
Feli mengantarkan Arya sampai depan kelas nya, setelah itu ia duduk menunggu di luar bersama dengan yang lainnya.
"Belajar yang rajin, oke" ucap Feli pada Arya.
"Oke Bunda" balas Arya semangat.
Arya masuk ke kelas dengan senyuman yang tak pernah pudar.
"Ibu mu pasti akan menyesal, Nak. Kamu adalah permata yang sangat indah tetapi dengan tega nya dia menelantarkan-mu" batin Feli miris.
Feli menunggu bersama dengan Ibu-ibu yang lainnya. Ia berbaur dengan mereka yang mayoritas nya adalah Ibu sosialita.
"Yaampun" gumam Feli saat melihat salah seorang dari mereka memamerkan berlian nya.
Feli memilih pergi dan duduk sendiri , daripada disana ia malah pusing.
"Apa bangga nya memamerkan perhiasan dan kekayaan sih" gumam Feli dengan geleng-geleng kepala.
Hingga 2 jam kemudian sekolah bubar dan Arya langsung menghambur ke arah sang Bunda.
"Bunda, lihat aku dapat nilai besar" ucap Arya melihatkan nilai 100 dari mewarnai.
"Wahh anak Bunda hebat sekali" ucap Feli tersenyum.
"Kita ke kantor Ayah ya, Bun" ajak Arya semangat.
"Oke, sebentar Bunda telepon dulu sopir" ucap Feli.
Lalu Feli menelpon sopir nya dan mengajak Arya menunggu di depan sekolah.
Hampir semua Ibu-ibu disana memandang sinis pada Feli, hanya karena yang memakai pakaian yang super mahal.
Denis sengaja membelikan beberapa dress yang harga fantastic untuk Feli. Ia tidak ingin wanita nya ada yang merendahkan.
Tak lama kemudian Raka datang menjemput mereka dan membawa nya ke perusahaan.
***
Hampir semua karyawan menyapa Feli dan Arya. Feli dengan sifat ramah dan lembut membalas sapaan mereka, sedangkan Arya hanya memasang wajah datar saja sama seperti sang Ayah.
"Silahkan Nyonya" ucap Raka saat mereka sampai di depan ruangan Denis.
"Terimakasih, Rak" balas Feli ramah.
__ADS_1
Raka mengangguk dan permisi untuk ke ruangannya sendiri.
"Ayo Bang kita masuk" ajak Feli.
"Ayo" ucap Arya.
Feli lalu membuka pintu nya dan tampaklah Denis yang sedang mengerjakan beberapa berkas.
"Ayah" panggil Arya
Denis mendongkak dan menatap dua orang kesayangannya dengan tersenyum.
"Sudah sampai, mau makan dimana?" tanya Denis sambil menutup berkas dan laptop nya.
"Disini saja gapapa?" tanya Feli.
"Oke, sebentar aku suruh Ob dulu" jawab Denis
Lalu Denis menelpon Ob untuk memesankan makanan dan mengantarkannya ke ruangan.
Denis lalu memeluk Arya dan mencium kening nya, setelah itu ia memeluk Feli dan menghirup aroma nya dalam dan Denis dengan santai nya mencuri ciuman di bibir Feli saat Arya sibuk dengan ponsel.
"Mas" gerutu Feli.
Denis tersenyum dan memeluk Feli kembali. Denis merebahkan kepalanya di pundak sang istri.
"Hahhh pekerjaan ku sangat banyak, sayang" keluh Denis.
"Mau aku bantu?" tanya Feli.
"Nanti saja ya" jawab Denis tersenyum.
Feli mengangguk dan membiarkan kembali Denis memeluk serta menyenderkan kepala nya.
Tak lama kemudian, seorang Ob masuk dan menata banyak makanan di meja tersebut.
"Terimakasih" ucap Feli ramah.
"Saya permisi, Tuan , Nyonya" pamit Ob tersebut.
Denis menganggukan kepala nya dan memanggil Arya agar makan terlebih dulu.
"Boy, makan dulu" ucap Denis.
__ADS_1
"Oke Ayah" balas Arya.
Mereka lalu makan siang dengan sedikit bercanda, Feli serasa mempunyai dua bayi yang harus di suapi oleh nya.
"Uhhhh bayi Bunda manja-manja sekali ya" ledek Feli dengan terkekeh.
"Iya Bunda, kita ingin di manja" balas Denis ikut tersenyum.
Setelah selesai, Feli membereskan semua nya dan menyuruh Ob mengambil nya.
Denis duduk kembali di kursi kebesarannya dan memulai kembali pekerjaannya.
"Bunda , ngantuk" rengek Arya mengucek mata nya.
"Ajak saja ke kamar pribadi, Mas" ucap Denis menunjukan pintu nya.
Feli mengangguk dan menggendong Arya kesana. Denis tersenyum dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Sedangkan Feli, ia menidurkan Arya terlebih dulu sebelum membantu sang suami.
"Tidur nyenyak sayang" ucap Feli dengan pelan.
Setelah itu Feli langsung keluar dan mendekati sang suami.
"Mas, biar aku bantu ya" ucap Feli berdiri di samping Denis
Denis menarik Feli dan mendudukannya di pangkuannya, lalu Denis memencet tombol untuk mengunci ruangannya.
"Yaudah kamu kerjain beberapa berkas, aku istirahat dulu gapapa?" tanya Denis
Feli menggelengkan kepala nya dengan mengusap lembut pipi Denis.
Lalu Feli mengerjakan pekerjaan Denis, sedangkan Denis sendiri asyik dengan memeluk tubuh Feli.
Tetapi lama kelamaan tangan Denis tidak bisa diam dan bahkan sudah bertender di gunung himalaya milik Feli.
"Sshhhh Mas" lenguh Feli.
Denis tersenyum dan men*ium b*b*r ranum sang istri. Feli hanya membalas nya dan pasrah saja.
Hingga akhirnya Denis membawa Feli ke sofa yang ada disana. Mereka melakukan olahraga siang hari dengan sangat erotis dan panas.
.
__ADS_1
.
.