
Sesampai nya di Mansion, Feli langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuh nya ke ranjang size.
"Mas, mandi dulu sana" ucap Feli saat Denis memeluknya dari belakang.
"Sebentar saja, sayang" balas Denis
Feli menghembuskan nafas lelah dan memilih memejamkan mata nya. Ia merasa sangat lelah karena habis belanja.
"Eh tidur" ucap Denis terkekeh.
Denis bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi, ia akan membersihkan diri nya sebelum mengerjakan berkas yang ia bawa ke rumah.
Ceklek.
Arya masuk dengan mengendap dan melihat sang Bunda yang sedang terlelap. Lalu Arya ikut merebahkan tubuh nya dan memeluk sang Bunda.
Denis keluar dari kamar mandi dan tersenyum saat melihat ke arah ranjang, yang dimana Feli dan Arya tidur saling berpelukan.
***
Malam hari nya, Feli dan keluarga kecil nya langsung menuju ke rumah Fatwa. Karena disana sudah ada keluarga nya berkumpul.
Besok pagi mereka akan langsung menuju ke Hotel tempat acara pernikahan di langsungkan.
Sedangkan Celin, saat ini ia sudah berada di Hotel dengan keluarga Azri yang menjadi pendampingnya.
Celin merasa sangat bersyukur karena keluarga Fatwa dan yang lainnya tidak pernah memandang kasta. Ia yang hidup sebatang kara merasa sangat bahagia bisa dianggap oleh orang-orang hebat seperti mereka.
"Kenapa, Nak?" tanya Ibu Azri pada Celin.
Tari dan Monica menatap Celin yang tersenyum menggeleng, tetapi beda dengan sorot mata nya yang terlihat sedih.
"Kamu tidak sendiri, disini kami adalah satu keluarga, Nak. Jadi, jangan sedih ya" ucap Ayah Azri.
"Aku tidak sedih, Om. Aku hanya bersyukur karena aku bisa berada sampai titik ini dengan tidak mudah. Bahkan aku sempat ragu untuk menikah dengan Fatwa" balas Celin tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ibu Azri.
"Sama seperti aku dulu, Bu. Dia juga terlalu minder dengan kasta yang jauh berbeda dengan Fatwa. Tetapi Fatwa bisa meyakinkan Celin, sama seperti Rehan dan Azri" jawab Monica tersenyum.
"Semua nya juga sama, tidak ada yang beda. Lihatlah Tuan muda Denis, apakah dia membedakan Nyonya Feli? Tidak bukan" ucap Ibu Azri lembut.
"Yang terpenting kalian bahagia, dan akur saja sudah membuat kami para orangtua bahagia" ucapnya lagi.
"Benar apa kata, Ibu. Kamu cukup bersyukur dan berdoa pada yang di atas, insya allah kamu akan lebih tenang" timpal Ayah Azri.
Celin mengangguk dan tersenyum menatap kedua orangtua sahabat calon suami nya.
***
Berbeda dengan keadaan di Hotel, di rumah Fatwa sangat riuh dengan tawa.
Apalagi dengan Rizik dan Ayah Adnan yang menggoda Fatwa. Pak Akbar tersenyum saja melihat sang Putra yang sudah kesal karena godaan dari yang lain.
"Ayo makan malam dulu" ajak Feli pada para lelaki.
"Oke Bunda" balas Arya dengan semangat.
"Ahh sejuk sekali" gumam Feli.
Feli lalu mengambil makanan untuk Denis dan Arya, baru setelah itu untuk dirinya sendiri.
Mereka semua menikmati nya dengan penuh canda tawa, bahkan mereka saling menggoda satu sama lainnya.
Bu Maya hanya bisa menyaksikannya lewat panggilan Vidio saja, karena ia belum bisa pulang.
Hingga larut malam mereka baru masuk ke kamar masing-masing. Feli dan Arya sudah sejak tadi masuk ke kamar nya.
Denis langsung masuk dan berganti pakaian, setelah itu ia baru ikut terlelap dengan istri dan putra nya.
🍄
__ADS_1
Pagi hari nya, Feli sudah bangun dan menyiapkan pakaian untuk Denis dan Arya. Setelah itu ia membereskan semua barang yang akan di bawa ke Hotel.
Arya dan Denis bangun bersamaan dan kedua nya pun memilih untuk mandi bersama.
"Mas, aku tunggu di luar ya" ucap Feli dengan teriak.
"Iyaa, biar koper Mas yang bawa" balas Denis.
Feli lalu melangkah keluar kamar dan ia melihat anggota keluarga yang lainnya sudah siap untuk pergi.
"Mana Denis dan Arya, Nak?" tanya Budhe.
"Lagi di baju, Budhe" jawab Feli
Budhe mengangguk dan pergi ke ruang makan untuk mengecek semua nya.
Setelah berkumpul, mereka langsung sarapan dan lalu berangkat ke Hotel.
Denis menyuruh Raka untuk menghandel urusan di kantor hari ini, karena ia tidak bisa masuk ke kantor.
Denis melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak ingin terburu-buru karena jalanan yang sedang ramai.
"Bunda, apa Amora akan datang?" tanya Arya
"Kata Ibu nya sih akan datang, kenapa memangnya sayang?" tanya Feli balik.
"Tidak apa, Bun" jawab Arya tersenyum.
Feli tersenyum dan mengecup pucuk kepala Arya dengan lembut.
Hingga tak lama kemudian, rombongan mereka sampai juga di Hotel tersebut.
Mereka langsung saja masuk dan menuju ke kamar masing-masing yang sudah di sediakan disana.
.
__ADS_1
.
.