Istriku , Gadis Desa.

Istriku , Gadis Desa.
Merajuk.


__ADS_3

Setelah kepergian Denis dan Arya. Feli kembali istirahat karena sudah meminum obat.


Sedangkan Budhe , ia sedang menemani Nyonya Maya. Dan Mbak Sonia sedang ke ruangan sang suami dulu.


Tak lama kemudian Fatwa datang dengan wajah lelah nya. Ia langsung masuk dan merebahkan kepala nya di tangan Feli.


"Kapan Kakak sadar, aku sudah rindu dengan sambutan Kakak" lirih Fatwa.


Fatwa terus saja menggenggam tangan Feli dan terisak disana.


"Aku besok akan mewakili sekolah untuk olimpiade Kak ke luar Kota" cerita Fatwa kembali.


"Aku ingin Kakak memberiku semangat agar aku bisa konsen dalam mengerjakannya" ucap nya lagi dengan sendu.


Setelah itu Fatwa bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Ia akan membersihkan tubuh nya terlebih dulu.


Di rasa Fatwa tidak ada, Feli membuka mata nya dengan terkekeh. Ia tadi sempat terusik dengan gerakan Fatwa dan juga ocehannya.


"Aku kerjain dulu aja kali ya" monolog Feli dengan terkekeh.


Feli kembali memejamkan mata nya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Tak lama kemudian Fatwa kembali duduk dengan memegang tangan Feli. Ia menelusupkan kepala nya pada tangan tersebut dan tidur dengan pulas nya disana.


***


Malam hari nya, ruangan Feli kembali riuh dengan adanya Raisa dan Keluarga.


Fatwa langsung saja terbangun saat mendengar suara bising disana.


"Yaampun, Kak Feli kemanaaa?" panik Fatwa dengan menatap kesana kemari.


"Hei kamu kenapa, Nak?" tanya Mbak Sonia dengan terkekeh.


"Mbak, Kak Feli kemana?" tanya balik Fatwa dengan panik.


"Ada Fatwa" ucap Feli saat keluar dari kamar mandi.


"Loh, kok Kakak udah bisa jalan. Ck kalian tega tidak memberitahu aku" ucap Fatwa menangis


Feli langsung merentangkan tangannya dan Fatwa langsung saja memeluk nya dengan erat.


Fatwa terisak di pelukan Feli yang mana membuat semua orang diam dan menatap nya dengan haru.


"Hiks aku r rindu sekali, Kak. A aku takut Kakak pergi tinggalin Aku" ucap Fatwa dengan tersedat.


"Tidak mungkin Kakak ninggalin kamu, Dek. Kamu tahu, kamu itu sudah seperti hidup Kakak sendiri" balas Feli tersenyum.


Fatwa melepaskan pelukannya dan menatap sang Kakak dengan penuh haru.


"Kapan Kakak sadar?" tanya Fatwa.

__ADS_1


"Tadi pagi, Nak" jawab Mbak Sonia.


"Berarti hanya aku yang tidak tahu" ucap Fatwa dengan kesal.


"Maaf, kamu kan lagi fokus sekolah sayang" ucap Raisa tersenyum.


"Ck, kalian menyebalkan" rajuk Fatwa dengan pergi ke balkon kamar.


"Ehh mau kemana?" tanya Feli dengan cepat.


"Mau belajar, aku kesal sama kalian" ketus Fatwa dengan pergi begitu saja.


"Yaampun dia merajuk" ucap Raisa terkekeh.


"Bisa juga ya dia merajuk, biasa nya kan tegar" kekeh Budhe dengan menatap punggung Fatwa yang sedang membuka buku.


"Pergilah, dia sedang merajuk padamu" ucap Raisa pada Feli dengan terkekeh.


"Yaudah aku tinggal dulu ya" pamit Feli


Mereka mengangguk dengan tersenyum. Lalu Feli melajukan kursi roda nya pada Fatwa.


Fatwa membuang muka dan tetap fokus. Feli duduk dengan tersenyum di atas kursi roda nya.


"Kenapa? Kata nya rindu sama Kakak" ucap Feli lembut.


"Gak jadi, aku kesel sama Kakak. Kenapa aku yang terakhir tahu" ketus Fatwa


"Tau ah, aku lagi belajar dulu" balas Fatwa.


"Yaudah deh, kamu berarti gak senang Kakak sadar ya. Hahh sudahlah Kakak tidur saja" ucap Feli dengan lirih.


Baru saja Feli ingin membalikan kursi roda nya, ia sudah merasakan kembali pelukan Fatwa. Feli tersenyum hangat dengan tingkah Fatwa.


"Maafin Fatwa, Fatwa hanya kesal saja karena tidak ada saat Kakak membuka mata" lirih Fatwa dengan terisak.


"Tidak apa, Kakak bahagia kok melihat kamu bisa sekolah dengan rajin" balas Feli mengusap lembut lengan Fatwa.


Lalu Fatwa membalikan tubuh Feli dan tersenyum. Ia mencium lengan Feli dengan sayang.


"Lagi belajar apa?" tanya Feli lembut.


"Ini buat besok lomba Olimpiade" balas Fatwa tersenyum.


"Wahhh Adik Kakak pintar, yaudah makan dulu sebelum belajar nya" ucap Feli lembut.


"Baiklah, tapi sama Kakak" manja Fatwa


"Iyaaa" balas Feli tersenyum.


Lalu Fatwa mendorong kursi roda Feli, mereka makan malam bersama dengan masakan dari Mbak Sonia.

__ADS_1


Sepanjang makan malam, semua tertawa bahagia dengan tanpa beban. Mereka sangat tertawa dengan ocehan Fatwa dan Rizik.


Setelah selesai, Fatwa kembali belajar sedangkan Feli di suruh istirahat saja. Fatwa di temani oleh Rizik di balkon kamar.


Sedangkan Budhe, Dokter Adnan dan Mbak Sonia sudah pulang. Mereka akan bergantian menjaga Feli.


Raisa sudah merebahkan tubuh nya di ranjang yang memang khusus untuk keluarga disana.


Feli juga sudah menuju alam mimpi nya karena sudah meminum obat.


Sedangkan Fatwa dan Rizik masih sibuk dengan tugas nya masing-masing.


"Fat, besok kamu ikut Olimpiade kemana?" tanya Rizik.


"Ke Kota Semarang, Bang. Aku akan di temani oleh Bunda, karena aku disana mungkin 3 hari" jawab Fatwa menutup buku nya.


"Semoga berhasil ya" ucap Rizik memberi semangat.


"Iyaa Bang, aku pasti akan membuat Kak Feli bangga padaku" balas Fatwa yakin.


"Bagus, kamu harus buktikan bahwa kamu juga bisa sukses" ucap Rizik kembali.


Lalu mereka mengobrol kembali dengan diselingi tawa renyah dari mereka. Hingga larut malam mereka baru masuk ke dalam ruangan.


Fatwa tidur di sofa yang menyerupai kasur tersebut. Sedangkan Rizik tidur di samping Istri nya.


***


Pagi hari nya, Mbak Sonia sudah siap dengan koper dan rantang makanannya.


Fatwa juga sudah siap dan mereka tinggal pergi saja. Fatwa melangkah mendekati Feli dan memeluk nya sebentar.


"Do'akan aku ya, Kak. Semoga aku berhasil dan juga membawa kemenangan" ucap Fatwa dengan tersenyum.


"Do'a Kakak selalu menyertai mu, Dek. Ingat, jangan sombong" pesan Feli mengelus kepala Fatwa.


"Iyaa, Kakak cepat sembuh ya. Soal nya jika aku menang aku akan dapat uang dan juga tiket ke Paris. Kota Paris adalah Kota impian Kakak kan, jadi aku ingin memberikannya buat Kakak" ucap Fatwa dengan menggebu.


"Jika itu rezeki mu dan Kakak pasti akan kamu dapatka , tetapi jika bukan kamu jangan berkecil hati dan patah semangat ya" balas Feli lembut.


Fatwa mengangguk dan menyalami Feli. Lalu ia beralih pada yang lainnya. Fatwa dan Mbak Sonia di antarkan oleh Dokter Adnan ke sekolah Fatwa.


"Aku titip Fatwa ya, Mbak. Maaf merepotkan" ucap Feli tak enak hati.


"Tenanglah, Fatwa sudah Mbak anggap anak sendiri. Kamu fokus saja pada kesembuhan mu" balas Mbak Sonia lembut.


Lalu mereka pergi karena waktu sudah agak siang, Feli melambaikan tangan dengan senyum yang tak lepas dari bibir nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2