
Di Jakarta , tepatnya di Perusahaan terbesar yang pusat nya terletak di Jakarta. Seorang Pria tampan, dingin , datar dan kejam sedang berjalan dengan penuh wibawa.
Hari ini, Denis baru saja kembali ke Perusahaan setelah 3 hari berlibur di Kota B dengan Putra dan Mommy nya.
"Selamat Pagi, Tuan" sapa Sekertaris nya dengan sopan.
Sedangkan Denis, ia hanya berjalan dengan santai nya tanpa menghiraukan semua karyawan yang menyapa.
Di belakang nya, terlihat seorang Pria yang sedang sibuk dengan tab di tangannya. Dia adalah Raka, Asisten pribadi Denis.
Mereka masuk ke ruangan Denis, setelah Denis duduk dengan santai, Raka langsung membacakan jadwal kerja nya.
"Hahh banyak sekali" gumam Denis dengan menghela nafas
"Itu dari 2 hari yang lalu, Tuan. Apa saya cancel dan gantikan dengan hari esok?" tanya Raka dengan sopan.
"Tidak perlu, kita tuntaskan saja" jawab Denis tegas.
Setelah itu, Raka memilih berpamitan pada Denis. Ia akan ke ruangan nya sendiri.
Denis dengan segera membuka berkas yang ada di atas meja nya. Ia mulai mengerjakan pekerjaan nya satu persatu.
Beruntung hari ini hanya ada jadwal meeting di perusahaan saja. Jadi ia tidak akan terlalu lelah.
Sesekali netra nya menatap aneh pada beberapa berkas yang sengaja di pisahkan oleh Raka.
"Apa ini, kenapa jadi begini. Berani-berani nya mereka bermain bersama ku" gumam Denis saat melihat beberapa deretan keuangan tidak sesuai dengan yang asli nya.
"Ini bukan sedikit dan juga ngalir ke rekening pribadi" gumam nya lagi.
Lalu Denis menelpon anak buah nya, ia menyuruh mencari tahu semua tentang pengkhianat itu.
"Keruangan ku sekarang" ucap Denis pada Raka yang ada di seberang sana.
Denis meletakan ponsel nya , lalu ia menyender terlebih dulu pada kursi kebesarannya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" ucap Denis.
"Ada apa Tuan?" tanya Raka saat sudah sampai di hadapan Denis.
"Duduklah dulu, lalu jelaskan masalah ini" ucap Denis dengan dingin.
'Matilah kalian, salah sendiri membangunkan singa yang sedang tidur' batin Raka dengan ngeri.
"Begini Tuan, saat hari ke-2 anda di Kota B saya memutuskan meminta data tersebut. Dan disana saya menemukan bahwa uang untuk proyek yang sedang di bangun di Kota S telah hilang. Saat itu juga saya memeriksa dan menyuruh salah satu anak buah kita langsung ke Proyek.
__ADS_1
Ternyata mereka juga mengatakan bahwa perusahaan hanya memberikan uang 70% dari 85% yang di sepakati. Dan dengan terpaksa mereka hanya menggunakan bahan yang nomor 2" jelas Raka dengan serius.
"Kenapa kau tidak langsung cari orang tersebut" ucap Denis masih dengan dingin nya.
"Sudah, tetapi tidak hanya dia saja yang memakannya melainkan dengan orang lain. Dan saya juga masih menunggu keputusan anda, saya sudah mengamankan orang yang di kambing hitam kan oleh mereka" balas Raka datar.
"Hmm bagus, aku sudah menyuruh Alex memburu mereka" ucap Denis
Glek.
Raka langsung menelan ludah kasar saat mendengar kata memburu terucap dari mulut sang Tuan Denis.
"Dan ini berkas apa?" tanya Denis menyodorkan 2 berkas pada Raka.
"Itu semua data yang asli dan palsu tentang pembangunan Rumah sakit di Desa. Dan sampai sekarang belum terlaksana" jawab Raka dengan cepat.
"Bukan kah itu proyek yang di ingin kan, Mommy?" tanya Denis.
"Ya anda benar Tuan, tetapi sampai sekarang belum terlaksana karena sahabat dari Nyonya besar sudah meninggal dan uang yang kita selalu kirimkan di makan Adik dari teman Nyonya besar. Saya harus mengkorpimasi terlebih dulu dengan Nyonya besar" jawab Raka dengan rinci.
"Hahhhh, datanglah nanti malam ke mansion" ucap Denis.
Drttt Drtt
"Katakan" ucap Denis saat telepon tersebut tersambung.
"Saya sudah kirimkan semua nya pada email pribadi anda" jawab Alex di seberang sana.
Denis langsung mematikan telepon tersebut, lalu ia melihat email dari Alex.
"Hanya kerikil kecil" gumam Denis dengan tersenyum miring.
"Bilang pada Alex , tangkap ke dua nya dan bawa ke markas" perintah Denis dengan dingin.
"Baik Tuan, saya permisi" balas Raka dengan segera.
"Hmmmmm" balas Denis.
Dengan segera Raka melangkahkan kaki nya masuk kembali ke ruangan nya sendiri.
***
Sedangkan di Kota B, sepasang suami istri tengah ketakutan. Pasalnya uang yang mereka dapatkan dari menipu Denis sudah ketahuan.
"Bagaimana ini, Pak?" tanya Istri nya dengan ketakutan.
"Tenanglah, kita akan meminjam pada Rentenir dan mengembalikannya pada Tuan Denis" jawab sang Suami dengan tenang.
__ADS_1
"Lalu untuk membayar nya bagaimana?" tanya Istri nya lagi.
"Ada keponakan ku, biarkan saja dia yang kita pakai jaminan" jawab nya dengan enteng.
"Hahaha kau benar, Pak" ucap sang Istri dengan tertawa renyah.
Lalu mereka bersiap untuk menemui rentenir tersebut. Senyum mereka tak pernah surut karena memikirkan akan banyak nya uang yang mereka pinjam.
"Pak, nanti lebihin buat kita liburan ke Bali" ucapnya dengan enteng.
"Oke, nanti kita bakalan senang-senang" balas Suami nya
HAHAHA, tawa mereka kembali terdengar dan mereka sama sekali tidak memikirkan bagaimana ke depannya.
***
Jakarta, Mansion Natakusuma
Jam 09 malam, Denis dan Raka baru saja sampai di mansion. Banyak nya pekerjaan dan belum lagi besok mereka harus mengurus ke dua pengkhianat tersebut.
"Menginaplah disini dan besok kita bicarakan kembali bersama dengan Mommy" ucap Denis tanpa penolakan.
"Baik, Tuan" balas Raka patuh.
Lalu mereka masuk dengan langkah yang pasti. Raka mengantarkan terlebih dulu Denis dan setelah itu baru dirinya yang akan pergi ke kamar nya yang memang di siapkan khusus disana.
Denis langsung saja menuju ke kamar mandi, ia sudah sangat lelah tetapi tubuh nya perlu di segarkan dulu.
"Huhhh lelah sekali, apalagi kalau harus ke luar Kota" gumam nya dengan memejamkan mata.
Denis menikmati rendaman yang penuh dengan busa dan aroma therapy yang sangat menenangkan.
Setelah di rasa cukup, Denis langsung saja membilas dan masuk ke kamar ganti.
'Sudah 5 tahun kamu pergi, tak sedikitpun hati mu menginginkan melihat anak mu. Dasar kau wanita tak punya hati sedikit pun' batin Denis saat mengingat mantan istri nya yang pergi demi karier
Denis merebahkan tubuh lelah nya di atas ranjang king size nya. Ia memejamkan mata supaya besok pagi bangun dengan segar.
Berbeda dengan Raka, ia masih saja mengerjakan tugas perusahaan yang ia bawa tadi.
"Hahh lelah sekali, aku akan istirahat dulu" gumam Raka dengan menutup berkas tersebut.
Dengan cepat Raka langsung memejamkan mata nya yang memang sudah sangat mengantuk sejak tadi.
Mereka sama-sama terlelap dengan lelah dan besok pagi mereka harus menuntaskan masalah tersebut.
.
__ADS_1
.
.