
Hingga semua persiapan sudah selesai dan mereka langsung bersiap dengan sangat rapih malam ini.
Sedangkan di Rumah sakit, Feli , Denis dan Arya sudah keluar. Mereka di jemput langsung oleh Raka.
"Raka, maaf ya karena aku sakit jadi Mas Denis harus meninggalkan perusahaan" ucap Feli tak enak.
"Tidak apa, Nyonya. Itu memang sudah tugas saya" balas Raka datar.
Denis hanya memasang wajah masam, ia cukup kesal karena istri nya malah mengajak Raka mengobrol.
Feli yang tahu situasi langsung merebahkan kepala nya di dada bidang sang suami.
"Mas, elus" rengek Feli dengan manja.
Denis tersenyum cerah dan langsung mengelus kepala Feli dengan lembut.
"Menggemaskan sekali bayi besar ku ini jika lagi cemburu" batin Feli dengan terkekeh.
Sepanjang perjalanan Feli terus saja bermanja di dekapan sang suami, sedangkan Arya ia duduk di kursi depan bersama Raka.
Sesampai nya di mansion, Feli dan yang lainnya langsung turun.
Feli menatap bangunan tersebut dengan riang, pasal nya dia sudah sangat bosan di Rumah sakit.
"Ayo Bunda masuk" ajak Arya
Feli mengangguk dan menggenggam tangan Denis dan Arya berjalan lebih dulu bersama dengan Raka.
Ceklek.
"Loh kok mati lampu" pekik Feli dengan takut.
Lalu Feli memegang tangan Denis dengan erat.
"Tenanglah, sebentar lagi juga nyala" ucap Denis.
Hingga mereka hampir sampai di ruang tamu, lampu bertuliskan Happy Brithday Feli menyala dengan sangat indah.
__ADS_1
Feli diam dengan semua keterkejutannya, tak lama kemudian lampu lainnya pun ikut menyala dan menampilkan dekorasi yang sangat indah.
Balon, bunga dan yang lainnya di dekor menjadi sangat indah, Feli menatap satu persatu keluarga nya dengan sangat haru.
"Apa kamu senang, sayang?" tanya Denis lembut.
"Ini sangat indah, Terimakasih Mas" ucap Feli dengan penuh binar kebahagian.
"Selamat ulang tahun, sayang" ucap Bu Maya dengan membawa kue yang lumayan besar.
"Mommmmm" pekik Feli bahagia.
"Tiup lilin dulu, baru boleh peluk" ucap Bu Maya terkekeh.
Feli mengangguk dan mengucapkan do'a di dalam hati nya, lalu Feli meniup lilin dengan tersenyum.
Setelah itu, Bu Maya menyimpan kue nya dan memeluk sang mennatu dengan hangat.
"Ayo kita kesana" ajak Bu Maya.
Feli menghampiri sang Keluarga dengan wajah berbinar tersenyum. Lalu mereka memeluk dan mengucapkan selamat pada Feli.
"Terimakasih semua nya" ucap Feli terharu.
Mereka lalu menikmati pesta dengan sangat bahagia, apalagi dengan banyak nya makanan dan camilan.
Feli duduk bersama dengan Denis dan Bu Maya. Sedangkan yang lainnya sedang sibuk, ada yang sedang bakar-bakar , makan dan banyak lagi.
Para penjaga dan Art pun tak luput dari kebahagian keluarga tersebut. Bahkan mereka pun dapat bagian makanan dari sang majikan.
Bahkan Arya sangat antusias dengan pesta nya tersebut, bahkan ia kesana kemari membawa makanan untuk sang Bunda.
"Sayang, disini suami mu kenapa Mommy yang di peluk nya" gerutu Denis dengan kesal.
"Mas, aku ingin sama Mommy dulu ya. Jangan cemberut gitu dong" bujuk Feli dengan manja.
Denis hanya menghela nafas dan menganggukan kepala saja. Ia juga sedikit bahagia melihat sang Istri yang bermanja dengan Mommy nya.
__ADS_1
"Yaudah Mas ke Raka dulu, ya" pamit Denis mengecup pipi Feli.
Denis langsung menghampiri Raka yang sudah mengkode nya sejak tadi. Lalu mereka pergi ke ruangan kerja Denis.
Setelah masuk, Denis langsung duduk di kursi yang ada disana.
"Ada apa, Raka?" tanya Denis dengan serius.
"Nyonya Zia dan Suami nya akan kembali kesini, bahkan Suami Nyonya Zia menyuruh nya untuk mendekati anda kembali agar perusahaannya kembali melambung" jawab Raka dengan datar.
"Awasi terus dia, aku tidak ingin mereka menyuntuh anak dan istri ku" ucap Denis dingin.
"Baik Tuan" balas Raka.
Lalu mereka mengobrol masalah pekerjaan, dan Denis juga langsung menandatangani beberapa berkas penting.
Mereka larut dalam pekerjaan hingga lupa waktu, mereka di kejutkan dengan kedatangan Feli.
"Mas, ayo tidur aku ngantuk" ucap Feli dengan kesal.
"Iya sayang sebentar" balas Denis lembut.
"Kamu istrihatlah juga, besok weekend ini" ucap Denis pada Raka.
Raka hanya mengangguk dan membereskan pekerjaannya.
Di luar masih ada yang berkumpul, tetapi Denis tidak ada niatan untuk bergabung. Apalagi kalau bukan sang istri yang sangat manja.
"Mas, kenapa malah bekerja dan tidak ikut bergabung?" tanya Feli tajam.
"Maaf sayang, bukannya tidak mau tetapi Mas banyak berkas yang harus segera di tandatangani, kasihan Raka yang sudah bekerja hampir seminggu ini dengan sendiri" jawab Denis lembut.
"Ahh iya juga ya, pantas saja Abang sama Ayah membiarkan kamu bekerja" monolog Feli dengan polos.
Denis lalu membawa Feli ke arah ranjang, dan menyuruh Feli untuk tidur karena sudah larut.
.
__ADS_1
.
.