
Sudah 2 hari Feli di tinggal ke luar kota oleh Denis. Ia sudah sangat murung karena seharian ini Denis sama sekali tidak ngasih kabar.
Bahkan Arya sudah di culik oleh Fatwa dan Celin sejak tadi pagi. Berhubung hari ini dan besok ia libur sekolah, jadi Fatwa mengajak Arya untuk berlibur ke Desa bersama Pak Akbar dan Celin.
"Nyonya" sapa Bi surti.
"Bi apa ada buah di kulkas?" tanya Feli.
"Ada Nyonya, mau saya buatkan jus?" tanya Bi surti.
"Tidak Bi, aku hanya ingin ngemil potongan buah saja" jawab Feli tersenyum.
Bi surti mengangguk dan mengeluarkan beberapa buah, lalu ia mencuci dan menyiapkan untuk sang majikan.
Bi surti tersenyum saat melihat sang Nyonya nya kurang semangat karena tidak ada Tuan muda dan Den Arya.
"Ini Nyonya" ucap Bi Surti memberikan potongan buah.
"Terimakasih, Bi" balas Feli ramah.
Feli lalu melangkahkan kaki nya ke halaman belakang, ia akan diam di gazebo.
"Ishhhh Mas Denis kemana sih kok gak ada kabar nya" gerutu Feli dengan kesal.
Bahkan nomor ponsel nya pun tidak aktif, membuat Feli semakin kesal saja.
Hingga sore menjelang Feli masih di halaman belakang, penjaga dan pelayan yang berlalu lalang disana hanya menundukan kepala saja.
"Uhhh aku mandi dulu saja" gumam Feli sambil melangkahkan masuk ke dalam mansion.
"Nyonya mau di buatkan apa untuk makan malam?" tanya Mbak yang kebetulan ada di dapur.
"Sayuran masih lengkap kan di kulkas?" tanya Feli.
"Masih Nyonya" jawab Mbak
"Aku ingin sop iga dan cumi asam manis. Gapapa kan, gak ngeropotin?" tanya Feli.
__ADS_1
"Baik Nyonya, tidak sama sekali. Bibi tau kok, Nyonya lagi rindu Tuan kan" goda Bi Surti yang baru masuk.
Mbak dan pelayan lainnya mengulum senyum saat melihat wajah Nyonya mereka memerah karena malu.
Feli langsung saja pergi ke kamar nya karena malu akan godaan Bi Surti.
"Yaampun Bi, Nyonya lucu sekali" ucap Mbak dengan tawa nya.
"Iya Mbak, udah tahu jelas banget dari wajah nya yang murung" balas Mbak Surti.
Mereka lalu menyiapkan makanan untuk sang Nyonya.
Sedangkan Feli sedang berendam saat ini untuk menghilangkan kepenatannya sebentar.
"Ahhh segar nya" ucap Feli saat selesai membersihkan diri.
Feli lalu bersiap dan setelah itu ia keluar dari kamar, ia ingin membuat Cake untuk camilan nanti malam.
"Mbak" panggil Feli.
"Mbak sedang keluar, Nyonya" jawab Art lain.
"Baik Nyonya" balas Art tersebut sopan.
Lalu Feli dan Art nya pergi ke dapur khusus membuat Cake, setelah itu mereka bereksperimen disana.
Feli di buat sibuk dengan membuat Cake, ia bahkan tidak sadar bahwa hari sudah kian menggelap.
"Tolong bereskan dan tata ya, dan yang itu kamu suruh yang lainnya bagikan pada penjaga. Dan itu buat para Art" ucap Feli sambil menunjukan beberapa bagian Cake.
"Baik Nyonya, terimakasih" balas Art tersebut tersenyum.
Feli mengangguk dan kembali ke kamar. Ia akan menunggu jam makan malam nya di kamar.
"Ahh harus mandi lagi, lengket sangatt" gumam Feli.
Feli lalu membersihkan diri nya dan bersiap akan makan malam.
__ADS_1
Bi surti dan Mbak menemani sang Nyonya makan malam di meja makan utama. Awalnya mereka menolak tetapi setelah melihat Nyonya yang memelas mereka akhir nya lulus juga.
Setelah makan malam, Feli memutuskan akan bersantai di balkon kamar nya dengan menikmati Cake dan secangkir teh panas.
"Hmm lagi apa ya Mas Denis dan Arya" gumam Feli sendu.
"Ck, mereka tega sekali ninggalin aku disini" gumam nya lagi kesal.
"Apalagi Mas Denis, seharian gak ada kabar sama sekali, menyebalkan sangat" ucap Feli
Lalu Feli memilih untuk tidur saja karena kekesalannya pada sang Suami.
Saat Feli sudah terlelap tidur, Denis masuk dengan wajah lelah nya.
"Maafkan aku yang membuatmu kesal, sayang" ucap Denis lirih.
Denis memilih membersihkan diri dulu, setelah itu ia langsung saja ikut merebahkan diri di samping sang Istri.
Feli mengerjapkan mata dan membuka nya perlahan, ia sangat terganggu dengan tangan yang sedang memeluk nya.
"Mas" panggil Feli.
Denis tersenyum dan mengecup kening Feli lembut.
Feli lalu mencubit tangannya dan mengaduh sakit.
"Aku gak mimpi kan" ucap Feli.
"Tidak sayang, tidurlah kembali" balas Denis lembut.
Feli langsung saja memeluk tubuh Denis dengan erat. Ia sangat merindukan suami nya tersebut.
Denis juga memejamkan mata nya yang sangat lelah, ia menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sang istri.
Mereka terlelap tanpa ada olahraga malam yang sangat melelahkan sama sekali.
.
__ADS_1
.
.