
Sudah 1 minggu pengobatan Feli, dan semua nya berangsur membaik karena tekad Feli untuk sembuh sangatlah besar.
"Kak" panggil Fatwa.
"Iyaaa Dek" jawab Feli dari arah dapur.
Fatwa langsung saja melangkahkan kaki nya ke arah sang Kakak.
"Besok siapkan semua barang-barang ya, besok kita akan berangkat jalan-jalan" ucap Fatwa dengan santai.
"Emang udah ada kabar nya dari Kak Denis, Dek? Takut nya dia lagi banyak kerjaan" ucap Feli
"Tadi Kak Denis sudah hubungi Fatwa, kalau kita besok pagi harus cepat bersiap. Karena mereka akan menjemput kita untuk ke Bandara" balas Fatwa dengan yakin.
"Yaudah nanti malam Kakak siapkan semua nya" ucap Feli mengangguk.
Lalu Fatwa pergi lagi ke Caffe nya. Sedangkan Feli, ia akan menghubungi sang calon suami.
Kring Kring
"Baru mau juga di telpon" gumam Feli terkekeh.
"Halo, Mas" ucap Feli lembut.
"Sayang, Fatwa sudah kasih tahu kan tentang rencana besok kita akan berangkat?" tanya Denis dengan suara lembut.
"Iya sudah, Mas. Ini baru mau bereskan punya ku dulu" jawab Feli
"Yasudah, jangan lupa makan siang dan istirahat yang cukup, sayang" ucap Denis.
"Kamu juga, Mas" balas Feli.
Lalu setelah itu mereka memutuskan sambungan telepon nya.
Feli langsung saja menyiapkan barang-barang nya untuk berangkat besok pagi. Semua karyawan Caffe di ajak Fatwa, tak lupa keluarga Denis dan Bunda Sonia pun akan ikut untuk berlibur.
"Paris, I'm coming" gumam Feli bahagia.
Feli tersenyum-senyum karena Negara Paris adalah Negara yang paling Feli ingin kunjungi. Apalagi dengan menara eifeel nya.
__ADS_1
Setelah selesai menata barang milik nya, Feli langsung masuk ke kamar Fatwa. Ia akan menyiapkannya sekalian.
Sore hari nya, Feli langsung saja memasak agak banyak karena Denis akan singgah kesana untuk makan malam.
"Hmmm aku akan masak sop iga dan ayam goreng kesukaan Mas Denis" gumam Feli semangat.
Lalu ia menyiapkan bahan-bahan nya dan mulai mencuci serta memotong.
Feli tidak sama sekali kerepotan dengan acara masak nya. Bahkan ia sangat menikmati nya dengan senyuman.
🍄
Malam hari nya, Denis dan Raka sudah sampai di Rumah sederhana Feli.
"Fatwa belum pulang?" tanya Denis saat mereka duduk di ruang tamu.
"Belum, mungkin sebentar lagi, Mas" jawab Feli lembut.
"Mau makan duluan apa nunggu Fatwa?" tanya Feli.
"Kita duluan saja, sayang. Dan setelah itu kamu istirahat ya" jawab Denis.
Denis, Raka dan Feli memilih makan malam terlebih dulu, karena mereka sudah lapar sedangkan Fatwa tak tau kapan pulang nya.
Raka terlebih dulu menyelesaikan makan malam. Lalu ia pamit menunggu di luar Rumah.
"Nambah lagi, Mas?" tanya Feli.
Denis mengangguk sambil tersenyum, ia sangat menyukai masakan Feli. Sangat pas di lidah nya.
"Selalu saja sangat enak" puji Denis dengan lembut.
"Bisa aja kamu, Mas" balas Feli malu.
Lalu mereka melanjutkan lagi makan malam nya dengan sesekali saling suap.
Setelah acara makan malam nya, Denis berpamitan karena hari sudah agak malam.
"Langsung istirahat ya, jangan terlalu lelah" ucap Denis mengecup kening Feli lembut.
__ADS_1
"Iya Mas, ini mau langsung tidur kok" balas Feli menyalami Denis.
Denis dan Raka langsung saja pergi dari sana, Feli melambaikan tangannya pada sang calon suami.
🍄
Pagi hari nya, Feli dan yang lainnya sudah siap dengan koper masing-masing. Mereka munggu keluarga Denis untuk berangkat ke Bandara sama-sama.
Tak lama kemudian mobil Denis dan keluarga nya sudah sampai di sana.
"Ayo langsungs aja, biar barang-barang nya anak buah Mas yang masukan ke mobil" ucap Denis.
Mereka mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan. Lalu mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan cukup padat.
Sesampai nya di Bandara, semua nya langsung keluar dan berjala ke arah jet pribadi Denis.
Tangan Denis tak lepas dari rangkulan di pinggang ramping sang calon istri.
"Ck, ingin ku congkel mata para lelaki itu" gerutu Denis kesal.
"Biarkan saja, Mas. Toh aku nya juga tidak ke cantol ini" ucap Feli mengusap lembut lengan Denis.
"Hmmmm" balas Denis mengecup pucuk kepala Feli.
Setelah masuk semua nya, mereka langsung bersiap karena pesawat akan lepas landas. Feli dudul dengan cemas karena baru pertama kali naik pesawat.
"Bundaa kenapa?" tanya Arya.
"Bunda hanya cemas, Nak. Ini pertama kali Bunda naik pesawat" jawab Feli dengan gugup.
"Hei tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa kok. Rilexs saja sayang" ucap Denis mengusap lembut pipi Feli.
"Iya Bunda, nanti juga tidak akan takut lagi" timpal Arya memeluk Feli.
Feli tersenyum dan menganggukan kepala nya. Di sepanjang perjalanan mereka sangat menikmati nya.
.
.
__ADS_1
.