
Rencana usaha Fatwa pun berjalan dengan lancar, Cafe nya sudah mulai buka dua hari yang lalu.
Fatwa , Rehan dan Azri mereka sama-sama mengembangkan Cafe tersebut. Ke tiga anak muda nan tampan itu sama-sama bekerja dengan keras.
Meskipun modal nya hanya sedikit tetapi mereka sangat handal dalam membagi-bagi nya.
Mereka berbagi tugas dengan baik, tidak ada yang leha-leha ataupun bersantai saat melihat rekan nya sedang sibuk, mereka akan saling membantu satu sama lainnya.
Azri meracik Coffe, Fatwa di kasir dan Rehan menjadi pelayan. Terkadang Fatwa ikut turun tangan membantu.
"Huahhhh lelah nya, kita harus mencari pelayan lagi nih, 1 orang lagi saja. Bagaimana?" usul Fatwa saat mereka tengah istirahat.
"Bener tuh, uang modal sudah kembali dan pendapatan lumayan kan. Kita juga akan di buat sibuk dengan tugas masing-masing" jawab Azri
"Gue sih terserah kalian saja, tapi menurut gue mending nyari cewe , biar lincah atau di simpan di kasir" ucap Rehan.
"Bagus juga tuh ide mu, nanti deh gue nyari. Dan mudah-mudahan omset kita semakin melezit" ucap Fatwa dengan tulus.
"Aminnnn" balas Azri dan Rehan.
Mereka membuka Cafe dari jam 03 sore nyampe jam 10 malam. Kalau weekend mereka akan buka dari jam 10 pagi sampe jam 12 malam.
Hari ini mereka akan lembur karena besok adalah weekend. Semakin malam semakin banyak pengunjung yang datang.
"Selamat malam pengusaha sukses" goda Raisa pada Fatwa dan temannya.
"Mbak" kaget Fatwa dengan kesal.
"Iyaa kenapa, Dek?" tanya Raisa santai.
"Zri buatkan minuman dong, sambil nunggu Abang mu nih" ucap Raisa sebal.
"Emang Abang lagi kemana?" tanya Fatwa.
Sedangkan Rehan melayani pengunjung. Dan Azri membuat pesanan untuk Raisa.
"Lagi jemput Kakak mu, tapi lama banget" gerutu Raisa kesal.
"Nah tuh mereka" ucap Rehan saat melihat Rizik, Feli dan Denis masuk ke dalam.
__ADS_1
"Pantesan boddyguard Kak Feli nya ikut" celetuk Fatwa terkekeh.
Raisa melambaikan tangannya pada sang suami dan Feli.
"Mas lama banget" protes bumil tersebut.
"Maaf sayang , nih salahkan mereka berdua" ucap Rizik mendelik ke arah Denis.
Fatwa dan Rehan pamit dari sana karena pengunjung sudah berdatangan.
Denis melihat-lihat Cafe dengan tatapan yang sulit di artikan. Dan Denis melihat bagaimana ke repotan nya Fatwa dan temannya saat tamu semakin banyak.
"Fel, suruh Adik mu ngambil pelayan 1 atau 2 orang lagi, kayak nya mereka ke repotan apalagi hari weekend" ucap Denis
"Iyaa Tuan, mungkin Fatwa masih memikirkan untuk menggaji nya. Tetapi seperti nya memang harus segera" balas Feli dengan mengikuti gerak-gerik Fatwa kesana kemari.
"Saya bantu mereka terlebih dulu, ya" ucap Feli bergegas bangun dari duduk nya.
Feli membantu mengantarkan pesanan-pesanan para pengunjung. Fatwa tersenyum karena Kakak nya selalu saja membantu padahal dia sendiri baru pulang kerja.
Hingga Denis juga ikut turut membantu dengan Azri, ia mengasah kembali ilmu meracik Coffe nya.
"Ck, Denis benar-benar sudah bucin parah pada Feli" ucap Rizik dengan geleng-geleng kepala.
"Kamu salah sayang, dia sudah gencar mendekati Feli lewat Arya" ucap Rizik terkekeh.
"Masa?" kaget Raisa dengan menganga.
Lalu Rizik menceritakan bagaimana Denis yang rela meninggalkan perusahaan demi jalan-jalan bersama Feli dan Arya. Dan yang lainnya lagi Denis selalu saja mendekati Feli.
"Semoga saja mereka berjodoh ya, Mas. Aku yakin mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi" do'a Raisa dengan tulus.
Rizik langsung mengaminkan nya. Lalu mereka menikmati kembali pesanan yang mereka pesan.
Hingga larut malam Feli merasa sangat lelah dan memutuskan untuk duduk terlebih dulu.
Denis langsung memberikan air putih pada Feli, ia tahu bahwa Feli tidak boleh terlalu lelah.
"Ayo pulang, aku antarkan" ajak Denis
__ADS_1
"Tidak apa, Tuan. Aku akan membantu Fatwa dulu" tolak Feli
"Kamu tidak boleh terlalu lelah, lihatlah wajah kamu sudah pucat karena lelah. Pulang saja ya biarkan Fatwa saya yang membantu" bujuk Denis mengiba.
Fatwa langsung mendekat sata melihat wajah Kakak nya yang terlihat pucat.
"Kakak kenapa? Apa ke lelahan?" tanya Fatwa dengan cemas.
"Iyaa Dek, Kakak ajak pulang tapi dia tidak mau" jawab Denis dengan wajah cemas.
'Seperti nya Kak Denis benar-benar menyukai Kak Feli. Syukurlah jadi Kakak ada yang menjaga nya" batin Fatwa lega.
"Kakak pulang ya, kalau Kakak sakit nanti Arya akan marah sama Aku dan Kak Denis" bujuk Fatwa mengiba.
"Hahh baiklah, mulai besok kamu harus mencari pekerja lagi. Minimal 2 orang wanita agar lebih cekatan" pasrah Feli dengan menghela nafas.
Denis langsung tersenyum dan mengajak Feli pulang. Rizik dan Raisa sudah sejak tadi mereka pulang.
"Yaudah Kakak pulang dulu, ya" pamit Feli tersenyum.
"Hati-hati" balas Fatwa
"Ck, kayak yang jauh tinggal jalan dikit doang juga" gerutu Feli terkekeh.
"Itu jauh loh, Kak" ucap Fatwa cepat.
"Ayo aku akan antarkan" ucap Denis lembut.
"Terimakasih Kak Denis" ucap Fatwa lembut.
Denis mengangguk dengan senyuman yang memabukan kaum hawa.
Feli dan Denis langsung saja melangkah keluar dari Cafe tersebut. Banyak sekali anak muda yang memenuhi Cafe tersebut.
Denis mengantarkan Feli sampai ke depan Rumah nya. Tak lupa juga Denis menunggu Feli masuk terlebih dulu, baru setelah itu ia akan pergi dari sana.
Feli merebahkan tubuh lelah nya di atas ranjang. Tak berapa lama ia langsung terlelap karena memang sangat lelah.
.
__ADS_1
.
.