
Sore hari nya, Raka dan Boy datang ke mansion Denis. Mereka ingin menjenguk dan mengetahui bagaimana bisa Samuel mencelakai Denis.
Di mansion, Feli masih saja marah dan bahkan mendiamkan Denis serta Arya. Bahkan Arya yang memeluk diri nya pun di abaikan saja.
"Harus di bujuk nih Bumil, satu malam gak bisa tidur memeluk nya saja sudah membuatku pusing apalagi ini sampai seminggu" batin Denis dengan menatap Feli.
"Bunda, Maafin Arya Hiks" tangis Arya pecah karena Feli masih saja diam.
Feli menghela nafas dan memeluk Arya dengan hangat.
"Bunda bukan marah atau benci, hanya kesal saja pada Arya dan Ayah. Apalagi Arya masih kecil bagaimana kalau terjadi sesuatu? Bunda tidak mau kalian kenapa-napa" ucap Feli dengan lembut.
Arya mengangguk dan memeluk Feli dengan hangat.
"Arya janji, gak bakalan membuat Bunda kesal lagi" balas Arya dengan wajah polos nan menggemaskannya.
Feli menganggukan kepala dengan bibir tersenyum. Lalu Feli mengecup kening Arya dengan hangat.
"Arya sama Mbak dulu, ya" pamit Arya dengan tersenyum.
"Yaudah, jangan lupa belajar" ingat Feli dengan lembut.
"Oke" balas Arya dengan semangat.
Denis mendekat ke arah Feli, tetapi Feli langsung pindah ke sofa tunggal.
Bu Maya tersenyum melihat wajah Putra nya yang sangat muram.
"Mom, besok kita belanja yuk" ajak Feli dengan semangat.
"Boleh, setelah menjemput Arya tapi" balas Bu Maya.
"Aku ikut ya sayang" rengek Denis.
"Mom, besok aku ingin belanja buah-buahan" ucap Feli yang mengabaikan Denis.
"Ck, sayang" rengek Denis memegang tangan Feli.
__ADS_1
"Apa sih" ketus Feli menepis tangan Denis.
"Mommy mandi dulu ya, Nak" pamit Bu Maya yang sudah tak kuat menahan tawa nya.
Denis mendelik saat melihat wajah sang Mommy yang sedang menahan tawa nya.
Setelah kepergian Bu Maya, Denis langsung saja memeluk Feli dari belakang.
"Jangan marah dong, aku hanya ingin memasakan makanan kesukaan mu saja" ucap Denis lirih.
"Bukan aku tidak mau, Mas. Tapi kamu itu baru saja keluar dari Rumah sakit, dan kamu belum sehat benar. Aku takut kamu lelah dan sakit kembali, aku merasa sangat sakit melihat kamu terbaring kemarin. Mengertilah" balas Feli dengan sendu.
Denis langsung berpindah ke depan Feli dan menangkup wajah Feli dengan lembut.
"Aku mohon jangan nangis, maaf kan aku yang sudah membuat mu khawatir" ucap Denis dengan lembut.
"Feli cuma gak mau Mas kenapa-napa" balas Feli dengan terisak.
"Aku tidak apa-apa dan aku akan sehat. Aku janji tidak akan membuat mu khawatir lagi" ucap Denis memeluk Feli.
Feli mengangguk dalam pelukan Denis, ia sangat khawatir saat melihat Denis yang sedang membersihkan dapur yang sangat berantakan.
"Haist" kesal Denis.
"Raka , Boy" sapa Bu Maya yang baru saja turun dari lantai atas.
"Nyonya Besar" balas Raka dan Boy dengan menundukan kepala nya.
"Duduklah" ucap Denis dengan tegas.
"Bagaimana kondisi anda, Tuan?" tanya Raka dengan sopan.
"Baik, dan bagaimana Samuel?" tanya Denis balik.
"Dia sudah di amankan" jawab Raka dengan serius.
"Mas, kamu belum menceritakan bagaimana kronologi nya sampai mobil-mu celaka kemarin?" tanya Feli serius.
__ADS_1
-FlashBack-
Saat Denis mengendarai mobil nya dengan tenang dan di jalan yang sepi, kebetulan saat itu dia sendirian karena Boy di tugaskan membelikan makanan ke inginan Denis.
Saat mobil Denis melewati jalan yang sepi, dari arah belakang terdengar beberapa motor yang sangat bising.
"Ada apa ini" gumam Denis dengan terus waspada.
Hingga segerombolan motor tersebut terus saja membuat mobil Denis oleng. Bahkan dari mereka ada yang dengan sengaja mepet-mepet mobil Denis.
"Arrgghh sial, siapa mereka" gumam nya Denis.
Terlihat dari arah belakang lagi, beberapa mobil anak buah Denis yang sedang menghalau mereka.
Hingga ada salah seorang dari mereka yang menembak ban mobil Denis dan membuat nya oleng. Dan mobil tersebut menabrak pohon disana dengan sangat keras.
Tidak hanya sampai disitu, motor salah seorang dari mereka sengaja menabrakannya pada pintu kemudi yang ada Denis.
Kondisi Denis sangat lemah karena ia terbentur setir mobil dan juga pintu yang agak risek.
Dengan segera anak buah Denis menolong dan membawa nya ke Rumah sakit, sedangkan yang lainnya mengejar orang-orang tersebut.
-FlashEnd-
Feli langsung menghambur memeluk Denis dengan terisak. Ia tidak menyangka bahwa nyawa suami nya hampir saja tidak tertolong.
"Hei jangan menangis, aku tidak apa" ucap Denis lembut.
"Berjanji lah besok-besok kalau pergi harus bersama Raka dan Boy" tegas Feli sambil terisak.
"Iya, sayang. Jangan nangis lagi" ucap Denis lembut.
Feli hanya diam dan terus saja memeluk Denis dengan terisak. Bu Maya dan yang lainnya hanya bisa memaklumi saja.
.
.
__ADS_1
.