya langsung ke dapur lagi untuk membereskannya.

__ADS_1


"Mati lah aku" ucap Denis dengan melototkan mata nya.


Denis sangat terkejut melihat dapur kesayangan sang Istri yang sudah seperti kandang Ayam.


"Ayah, Bunda pasti marah" ucap Arya dengan menatap Denis.


"Ayo kita bersihkan dengan cepat" ucap Denis dengan lantang.


Arya hanya menurut saja, meski dia masih kecil tetapi ia sudah tahu bahwa Bunda nya akan sangat marah saat melihat dapur ke sayangannya yang kotor.


***


Feli menggeliatkan tubuh nya, ia sudah merasa sangat kelaparan.


"Uhhh udah siang ya" gumam nya.


Lalu ia terperanjat dan bangun seketika. Ia baru teringat jika tadi pagi pulang bersama suami-Nya.


"Mandi dulu, saja" gumam nya lagi.


Feli mengusap terlebih dulu perutnya dan langsung bangun, ia langsung berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah di rasa cukup, Feli langsung saja bersiap dan akan turun ke bawah.


Bu Maya melihat ke arah tangga, disana Feli sedang menuruni tangga dengan melihat kesana kemari.


"Ayo kita pergi" bisik Bu Maya pada Bi Surti.


Bi Surti yang sudah mengerti pun langsung saja menganggukan kepala nya.


Mereka langsung pergi dengan mengendap-ngendap ke halaman belakang.


Denis dan Arya masih kesana kemari membereskan semua nya.


"Kenapa gak beres-beres sih" keluh Denis dengan kesal.


"Yaampun" pekik Feli dengan sangat keras.


Brak.


Prang.

__ADS_1


Denis dan Arya langsung mematung saat melihat wanita kesayangan mereka sedang berdiri dengan wajah terkejut nya.


Glek.


Denis langsung menelan ludah nya dengan kasar. Ia melihat Arya yang sudah berlari ke arah tangga dengan sangat cepat.


"Massssssssss" pekik Feli dengan kesal.


Denis mendekat lalu memeluk Feli dengan manja dan memasang wajah memelas.


"Kamu duduk aja ya, ini aku lagi beresin dan bersihin kok. Aku udah masak dan buat Jus buat kamu loh" bujuk Denis dengan memelas.


Plak.


Feli menggampar lengan Denis dengan gemas, ia sudah menahan kesal nya.


"Mas, kamu itu baru saja keluar dari Rumah sakit, harus nya kamu itu istirahat bukan malah memasak dan membuat dapur menjadi berantakan. Kamu sengaja apa ingin sakit lagi, hah?" omel Feli dengan kesal.


"Aku tuh gak papa gak di masakin yang terpenting kamu sehat saja aku bersyukur. Beresin semua nya dan jangan ajak aku makan sampai semua nya beres" tegas Feli dengan wajah memerah.


Denis mengangguk dengan patuh, tetapi ia memeganh tangan Feli saat akan pergi.


"Kenapa lagi?" tanya Feli yang masih saja kesal.


"Makan dulu ya, lapar" rengek Denis dengan manja nya.


"Kamu ya, arrgghhh" kesal Feli dan pergi ke ruang makan dengan menghentakan kaki nya.


Di ruang makan, Arya sudah makan lebih dulu bersama dengan Bu Maya.


"Bundaa" panggil Arya dengan cengengesan.


"Bunda marah ya sama Ayah dan Abang. Jadi malam ini kalian tidur bersama sampai 1 minggu ke depan" putus Feli dengan tegas.


"Dan jangan ajakin Bunda ngomong, Bunda kesel banget sama kalian" ucap nya lagi.


Arya dan Denis langsung melongo dan menundukan kepala nya.


"Mau protes takut makin marah" batin Denis pasrah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2