Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Kabar Bahagia


__ADS_3

Hingga jam 10 malam acara pesta tersebut akhirnya selesai juga.


Fatwa dan Celin langsung saja ganti baju dan setelah itu mereka bergabung dengan keluarga lainnya.


"Kalian yakin akan ikut?" tanya Rizik.


"Bang, apa aku bisa diam saja saat Kakak ku masuk Rumah sakit" jawab Fatwa sedikit kesal.


Rizik cengengesan dan menganggukan kepala nya. Mereka langsung saja masuk ke dalam mobil dan pergi ke Rumah sakit.


Selama perjalanan Celin terus saja mengusap lembut tangan Fatwa yang sudah gemetar.


"Tenanglah, Kak Feli itu kuat dia tidak akan kenapa-napa" ucap Celin lembut.


Fatwa memeluk Celin dengan hangat, ia merasa sangat rileks berada di pelukan sang Istri.


Sedangkan Pak Akbar hanya fokus menyetir saja, ia juga merasa sangat khawatir pada keponakannya.


Sesampai nya di Rumah sakit, mereka langsung saja menuju ke ruangan dimana Felindi rawat.


Disana sudah terlihat Denis dan yang lainnya.


"Loh kok kalian sudah disini?" tanya Tari.


"Ya , kami menutup acara sebelum waktunya" jawab Fatwa.


"Kak, bagaimana Kak Feli?" tanya Fatwa dengan wajah khawatir.


"Kami juga belum tahu, Dek. Barusan Dokter Mia membawa satu lagi Dokter masuk" jawab Denis frustasi.


Bunda Sonia langsung mengambil Arya yang berada di pangkuan Denis.


"Ayo sama Nenek, Nak" ucap Bunda Sonia tersenyum.


Arya tersenyum dan beralih duduk di pangkuan sang Nenek. Ia kembali memeluk wanita itu dengan erat.


"Gak papa, Bunda Arya kan kuat jadi dia akan baik-baik saja" hibur Bunda Sonia mengusap lembut kepala Arya.

__ADS_1


"Tapi kenapa Dokter lama sekali memeriksa, Bunda?" tanya Arya dengan mata berkaca-kaca.


Belum sempat Bunda Sonia menjawab, pintu ruangan pun terbuka. Dokter Fera, tersenyum pada mereka yang semua nya terlihat khawatir.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Denis dengan cepat.


Sedangkan Adnan, Rizik dan Raisa terlihat saling menatap satu sama lainnya. Lalu mereka tersenyum dengan cerah.


"Nyonya tidak kenapa-napa, Tuan. Dia hanya kelelahan saja, dan mohon untuk jaga kesehatannya dan juga janin yang sedang di kandung nya" jawab Dokter Fera tersenyum.


Denis langsung berbinar dan masuk ke dalam kamar rawat Feli.


"Maksud Dokter?" tanya Budhe yang masih agak bingung.


"Nyonya Feli sedang mengandung, dan kandungannya baru saja 3 minggu" jawab Dokter Fera.


Wajah yang semula sangat khawatir dan panik kini berubah menjadi sangat bahagia dan berbinar.


Setelah Dokter Fera pamit, mereka langsung saja masuk dengan wajah bahagia nya.


Begitupun dengan Arya, ia sangat bahagia karena akan menjadi Abang sungguhan.


"Bunda gak papa?" tanya Arya


"Enggak sayang" jawab Feli tersenyum.


"Akhirnya aku akan jadi, Abang" ucap Arya bahagia.


Denis tersenyum dan mengusap lembut kepala putra nya. Lalu Denis mengecup kening Arya dan Feli bergantian.


"Selamat ya, Nak" ucap Budhe


Dan yang lainnya pun ikut memberikan selamat pada Feli dan Denis. Tak lupa juga Fatwa yang sangat antusias dengan semua nya.


"Kenapa ada disini, Dek? Pulanglah sana" ucap Feli pada Fatwa.


"Tidak ada penolakan, Kakak sudah baik-baik saja. Kamu ajak istri mu pulang dan istirahatlah" ucap Feli tegas.

__ADS_1


"Baik kanjeng ratu" pasrah Fatwa dengan tersenyum.


Fatwa tak lupa juga memberikan selamat dan mengecup pipi sang Kakak. Setelah itu Fatwa langsung kabur karena melihat Denis yang sudah melotot tajam.


"Ayo sayang kita pulang, semua nya aku pulang" ucap Fatwa terkekeh.


"Hati-hati, Nak" balas Pak Akbar.


Fatwa mengangguk dan mengambil kunci mobil yang Pak Akbar sodorkan. Setelah kepergian Pak Akbar, mereka kembali bersuka cita dengan kabar bahagia ini.


Setelah hampir tengah malam, semua keluarga berpamitan pulang. Disana hanya tinggal Denis dan Feli saja, Arya juga ikut pulang karena tidak baik untuk lama-lama disana.


"Sayang, terimakasih. Aku sangat bahagia sekali" ucap Denis menggenggam tangan Feli.


"Aku juga bahagia, Mas. Ayo sini tidur aku lelah sekali" ajak Feli dengan menepuk tempat sebelah nya.


Denis mengangguk dan tidur di samping Feli. Dengan semangat, Feli langsung saja memeluk tubuh sang Suami dengan erat.


"Sehat-sehat ya, sayang" ucap Denis mengelus perut istri nya.


"Iya Ayah" balas Feli dengan suara anak kecil.


Denis terkekeh dan mengecup bibir istri nya dengan singkat.


Mereka langsung saja memejamkan mata nya karena rasa lelah yang menderu.


***


Berbeda dengan kamar pengantin di Hotel, saat ini di kamar tersebut sudah penuh dengan erangan dan ******* dari pengantin baru.


"Abangg euhhh" lenguh Celin dengan sangat merdu.


Fatwa kembali beraksi dan membawa sang Istri untuk menikmati malam yang panjang.


Fatwa dan Celin memang tidak ingin menunda kehamilan pertama nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2