Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Pergi Bersama


__ADS_3

Feli tidur di kamar Denis bersama Arya dan Denis. Meski mereka satu kamar, tetapi Denis tidak melakukan hal apapun tanpa ikatan sah.


Feli menatap Arya yang terlelap dengan memeluk tubuh nya dengan erat.


"Kenapa Bunda mu sangat tega meninggalkan anak semanis ini" gumam Feli dengan lirih.


Denis mendekat dan ikut merebahkan diri di samping Putra nya.


"Dia memilih karir nya yang sedang mendunia, hingga melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri dan ibu" ucap Denis dengan menahan emosi.


"Tenanglah, semua nya sudah berlalu dan Mas saat ini akan bahagia" balas Feli lembut.


"Ya, aku dan Arya akan bahagia dengan ada nya kamu" ucap Denis tersenyum.


Feli menunduk karena malu, lalu Feli dan Denis memutuskan untuk mengobrol santai di balkon kamar tersebut.


"Aku tidak pernah melarang nya berkarir tetapi jika mengabaikan tugas nya, aku akan sangat marah" jelas Denis.


"Ya memang itulah kodrat wanita, kamu jangan mengingat nya lagi ya. Sekarang kita akan fokus membesarkan Arya dengan kasih sayang berlimpah" ucap Feli menatap Denis dengan lembut.


Denis mengangguk kan kepala dan merebahkan kepala nya di pangkuan Feli.


Mereka bercerita dengan hangat, meski Feli mengantuk tetapi ia tetap menemani Denis bersantai.


"Tidur yuk" ajak Denis.


Feli mengangguk sambil menutup mulut nya karena menguap. Feli merasa sangat lelah karena seharian ini ia telah jalan-jalan.


Feli langsung terlelap memeluk tubuh mungil putra nya. Denis membenarkan terlebih dulu selimut mereka lalu setelah itu ia ikut merebahkan diri nya.


***


Matahari menyapa warga bumi dengan cahaya nya yang sangat indah, ia seakan memberi tahu bahwa hari ini akan cerah.


"Eummm" lenguh Denis.


Lalu ia membuka mata nya dan menatap sang Putra yang ternyata sudah bangun.

__ADS_1


"Sttt, ayo Ayah mandi dan biarkan dulu Bunda untuk tidur" bisik Arya dengan cepat.


Denis terkekeh dan menganggukan kepala nya. Lalu mereka turun dari ranjang dengan perlahan setelah itu mereka langsung saja ke kamar mandi.


Sedangkan Feli, ia masih saja bergulung dengan selimut karena memang masih mengantuk.


Denis dan Arya tertawa pelan melihat wanita yang di cintai nya masih saja tertidur.


"Ayo kita pakai baju dulu, son" ajak Denis.


Arya mengangguk dan merentangkan tangannya tanda ingin di gendong.


Mereka langsung saja berpakaian dengan rapih dan senada, karena hari ini adalah hari terakhir mereka disana, mereka akan pergi bersama dengan Feli.


Setelah selesai, Denis dan Arya naik ke ranjang dan mengecup seluruh wajah Feli.


"Bundaaaaa bangun" ucap Arya mengecup pipi Feli.


"Eummm" lenguh Feli.


Mata Feli mengerjap-ngerjap dengan lucu nya, lalu ia menatap Denis dan Arya bergantian.


"Lihat jam Bundaaa" tunjuk Arya dengan gemas. Sedangkan Denis sudah menahan tawa nya.


Feli lalu melihat jam dinding setelah nya ia langsung melotot dan bangun dengan gerak cepat.


"Hahh sudah jam setengah 9" ucap Feli melotot tajam.


Lalu ia langsung saja berlari ke arah kamar mandi, Denis dan Arya langsung saja tertawa dengan ngakak melihat kelakuan sang Bunda.


"Ayahh awas yaaa" teriak Feli dengan kencang.


Tetapi Denis dan Arya malah membalas nya dengan tawa yang renyah. Lalu Denis menyuruh Arya duduk di sofa terlebih dulu, sedangkan diri nya akan menyiapkan pakaian untuk Feli.


***


Sedangkan yang lainnya sedang cemberut kesal karena mereka di hukum tidak boleh kamar sampai nanti malam mereka akan pulang.

__ADS_1


"Abang" rengek Celin.


"No sayang, sini kita nonton saja" ucap Fatwa keukeuh.


Celin pasrah dan duduk di dekat Fatwa. Ia merebahkan kepala nya di pundak sang kekasih.


"Makannya jangan bandel" ucap Fatwa tegas.


"Iya iya Maafff" balas Celin dengan bersalah.


Fatwa mengangguk dan fokus kembali pada flim yang mereka tonton.


Begitupun dengan Monica dan Tari, mereka juga sama tidak dapat keluar kamar karena di hukum oleh pasangannya.


Berbeda dengan Feli, saat ini ia sedang jalan-jalan dengan Denis dan Arya.


"Kemana kita, Ayah?" tanya Arya.


"Kita akan sarapan dulu, lalu setelah itu kita jalan-jalan" jawab Denis.


Denis melajukan mobil nya ke arah Mall terbesar disana. Mereka akan menghabiskan waktu nya disana.


Sesampai nya disana, Feli , Arya dan Denis bergandengan tanga. Semua mengira mereka adalah keluarga yang sangat bahagia dan harmonis.


Mereka makan di restoran mewah, Arya selalu saja meminta untuk di suapi sang Bunda, sedangkan Feli ia akan sesekali di suapi oleh Denis.


"Ayah, kita main dulu yuk" ajak Arya dengan menunjukan wahana bermain anak-anak.


"Ayoo" balas Denis.


Lalu mereka melangkahkan kaki nya ke sana, Denis dan Feli ikut serta masuk dan bermain dengan Arya.


Tawa mereka sangat bahagia, bahkan orang-orang disana menatap mereka dengan kagum, dan tersenyum.


Hingga siang menjelang baru mereka keluar dari Mall tersebut. Lalu Denis membawa mereka jalan-jalan kembali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2