Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Rencana


__ADS_3

1 minggu setelah kejadian dimana Zia datang, Feli sudah kembali lagi ceria, bahkan saat ini dia sedang memasak untuk sang Putra.


"Sayang, ayo makan" teriak Feli


Denis dan Arya langsung berjalan ke arah ruang makan. Bu Maya tersenyum melihat Feli yang sudah kembali ceria.


"Mommy mau Feli ambilkan?" tanya Feli tersenyum.


"Tidak usah sayang, kamu layani saja suami kamu" jawab Bu Maya lembut.


Feli lalu mengambil makanan untuk Arya dan Denis, baru setelah itu untuk diri nya.


"Sayang hari ini kita makan siang di luar ya" ajak Denis


"Tumben, Mas" ucap Feli bingung.


"Sesekali, biar kamu tidak bosan di Rumah. Nanti kalian di antar oleh sopir ya" balas Denis.


"Iya Mas" jawab Feli patuh.


Lalu mereka melanjutkan kembali sarapannya. Di kehamilan pertama Feli, dia tidak terlalu ngidam dan memilih makanan bahkan jarang sekali ia mual dan muntah.


Setelah sarapan, Feli mengantar Denis ke depan, disana sudah ada Raka yang menunggu.


"Aku pergi dulu, kalau ada apa-apa kabari" ucap Denis mencium lembut pipi Feli.


Lalu Denis berjongkok dan mengecup perut Feli.


"Ayah kerja dulu ya, sayang. Kamu jangan nakal dan jaga Bunda oke" ucapnya dengan mengusap lembut perut Feli.


Denis beralih kepada Arya, ia dengan gemas mengecup seluruh wajah sang putra.


"Hati-hati, Ayah" ucap Feli dan Arya bersamaan.


Setelah kepergian Denis, Feli dan Arya langsung bersiap untuk pergi ke sekolah Arya.


"Bunda ayo" ajak Arya semangat.

__ADS_1


"Oke, ayo kita pamitan sama Nenek" ucap Feli tersenyum.


"Jangan lari-lari Bunda" gerutu Arya melihat sang Bunda dengan ke lincahannya.


Feli langsung berjalan santai, bukan hanya Denis yang sangat posesif, bahkan Arya pun sangat siaga sama seperti sang Ayah.


"Kami pergi dulu, Mom" ucap Feli mencium pipi sang Mommy.


"Hati-hati, nanti Mommy kesana bersama sopir" balas Bu Maya dengan lembut.


"Oke Nenek" balas Arya semangat.


Setelah berpamitan, mereka langsung saja pergi karena takut kesiangan.


Tangan Arya selalu mengusap lembut perut sang Bunda, bahkan ia selalu mengecup nya.


"Aku sudah tidak sabar, Bun" ucap Arya antusias.


"Sabar sayang, masih 7 bulan lagi" balas Feli lembut.


"Mau cewe apa cowo aku akan sangat bahagia" ucap Arya kembali.


"Tampan memang sudah dari Ayah, hehe" ucap Arya.


Arya lalu memeluk sang Bunda dengan erat, ia sangat menyayangi Bunda nya, meski dia bukan Bunda kandung nya.


"Sudah sampai Nyonya" ucap sopir dengan sopan.


"Ahh terimakasih, Pak" balas Feli ramah.


Lalu sopir membukakan pintu untuk majikannya, lalu setelah itu dia memilih untuk pulang kembali.


Arya masuk dengan riang, bahkan ia merangkul Amora dengan senyuman manis nya


***


Sedangkan Denis, hari ini dia sudah menyiapkan Dinner romantis untuk Feli. Ini adalah rencana dia, Arya dan Mommy nya, karena sudah 1 minggu Feli terlihat sedih dan murung.

__ADS_1


"Tuan, semuanya sudah siap" ucap Raka saat masuk ke dalam ruangan Denis.


"Terimakasih, kau kerja kembali dan ingat hari ini jangan ada meeting dan pertemuan" balas Denis tersenyum.


Raka tertegun saat sang Tuan nya mengucapkan kata Terimakasih kepada dirinya.


Setelah sadar dari keterkejutannya Raka langsung keluar dari ruangan.


Sedangkan Denis, ia kembali bekerja dengan semangat dan bahkan senyuman nya semakin merekah memikirkan untuk nanti Dinner.


Hingga jam makan siang datang, ia dan Raka langsung saja pergi ke Restoran tempat mereka berjanjian dengan Feli.


"Tuan, suami Zia sudah mulai terlihat berkeliaran" ucap Raka.


"Awasi saja, Ra" balas Denis datar.


"Jika saja kau sampai berani menyentuh Anak dan Istriku, maka aku tidak akan mengampuni mu, Zia" batin Denis geram.


Raka melihat raut wajah Tuan nya yang berubah, ia sangat tahu bahwa Tuannya sedang menahan geram.


Sesampainya di Restoran, Denis dan Raka langsung saja masuk ke tempat yang sudah mereka boking.


Setelah sampai, ternyata Feli dan yang lainnya sudah menunggu mereka dengan tersenyum.


"Maaf ya lama nunggu" ucap Denis langsung menyalami Bu Maya, dan tak lupa mengecup sang Putra.


"Maaf nunggu lama aku nya, ya" ucap Denis kembali sambil mengecup Feli dan mengecup perut nya yang buncit.


"Tiadak apa, Mas. Kita juga baru saja tiba" balas Feli tersenyum lembut.


Denis tersenyum dan mengangguk, lalu ia menyuruh Raka bergabung dan memesan makanan untuk mereka.


Sambil menunggu makanannya datang, Denis dan yang lainnya berceloteh dengan riang. Ke hangatan hinggap di diri mereka yang selalu terlihat datar dan dingin.


Bahkan Arya dengan antusias menceritakan semua kesehariannya selama di sekolah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2