Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Denis & Feli.


__ADS_3

Setelah menidurkan Arya, Feli bergegas untuk pulang. Feli takut Fatwa belum makan malam meskipun bahan makanan ada di dalam kulkas juga.


"Ayo saya antarkan" ucap Denis yang baru saja keluar dari dalam kamar nya.


"Tidak usah Tuan, saya bisa pulang sendiri" tolak Feli sopan.


"Ini sudah malam, perempuan tidak baik pulang seorang diri" keukeuh Denis dan memegang tangan Feli lalu ia membawa nya pergi.


"Yaampun seperti nya Denis suka sama Feli, jarang banget dia mau gitu sama cewe. Syukurlah" gumam Bu Maya yang memang sejak tadi melihat interaksi sang Putra.


Sedangkan di dalam mobil, hening tidak ada sama sekali pembicaraan.


"Mana nomor ponsel kamu, biar gampang saya menghubungi nya" ucap Denis memecahkan ke canggungan.


"Saya tidak punya ponsel, Tuan" balas Feli menunduk


Denis hanya mengangguk dan membelokan terlebih dulu mobil nya ke arah lain.


Feli mengeryit heran dengan arah mobil tersebut.


"Tuan, kenapa kita kesini? Ini bukan arah ke Rumah saya" ucap Feli takut.


"Tenanglah aku tidak akan macam-macam kok" balas Denis terkekeh.


Lalu mobil yang di lajukan Denis berhenti di Toko yang sangat besar.


"Kamu tunggu dulu disini, aku akan ke Toko itu sebentar" ucap Denis menunjukan toko yang di depan mata.


"Hmm baik Tuan" balas Feli dengan tersenyum.


Denis langsung saja keluar dan berjalan dengan sangat wibawa ke Toko tersebut.


Feli hanya melihat keluar mobil, malam ini terlihat sangat cerah dengan bintang yang bertaburan di langit.


Banyak manusia yang kesana-kemari, bahkan ada juga yang hanya sekedar jalan-jalan saja.


Tak berselang lama Denis datang dengan membawa sesuatu di tangannya. Denis langsung masuk dan menyerahkan yang di bawa nya pada Feli.


"Apa ini Tuan?" tanya Feli

__ADS_1


"Itu adalah Ponsel, di sana sudah ada Nomor keluarga Rizik, aku dan juga Mommy. Dan satu lagi buat Adik lelaki kamu" jawab Denis santai.


"Tapi Tuan , ini pasti sangat mahal" ucap Feli mengembalikan ponsel tersebut.


"Ambil atau buang saja" ucap Denis dengan dingin.


Feli langsung menciut dan mengambil kembali ponsel tersebut.


"Terimakasih Tuan" ucap Feli menunduk.


"Hmmm" balas Denis yang sedang fokus menyetir.


"Gemas banget sih, nurut dari tadi kek" batin Denis terkekeh.


Denis melirik Feli yang sedang melihat pemandangan di luar sana. Bahkan sesekali Feli tersenyum saat melihat orang-orang yang sedang bermain.


"Kata nya kamu mah kuliah?" tanya Denis


"Awal nya sih iya, tapi aku takut tidak bisa membagi waktu nya dengan Arya" jawab Feli menghembuskan nafas.


"Jika kamu mau kuliah, besok bawa saja Arya ke kampus yang kamu inginkan. Disana kamu bisa mendaftar dengan jalur beasiswa" ucap Denis lagi.


"Tidak, asalkan dia selalu bersama-mu dan tidak jauh dari pantauan kamu" jawab Denis.


Feli tersenyum dengan senang, akhirnya ia bisa meneruskan cita-cita nya.


"Terimakasih, Tuan" ucap Feli dengan binar bahagia.


Denis tersenyum tipis saat melihat senyum bahagia terpancar di wajah Feli.


Denis menghentikan mobil nya di taman yang dekat akan Rumah Feli.


"Ayo kita kesana dulu, seperti nya banyak jajanan yang menarik" ajak Denis


Feli hanya diam dengan bingung, ia tidak ingin merepotkan majikannya dan juga ia tidak mau di pikir bahwa dia memanfaatkan Denis.


"Tidak apa ayo, tenang saja" ajak Denis kembali.


Akhirnya Feli mengangguk dan mengikuti Denis. Denis membawa Feli ke gerobak bakso yang terlihat menggiurkan disana.

__ADS_1


"Pak bakso nya 2 ya" pesan Denis.


Lalu Denis dan Feli duduk di tempat yang memang sudah di sediakan oleh penjual bakso tersebut.


"Tuan, apakah Tuan tidak risih makan di pinggir jalan seperti ini?" tanya Feli dengan penasaran.


"Tidak, karena saya dulu juga seperti mereka. Saya dulu dari kampung dan karena ke gigihan Daddy, ia bisa membangun usaha sampai sebesar ini" jawab Denis dengan bangga.


"Saya salut dengan Anda, banyak di luaran sana yang seorang pengusaha tetapi merendahkan rakyat biasa seperti kami" ucap Feli dengan sendu.


"Biarkan saja, mereka itu hanyalah orang sombong tanpa tau bagaimana perih nya bekerja dari Nol" balas Denis tersenyum.


Lalu pesanan mereka sampai, Denis dan Feli langsung memakannya. Feli merasa sangat beruntung mendapatkan majikan yang sangat baik.


Bahkan Feli merasa tidak tau diri , ini itu di belikan oleh Denis, padahal ia baru sehari saja bekerja nya.


Denis terlihat lahap memakan bakso tersebut, memang bakso nya juga sangat lezat tak kalah dengan bakso yang ada di Restoran mewah lainnya.


"Ohh iya, jika kamu kuliah memangnya jurusan apa yang kamu mau ambil?" tanya Denis.


"Manajemen bisnis, Tuan" jawab Feli.


"Hmm bagus, nanti kamu bisa sekalian jadi Sekertaris saya di kantor kalau sudah lulus. Jika kamu mampu, kamu ngambil jalur yang pintas saja, dan gunakan kecerdasan kamu" ucap Denis


Feli mengangguk saja, lalu mereka segera pergi tak lupa juga membayar nya.


Hari sudah jam 09 malam dan Feli takut Fatwa akan khawatir menunggu nya.


"Tuan, terimakasih ya" ucap Feli tulus.


"Sama-sama, saya pulang dulu" balas Denis tersenyum manis.


Setelah kepergian Denis , Feli langsung saja berjalan cepat ke arah Rumah nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2