
Hampir malam ke empat wanita tersebut masih belum pulang juga. Denis sudah sangat khawatir dan memutuskan untuk mencari lagi mereka.
Fatwa, Azri dan Rehan pun ikut serta mencari mereka. Mereka semua berpencar agar lebih cepat menemukan mereka.
Sedangkan ke 4 wanita tersebut sedang melakukan makan malam di Restoran Hotel tempat mereka menginap. Mereka belum menyadari bahwa para lelaki sedang menahan kesal, amarah dan jengkel pada mereka.
"Kak, mau pesan apa?" tanya Celin.
"Samakan saja semua nya, hanya minuman nya aku ingin Jus Jeruk, kayak nya seger" jawab Feli lembut.
Celin mengangguk dan mengatakan pesanan mereka semua pada pelayan disana.
"Aduhh pasti mereka marah nih" ucap Monica saat melihat jam di ponsel nya.
Deg.
Feli langsung saja mengambil ponsel dan mengaktifkannya. Ia melihat ada banyak sekali chat dan panggilan tak terjawab dari Denis.
"Matilah kita" ucap Celin dengan wajah tak bersahabat.
"Aduhh gimana ini? Pasti mereka sedang menunggu kita" ucap Tari dengan sedikit takut.
"Kita makan dulu saja supaya ada tenaga buat bujukin mereka" ucap Monica
Celin menatap Feli yang sedang menatap ponsel nya dengan membelakan mata.
"Ada apa Kak Fel?" tanya Celin.
"Haisss matilah aku, Denis pasti khawatir dan marah" jawab Feli menunjukan berapa banyak nya panggilan dan chat.
Glek.
Mereka bertiga menelan ludah kasar saat melihat begitu banyak nya panggilan dari Denis.
"Nyonya silahkan" ucap seorang pelayan.
Mereka mengangguk dan langsung melahap nya dengan segera. Baru setelah itu mereka akan langsung ke kamar Hotel nya.
🍄
"Tuan Muda, Nyonya Muda sedang makan malam di Restoran Hotel, dan sebentar lagi akan kembali ke kamar" lapor anak buah Denis.
__ADS_1
"Pergilah" ucap Denis.
Anak buah tersebut langsung pergi, begitupun dengan Denis dan yang lainnya. Mereka akan menunggu di kamar Hotel para wanita.
"Awas saja kalian, sudah membuat ku jengkel" gumam Fatwa dengan nafas memburu
Denis langsung saja masuk dan duduk di sofa yang ada disana.
Cukup lama mereka menunggu dan akhirnya pintu terbuka dan munculah orang yang sedang di tunggu nya.
Denis melototkan mata nya dan langsung membawa Feli ke kamar nya. Begitupun dengan yang lainnya, hanya tinggal Fatwa dan Celin yang ada disana.
Barang belanjaan mereka pun turut ikut dengan sang majikan.
Feli menunduk takut saat melihat wajah marah Denis.
"Matilah aku" batin Feli meringis.
Brak.
"Duduk" ucap Denis.
Feli langsung duduk dengan wajah menunduk takut. Meski suara Denis tetap lembut tetapi ia tahu bahwa Denis sedang marah.
Denis menghela nafas dan duduk di samping Feli. Lalu Denis memeluk Feli dengan sangat erat.
"Aku hanya khawatir padamu, kenapa tidak membawa pengawal satupun dan kenapa tidak izin dulu pada ku? Apa aku memang tidak begitu berarti untuk mu?" tanya Denis lembut.
Feli menatap manik mata Denis dengan sendu, ia merasa sangat bersalah. Lalu Feli memegang tangan Denis.
"Maaf, a aku hanya ingin berjalan-jalan saja" balas Feli menunduk.
"Kau boleh mau kemana pun asal denganku atau izin dulu padaku, apa aku tidak berarti untukmu? Apa kamu pernah berpikir bagaimana khawatir nya aku?" tekan Denis.
"Bukan seperti itu maksudnya, aku hanya tidak ingin membuatmu lelah, kamu sudah bekerja seharian sebelum kesini jadi aku berpikir kamu akan istirahat" cicit Feli.
"Dengarkan aku, se lelah bagaimana pun aku, kamu dan anak-anak adalah prioritas pertama ku. Aku tahu kamu bahkan sudah izin pada Arya dan Mommy. Lain kali izin dulu padaku kalau mau kemana-mana" ucap Denis sambil berdiri dari duduk nya.
Feli menatap Denis dengan rasa bersalah yang amat dalam.
"Mandilah dan istirahat" ucap Denis.
__ADS_1
Denis lalu mengambil jaket dan bersiap akan pergi. Tetapi Feli langsung saja memeluk nya dengan erat.
"Jangan pergi, maaf kan aku" lirih Feli.
Denis membuang nafas kasar dan melepaskan pelukan Feli, tetapi Feli menggelengkan kepala nya dan semakin erat memeluk nya.
"Aku akan jalan-jalan dengan Arya, kamu istirhatlah pasti capek" ucap Denis lembut.
"Hiks kamu marah?" tanya Feli dengan terisak.
"Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan ulangi lagi kesalahan aku" ucap Feli kembali
"Kalau sudah begini mana tega aku ngerjainnya" kekeh Denis
Feli menunduk dan melepaskan pelukannya dari Denis. Ia mengusap air mata nya dan menatap Denis dengan sendu.
"Maaf" lirih Feli.
"Jangan di ulangi lagi, aku hanya khawatir padamu sayang" ucap Denis lembut.
Feli mengangguk dengan air mata yang sudah menetes. Denis memeluk kembali wanita nya dengan sangat erat.
"Jangan pergi" lirih Feli.
Denis terkekeh dan mengangguk dengan menahan tawa nya. Awal nya ia akan menghukum Feli dengan mengerjainnya, tetapi siapa sangka ia tidak tega saat melihat air mata Feli menetes.
"Sudah jangan menangis lagi, nanti jelek" goda Denis.
Feli membenamkan wajah nya di dada bidang Denis, ia sungguh sangat malu.
"Jangan ulangi lagi ya, aku takut kamu kenapa-napa" ucap Denis mengecup pucuk kepala Feli.
Feli mengangguk di pelukan Denis. Lalu mereka duduk kembali di sofa.
Feli menunjukan baju couple untuk diri nya, Arya dan Denis. Lalu beberapa belanjaan lainnya.
Denis hanya mendengarkan saja, ia sebenar nya tidak marah. Hanya saja khawatir wanita nya kenapa-napa.
.
.
__ADS_1
.