
Pagi hari nya Feli dan Denis masih terlelap karena memang cuaca nya yang hujan deras.
Denis memeluk Feli dengan hangat, ia lalu mengerjapkan mata nya.
"Sayang" panggil Denis lirih.
Feli menggeliat dan mengerjapkan mata nya. Ia tersenyum melihat wajah tampan suami nya.
"Aku merindukan-mu" bisik Denis dengan lirih.
Entah keberanian dari mana, Feli langsung saja mengecup bibir suami nya dengan lembut. Dengan senang hati Denis menerima nya dan c*u*an itu semakin panas.
"Euhhhhhh Mashhh" lenguh Feli saat tangan nakal suami nya bermain di gunung.
"Bolehkah?" tanya Denis dengan penuh gairah.
Feli mengangguk tersenyum, ia juga sangat merindukan dengan sentuhan sang suami.
Denis langsung saja men*um*u sang istri dengan penuh kelembutan. Hingga lama kelamaan pakaian mereka sudah berserakan disana.
Bahkan suara deras nya hujan tidak bisa mengalahkan mereka yang sedang memadu kasih.
Suara de*ahan dan er*ngan pun memenuhi kamar kedap suara tersebut. Denis begitu menikmati begitupun dengan Feli, mereka saling memberikan kenikmatan.
Hampir seharian mereka di dalam kamar , bahkan mereka melupakan sarapan pagi nya.
"Bi, kenapa Tuan dan Nyonya tidak turun juga ya?" tanya Mbak dengan khawatir.
"Biarkan saja, mereka sedang meluapkan kerinduannya" jawab Bi surti terkekeh.
Mbak langsung tertawa dan menggeleng pelan, setelah itu mereka kembali bekerja dengan tugas masing-masing.
***
Siang hari nya Feli dan Denis masih saja belum keluar kamar.
"Masss" rengek Feli.
"Kenapa sayang?" tanya Denis tersenyum.
"Udah ya, kamu emang gak lelah ya" jawab Feli mengkrucut kesal.
Dengan gemas Denis mengecup bibir ranum sang istri
Denis kembali memacu dengan semangat, ia akan menyelesaikannya sekarang karena sang istri sudah lelah.
__ADS_1
Setelah selesai Denis membawa Feli ke kamar mandi, tetapi Denis tidak hanya sekedar mandi ia bahkan kembali membawa istri nya berolahraga.
1 jam berlalu mereka baru selesai dan keluar dari kamar mandi.
"Lapar Mas" rengek Feli.
Denis mengangguk dan mereka langsung keluar dari kamar. Di sepanjang jalan, Feli bergelayut di tangan Denis, ia merasa sangat lelah.
"Selamat siang Tuan, Nyonya" sapa Bi surti dan Mbak.
"Hmmm" balas Denis.
Sedangkan Feli, ia mengangguk tersenyum kepada mereka.
Bi surti langsung saja menyiapkan makanan untuk ke dua majikannya.
Dengan telaten Denis menyuapi Feli, ia terkekeh melihat betapa lelah nya sang istri.
"Kapan Arya pulang?" tanya Denis.
"Mungkin nanti malam, Mas" jawab Feli
Denis hanya mangut-mangut saja, setelah selesai makan mereka duduk di ruang keluarga.
"Baik Nyonya" balas Bi surti
Denis mengelus lembut kepala Feli yang sedang tiduran di paha nya.
"Lelah ya, sayang?" tanya Denis
"Hmmm bukan lagi" jawab Feli mencebikan bibir nya.
"Hehe maaf ya, Mas rindu banget dengan kamu yaaaa jadi gitu deh" ucap Denis cengengesan.
Feli mencubit pelan paha suami nya, ia merasa sangat kesal pada Denis.
Bi surti tersenyum melihat majikannya yang sedang bercanda ria. Lalu ia menata minuman dan makanan di meja.
"Mas, telpon Mommy dong" pinta Feli.
Denis mengangguk dan mengambil ponsel nya. Lalu ia menghubungi sang Mommy tercinta.
"Halo anak Mommy" sapa Bu Maya tersenyum.
"Mommm" panggil Feli dengan manja.
__ADS_1
"Hai sayang, apa kabar? Kenapa kayak pucet gitu?" tanya Bu Maya khawatir.
"Tidak apa Mom, biasa aku habis dari luar kota" jawab Denis dengan santai.
"Yaampun kirain, bagaimana kabar kalian?" tanya Bu Maya.
"Kami baik-baik saja, Mom. Mom dan Vivi bagaimana?" tanya Feli balik.
"Kami juga baik, Kakak Ipar. Kapan kalian kesini?" tanya Vivi.
"Jika kamu melahirkan, Vi" jawab Feli.
Denis membiarkan sang istri yang sedang berbicara dengan Mommy dan Adik sepupu nya. Sedangkan ia sendiri memilih memainkan rambut Feli yang sangat wangi.
***
Malam hari nya, Feli dan Denis menunggu kedatang sang Putra.
Bahkan Feli sudah mengomel karena Fatwa sangat lama pulangnya. Sedangkan Denis malah terkekeh melihat tingkah istri nya.
"Duduklah dulu, sayang" ucap Denis lembut.
"Kenapa mereka lama sekali sih" gerutu Feli sambil duduk di dekat Denis.
"Sabar, mungkin macet sayang" ucap Denis mengusap lembut pipi Feli.
Feli mengangguk dan menyenderkan kepala nya di dada sang suami.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Fatwa pun sampai di depan mansion mereka.
"Bundaaa, Ayahhhh" pekik Arya dengan semangat.
Feli langsung bangun dan berlari ke arah sang Putra.
"Ahhh sayang, Bunda rindu sekali" ucap Feli memeluk erat Arya.
"Arya juga rindu, Bunda" balas Arya mengecup pipi Bunda nya.
Sedangkan Fatwa, ia sudah pergi lagi setelah berpamitan pada Denis. Ia sudah tahu bahwa sang Kakak akan mengomeli nya.
.
.
.
__ADS_1