Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pesta Kecil


__ADS_3

Matahari sudah menampakan cahaya hangat nya, Feli dan Bu Maya sudah berjalan-jalan kecil di halaman depan.


"Sudah lelah?" tanya Bu Maya lembut.


"Iyaa Mom, padahal baru juga sebentar ya" jawab Feli dengan menyeka keringat nya.


Bu Maya memberikan air putih untuk menantu nya, lalu mereka memilih menyudahi jalan-jalan pagi nya.


"Ayo istirahat saja, sebentar lagi Adik mu akan sampai" ajak Bu Maya lembut.


"Iya Mom" balas Feli patuh.


Feli terus saja mengusap lembut perut nya, ia merasakan tendangan dari bayi di dalam nya.


Sedangkan Denis, ia baru saja selesai mandi bersama dengan Putra nya. Setelah rapih, mereka langsung saja keluar untuk menemui Feli.


"Bundaaaa" panggil Arya dengan semangat.


"Wah jagoan Bunda sudah tampan dan emmm wangi nya" goda Feli dengan mencium kening dan pipi Arya.


Arya tertawa renyah, lalu ia juga memberikan kecupan pada sang Bunda.


Setelah itu, Arya langsung berlari ke Nenek nya. Ia juga menyapa Nenek dengan sangat riang.


"Ayah juga sudah tampan" puji Feli tersenyum.


Denis terkekeh dan memeluk sang Istri sambil memberikan kecupan di seluruh wajah nya.


"Mandi dulu sana, Mas sudah siapkan air hangat dan pakaiannya" ucap Denis lembut.


"Wah terimakasih yah, sayang" balas Feli mengecup bibir Denis sekilas.


Denis menggelengkan kepala, lalu ia menyusul Putra nya yang sudah di halaman belakang bersama dengan Mbak dan Art lainnya.


"Bik, apa bahan dan semua nya sudah siap?" tanya Denis


"Sudah semua nya, Tuan" jawab Bik Surti sopan.


"Baiklah, Bibi dan yang lainnya sarapan saja" ucap Denis tegas.

__ADS_1


Para Art dan pengawal disana mengangguk semua nya, mereka akan sarapan dengan bergantian.


Setelah menunggu agak lama, akhirnya Fatwa dan Pak Akbar datang juga.


Feli sudah menunggu Fatwa dengan berkacak pinggang.


"Kak, hehe" ucap Fatwa cengengesan.


Feli mendengus dan melongos begitu saja, ia pergi ke halaman belakang bersama dengan sang suami.


"Yaampun Bumil itu merajuk" ucap Fatwa terkekeh.


Setelah berkumpul, mereka langsung saja memulai acara bakar-bakar nya. Arya hanya duduk diam bersama dengan sang Bunda dan Nenek.


"Bunda, kapan Adik lahir?" tanya Arya


"Sebentar lagi, sayang" jawab Feli lembut.


"Kenapa Amora lama sekali pergi nya ya, aku kan kesepian" gerutu Arya dengan gemas.


"Kan masih masa liburan sayang, besok juga kalian ketemu di sekolah" ucap Bu Maya tersenyum.


Bu Maya tertawa geli mendengar gerutuan Cucu nya. Begitu pun dengan Feli, bahkan saking seringnya Arya main ke rumah Amora ia sempat di kira kembarannya.


**


Setelah semua nya siap, mereka duduk lesehan di gazebo. Denis mengambil beberapa makanan untuk diri nya dan Feli, sedangkan Arya dengan Fatwa.


"Mas, aku ingin ayam bakar" ucap Feli dengan tak sabar.


"Iya sayang sebentar, itu lagi di potong-potong dulu" balas Denis lembut.


Feli mengangguk tetapi pandangannya tetap pada Ayam bakar yang sangat menggoda.


Setelah itu, mereka semua langsung saja menyantap nya dengan lahap. Terlihat Feli yang sangat semangat dengan makanan-Nya.


***


Saat ini, mereka berkumpul di ruang tamu. Fatwa dan Arya bermain di lantai.

__ADS_1


"Bagaimana Bibi Laura, Paman?" tanya Feli.


"Fatwa menyuruh Aspri Raka untuk mengucilkan Laura di tempat yang sangat sepi, agar dia bisa bertaubat" jawab Pak Akbar tersenyum.


"Maafkan kelakuan Bibi-mu ya, Nak" ucap Pak Akbar sendu.


"Tidak apa, Paman. Mungkin saat itu Bibik sedang khilaf" balas Feli lembut.


Bu Maya sangat kagum dengan pribadi Feli yang sangat baik, rendah hati dan jangan lupa sifat pemaaf nya.


Dia merasa bersyukur karena Putra nya bisa menikahi wanita seperti Feli.


Setelah puas bercerita dan mengobrol, Pak Akbar dan Fatwa undur diri. Mereka akan kembali ke Kota nya lagi karena Celin disana sendirian.


"Hati-hati, Dek" ucap Feli melambaikan tangannya pada Fatwa.


"Iyaa Kak, jangan buat orang khawatir lagi" balas Fatwa.


Lalu Fatwa melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia merasa lega saat melihat sang Kakak sudah sehat dan tersenyum kembali.


"Ayo kita masuk" ajak Denis sambil merangkul sang Istri.


"Kita langsung ke kamar ya, mau istirahat" ucap Feli dengan mata sayu karena mengantuk.


"Hmm baiklah" balas Denis.


Lalu mereka melangkah masuk ke dalam kamar nya, Feli merasa sangat mengantuk karena makan terlalu banyak.


Bahkan Bu Maya dan Arya pun sudah sejak tadi masuk ke dalam kamarnya.


Sesampai nya di kamar, Feli langsung saja merebahkan tubuh nya di atas ranjang. Denis langsung mengikuti dan memeluk nya dari samping.


Sebelum benar-benar tidur, Denis mengelus dan mengecup perut Feli. Baru setelah itu mereka terlelap dengan sangat pulas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2