
Pagi hari nya, Feli sudah sibuk dengan aktifitas nya. Ia menyiapkan makanan dan juga membuat bekal untuk nya dan juga Fatwa.
"Dek, ayo cepat sarapan" teriak Feli.
Sedangkan di kamar Fatwa, ia baru saja selesai bersiap dan langsung terbirit lari ke ruang makan.
"Hehehe maaf" ucap Fatwa cengengesan.
"Ck, ayo cepat" decak Feli sebal.
Mereka sarapan dengan damai, hari ini Feli akan ke Mansion Natakusuma. Dirinya akan memulai pekerjaan hari ini.
"Dek, kunci Rumah kamu bawa saja ya. Kakak bawa 1 juga, dan ini bekal makan siang-mu" ucap Feli ketika mereka selesai sarapan
"Terimakasih, Kak" balas Fatwa tersenyum.
"Gak malu kan bawa bekal?" tanya Feli memastikan.
"Tidak Kak, temanku juga suka membawa bekal kok" jawab Fatwa tersenyum lembut.
Feli menghembuskan nafas lega, ia takut Adik nya akan minder dan malu, karena disana sekolah yang lumayan elit.
"Yaudah ayo kita berangkat" ajak Feli dengan penuh semangat.
Fatwa langsung menggenggam tangan sang Kakak, Feli menemani Fatwa terlebih dulu untuk menunggu angkutan umum.
"Nah itu dia Bus nya" ucap Feli dengan tersenyum.
"Yaudah aku berangkat dulu, Kakak hati-hati ya" balas Fatwa dengan menyalami sang Kakak dan tidak lupa dengan mencium pipi sang Kakak.
Feli mengangguk tersenyum. Setelah Bus yang di naiki Fatwa pergi, Feli memilih jalan kaki saja ke Mansion Natakusuma.
Di sepanjang jalan , Feli melihat ke indahan jalanan menuju ke mansion tersebut. Untung kemarin Feli sudah di beri alamat nya dan di arahin oleh Denis.
Sesampai nya disana , Feli langsung mencocokan alamat nya dan bergegas mendekat.
"Maaf Pak, apa ini benar Mansion Tuan Denis Natakusuma?" tanya Feli pada penjaga disana.
"Iya benar. Silahkan masuk Tuan sudah menunggu Anda Nona Feli" jawab Penjaga tersebut.
Feli mengangguk, ia heran kenapa penjaga tersebut tahu bahwa dirinya adalah Feli.
"Mungkin sudah di beritahu sama Tuan Denis" batin Feli.
****
Saat ini Feli sedang menunggu sang majikan , karena mereka sedang melakukan sarapan pagi.
"Yaampun ini Rumah apa istana ya, besar dan perabotannya antik dan bagus" gumam Feli dengan menatap ke sekeliling nya.
Terdengar gerap langkah yang begitu terdengar disana.
"Bundaaaaaaaa" pekik Arya dengan berlari.
__ADS_1
"Sayang jangan lari" ucap Feli dengan berjalan mendekat ke arah Arya.
Hap.
Tubuh mungil Arya langsung saja Feli tangkap dan peluk. Arya memberikan kecupan disana-sini pada Feli.
"Bundaaa Arya kangen banget sama Bunda" celoteh Arya dengan bahagia.
Terlihat Nyonya Maya dan Denis hanya bisa tersenyum dan mendekat ke arah Feli.
"Selamat Pagi, Tuan dan Nyonya" sapa Feli dengan sopan.
"Pagi, tugas-mu akan di jelaskan oleh Mommy" balas Denis
"Boy, Ayah kerja dulu ya. Jangan nakal oke" pamit Denis dengan mengecup Arya hangat.
"Hati-hati Ayah" balas Arya mengecup pipi sang Ayah.
Denis menatap wajah Feli lalu tersenyum tipis dan pergi dari sana. Feli hanya membalas nya dengan senyuman yang malu.
"Ayo duduk, Nak" ucap Nyonya Maya.
"Terimakasih, Nyonya" balas Feli sopan.
Nyonya Maya hanya terkekeh dan menggelengkan kepala saja mendengar Anak dari sahabat nya memanggil Nyonya.
"Jangan panggil Nyonya, panggil saja Mommy atau Ibu. Gak ada penolakan ya" ucap Nyonya Maya tegas.
"Ibu saja ya, kalau Mommy rasanya saya kurang sopan" balas Feli tak enak.
Feli mendengarkannya dengan seksama, sedangkan Arya hanya diam dengan memeluk tubuh Feli.
"Omaa, aku ajak Bunda ke kamar dulu ya" ucap Arya dengan wajah gemas nya.
"Pergilah, Oma akan pergi ke Rumah sakit untuk cekup kesehatan" balas Bu Maya lembut.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Bu" pamit Feli sopan.
Bu Maya mengangguk sambil tersenyum hangat, setelah itu Feli dan Arya langsung naik ke lantai atas.
"Bundaa, nanti kita main di kamar Arya. Terus nanti kalau mau bobo bacain dongeng ya" pinta Arya dengan manja.
"Baiklah Tuan Raja, nanti Bunda akan temani anda kemana pun anda mau" balas Feli dengan mencium gemas pipi Arya.
Tawa Arya langsung pecah karena merasa geli akibat ciuman Feli. Bu Maya tersenyum senang melihat kebahagian di wajah sang Cucu.
"Semoga saja" batin Bu Maya tersenyum.
Setelah itu, Bu Maya langsung saja bersiap untuk CekUp kesehatannya. Ia sudah memberitahu Dokter Adnan bahwa dia akan kesana pagi ini.
Sedangkan di kamar , Arya dan Feli sudah memainkan beberapa mainan yang sudah Arya keluarkan.
Feli begitu telaten dan sangat lembut bermain dengan Arya. Bahkan mereka sampai tertawa bahagia dengan hanya memainkan robot atau apapun itu.
__ADS_1
Siang hari nya, Feli membawa Arya makan terlebih dahulu sebelum tidur.
"Bi, biar saya bantu" ucap Feli setelah mendudukan Arya.
"Tidak usah, Non. Ini juga sudah mau selesai kok" balas Bi Iyem.
"Panggil saja Feli, Bi" ucap Feli ramah.
"Baiklah Fel, kamu buatkan makanan kesukaan Tuan kecil saja" titah Bi Iyem
Lalu Bi Iyem memberitahu kan makanan kesukaan Arya. Dengan senang hati dan penuh semangat Feli membuat makanan tersebut.
Hingga dia tidak menyadari bahwa Bu Maya sudah duduk disana bersama Arya. Arya dan Bu Maya hanya duduk diam dengan memandang betapa lincah nya Feli memasak.
Setelah selesai , Feli langsung saja menata nya. Ia tersentak kaget tatkala netra mata nya melihat Bu Maya juga ada disana.
"Yaampun Bu, aku kaget" ucap Feli dengan menghela nafas.
"Maaf ya Fel, soal nya kamu begitu lincah saat memasak" balas Bu Maya.
"Iya Bunda, Bunda sangat kerennnnn" timpal Arya dengan gemas.
"Hehe kalian bisa saja. Oh iya ayo makan, dan tara ini makanan kesukaan Arya" ucap Feli dengan tersenyum.
Mata bulat Arya langsung saja berbinar, ia sudah sangat ingin menikmati nya.
Lalu Feli mengambilkan makanan untuk Arya.
Setelah itu Feli mulai menyuapi Arya dengan sangat telaten. Bu Maya kembali tersenyum melihat interaksi tersebut.
"Setelah ini langsung tidur siang ya, Ya" ucap Bu Maya lembut.
"Siap Omaa" balas Arya semangat.
Setelah selesai, Feli membawa Arya untuk ke kamar nya. Feli membiarkan Arya berjalan agar tidak kekenyangan.
Setiba nya di kamar, Feli membawa Arya duduk di balkon kamar. Mereka disana menikmati udara siang yang begitu cerah.
"Sini duduk nya di pangkuan Bunda, Bunda ceritain dongeng" ucap Feli dengan memangku Arya.
Arya langsung mengangguk dan memeluk pinggang Feli dengan sayang.
Lalu Feli membaca kan sebuah dongeng dari buku yang sudah ia bawa dari kamar. Tangan Feli dengan lembut mengusap kepala Arya.
Disana mereka duduk di kursi goyang, jadi Feli juga ikutan tertidur karena merasakan kantuk juga.
***
Sedangkan di Perusahaan, Denis sedang tersenyum saat melihat layar ponsel nya yang menampilkan semua kegiatan Feli dan Arya.
"Kalian sungguh menggemaskan" gumam Denis saat melihat Arya tertidur dengan pulas sambil memeluk tubuh Feli, begitu pun dengan Feli, ia tertidur sambil memeluk Arya.
.
__ADS_1
.