
Feli bangun lebih dulu, ia menatap wajah suami nya yang sangat lelap dalam tidur nya. Bahkan gurat kesedihannya masih terlihat di wajah tampan nya.
"Pasti kamu melupakan tidur dan makan, Mas" gumam Feli dengan lirih.
Hari sudah siang, tetapi Denis masih saja terlelap dengan dengkuran yang halus.
"Mas" ucap Feli mengusap lembut pipi Denis.
"Hmmmm, kenapa sayang?" tanya Denis dengan serak khas bangun tidur.
Denis langsung saja duduk dan menatap Feli dengan khawatir.
"Lapar" ucap Feli dengan tersenyum.
Denis terkekeh lalu ia bangun dan langsung ke kamar mandi. Sedangkan Feli, ia berusaha bangun untuk duduk.
"Uhhh sayang, kamu anak kuat Bunda dan Ayah" ucap Feli mengusap lembut perut buncit nya.
"Mau makan apa, sayang?" tanya Denis dengan lembut.
"Terserah saja, Mas. Aku sudah lapar hehe" jawab Feli cengengesan.
Denis mengangguk dan ia langsung pergi keluar dari ruangan.
"Semoga saja Mommy dan Arya tidak tahu kondisi ku disini" gumam Feli lirih.
Feli terus saja mengusap lembut perut nya yang sudah membuncit.
Hingga tak lama kemudian, Denis masuk dengan menenteng beberapa makanan.
Lalu Denis menyiapkan makanannya, ia hanya membeli 1 porsi tetapi dalam porsi besar.
"Mas, suapi ya" ucap Denis lembut.
"Iyaaa, Mas" balas Feli.
__ADS_1
Denis langsung saja menyuapi Feli dengan sangat telaten. Ia sesekali menyuapkan makanan nya pada mulut-nya sendiri.
Feli terus saja tersenyum saat melihat wajah Denis yang merenggut kala makanan nya ia tolak.
"Sayang, ayo sesuap lagi" kekeh Denis dengan tegas.
"Baiklah, tapi setelah ini sudah ya" bujuk Feli dengan mengerjap-ngerjap kan mata nya.
"Iyaa-iya" balas Denis
Setelah selesai makan siang, Feli di periksa kembali oleh Dokter Via untuk lebih jelas lagi.
"Semua nya sudah membaik, Nyonya. Anda sudah boleh pulang nanti sore. Tetapi anda harus tetap istirahat dan jangan stress, kelelahan" ucap Dokter Via
"Baiklah Dok, terimakasih" balas Feli bahagia.
Setelah Dokter Via pergi, Feli langsung saja memeluk tubuh Denis.
"Ahh aku sudah sangat ingin pulang, sayang" ucap Feli semangat.
Denis mengusap lembut kepala Feli, ia juga lebih leluasa merawat istri nya.
Feli menggelengkan kepala nya, ia tidak mengantuk sama sekali. Denis mengubah ranjang Feli jadi duduk setelah itu ia mulai membereskan barang nya.
"Mas, apa Mommy dan Arya tahu?" tanya Feli.
"Tidak sayang, hanya Rizik dan Fatwa saja yang tahu dan Mas menyuruh mereka untuk diam" jawab Denis lembut.
Feli hanya ber oh saja, lalu ia kembali fokus dengan menatap suami nya yang sedang membereskan semua barang-barang nya.
"Kamu yakin akan pulang hari ini, sayang?" tanya Denis menghampiri Feli.
"Iyaa Mas, aku lebih enak di rawat di mansion saja" jawab Feli tersenyum.
"Tapi ingat kata Dokter ya" ucap Denis mengusap lembut pipi Feli.
__ADS_1
"Iyaa, Suami ku" balas Feli terkekeh.
Feli langsung meringsuk masuk ke pelukan Denis, ia selalu di buat hangat dan nyaman saat berada di pelukan sang Suami.
**
Sore hari nya, Boy dan Raka sudah siap sejak tadi. Mereka akan pulang hari ini dan hanya menunggu Tuan dan Nyonya.
"Ayo pergi" ucap Denis dingin.
Mereka hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil. Boy melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Uhh sayang" ucap Feli meringis.
"Kenapa? Apa dia nendang?" tanya Denis
"Huumm" jawab Feli yang masih meringis.
Denis langsung memeluk Feli dan mengusap lembut perut nya.
"Jangan nakal ya, sayang. Kasihan Bunda nya kesakitan" ucap Denis mengecup lembut perut Feli.
Feli tersenyum dan menyandarkan kepala nya di dada bidang sang Suami. Ia memejamkan mata nya untuk menikmati suasana tersebut.
Sesampai nya di mansion, Feli langsung saja turun dengan di gendong Denis. Bahkan Feli di dudukan di kursi roda sebelum pulih benar.
"Selamat datang, Nyonya" sapa Para Art disana.
Denis dan Feli menganggukan kepala saja, lalu mereka memilih masuk untuk istirahat.
.
.
*Maaf untuk esok mungkin tidak akan Up, karena ada keperluan.
__ADS_1
.
.